Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 61


__ADS_3

"sejak kapan lo disini?"


tanya bagus ketika melihat Ipul duduk di sofa.


"belum lama gue cuman mau minta tanda tangan"


ucap Ipul memberikan laporan ke bagus.


"oke,pergi hati-hati"


pamit Ipul meninggalkan bagus yang geleng-geleng kepala melihat kelakuannya.


bagus memandangi nadda yang tidur,entah apa yang ada di pikirannya.apa keputusan yang ia ambil benar? kegelisahan menghantuinya apalagi kalau nadda bangun apa yang harus ia lakukan.


tanpa sepengetahuan bagus,nadda membuka matanya ia menengok ke arah bagus yang melamun.ingin ia berucap namun apa yang harus ia ucapkan,apa ia akan mengikuti perkataan Ipul.


"nadd kamu sudah bangun"


ucap bagus memeluk nadda erat lalu ia menekan tombol panggilan untuk dokter.


tidak lama dokter datang memeriksa nadda,dokter mengatakan bahwa tubuh nadda mengalami kelumpuhan sesaat jadi nadda untuk sementara waktu tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya.


nadda harus menjalani terapi agar motoriknya bisa berfungsi kembali,ketika dokter menanyakan siapa namanya nadda bilang ia tidak ingat dan dokter mengatakan kalau nadda juga amnesia.


seperti prediksi kalau nadda akan amnesia,bagus berkata dalam hati apa ini jalannya?.


"terima kasih dok"


ucap bagus tersenyum mendengar ucapan dokter,meski ia sedih mendengar kalau nadda mengalami kelumpuhan namun ia bahagia karena nadda masih bisa sembuh.


"kamu siapa?"

__ADS_1


tanya nadda memandang pemuda didepannya.


"aku bagus tunangan kamu dan nama kamu nadda,aku bahagia bisa melihatmu lagi kamu akan sembuh"


bagus tersenyum memegang tangan nadda,maaf kalau aku harus berbohong 'bathinnya.


"lalu dimana keluargaku kenapa hanya kamu disini lalu kenapa aku bisa seperti ini?"


tanya nadda bertubi-tubi,bagus pun menjawab pertanyaan nadda meski dengan kebohongan.


"keluarga kamu masih diluar negeri jadi belum bisa pulang dan kenapa kamu seperti ini,itu karena kamu kecelakaan mobil tapi aku bersyukur kamu masih selamat"


ucap bagus dengan kebohongannya yang ia ceritakan seolah itu yang terjadi.


"begitu bisa bantu aku untuk duduk"


nadda meminta bagus mengangkat tubuhnya untuk duduk.


bagus semangat memberikan perhatian ke nadda.


"aku mau bubur ayam sama teh manis bisa kamu belikan?"


ucap lirih nadda menjawab pertanyaan yang diajukan bagus,entah kenapa dia bersemangat sekali.


"baiklah aku pergi sebentar,kamu tidak apa-apa kan sendirian"


bagus berpamitan untuk membeli bubur.


"aku tidak apa-apa"


jawab nadda tersenyum.

__ADS_1


nadda yang melihat bagus pergi menghela napas panjang,kenapa jalan hidupku seperti ini lagi-lagi aku diposisi seperti ini.bagaimana kabar jin oppa? apa dia tahu aku kecelakaan? kenapa aku mengharapkannya.ia pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya lagian aku bukan siapa-siapa dia.


Dengan hati senang bagus membeli bubur ia teringat masa lalunya,dimana dia membelikan nadda bubur ketika sakit.


meski ini hanya sementara tapi,ia bahagia bisa dekat dengan seseorang yang ia cintai.


**


"Hyung bagaimana tadi?"


tanya Jimin ke seokjin namun yang ditanya menyengitkan dahi seakan ia lupa atau pura-pura lupa.


"bagaimana apanya?"


ucap polos seokjin menjaili Jimin dan yang lain.


"ayolah Hyung jangan memasang wajah polos kita bukan army,jadi langsung jawab aja"


Jungkook yang sudah tidak tahan pun tanpa sadar mengejek seokjin,seokjin mendengar itupun langsung memberikan hadiah untuk Jungkook.


tak.


"aw sakit Hyung apa yang kamu lakukan? aku kan cuman bercanda"


teriak Jungkook mengelus kepalanya memasang wajah cemberut yang membuat member lain tertawa.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_1


__ADS_2