
duduk terdiam termenung
menatap langit penuh awan
daun berguguran seolah menemani
burung berkicau bernyanyi
menemani kesepian ku
angin bertiup membawa debu
ingin aku berteriak
berteriak melepas beban
beban yang seakan memberat dipundak
Tuhan kuatkan aku.
nadda berjalan tanpa arah,tatapan kosong seolah ia berjalan dijalan sepi.padahal ia berjalan di trotoar banyak orang berlalu-lalang.
hidupku tidak seperti dulu yang biasa hanya ditemani laptop dan hp,kini hidupku layaknya tokoh novel yang tulis penuh drama.
nadda tidak melihat kanan kiri ketika menyebrang sampai mobil melesat kencang menghempas tubuhnya.
brukk..
citttt..
semua berlari menuju tempat kejadian,ada yang membantu nadda ada pula yang menelepon ambulans.
"ya ampun kasian sekali dia masih muda"
ucap ibu-ibu menutup mulutnya menatap nadda kasian.
"kasian sekali,apa dia tidak melihat kanan kiri"
__ADS_1
komentar anak sekolah yang baru pulang.
banyak orang yang melihat kejadian tersebut tapi hanya beberapa yang membantu lainnya hanya melihat.
di perusahaan Ani.
Aris bolak-balik dengan gelisah,ia mencoba menelepon nadda namun tidak ada jawaban.
handphone Aris berbunyi ia melihat nomer tidak dikenal,namun.ia angkat ketika dia mendengar seseorang berbicara ia langsung lari tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar.
ketika Aris sudah di rumah sakit ia langsung bertanya dimana korban kecelakaan.
ruang ICU.
cklek.
"dok bagaimana keadaan korban kecelakaan tadi?"
tanya Aris ketika melihat dokter keluar.
"apa anda keluarganya"
"iya,saya saudara beliau ada apa dok?"
ucap Aris yang sudah tidak enak.
"kita ke ruangan saya,nanti saya jelaskan"
ucap dokter jalan ke ruangannya.
"jadi,begini.menurut pemeriksaan pasien mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan harus dilakukan operasi.tapi operasi itu akan membuat pasien hilang ingatan,kalau bisa kita lakukan segera agar pasien bisa diselamatkan"
ucap dokter menjelaskan.
"baik dok,lakukan yang terbaik untuk pasien berapa pun biayanya saya akan bayar asal pasien bisa sembuh dan sehat kembali"
ucap Aris dengan lemas mendengar penjelasan dokter.
__ADS_1
Aris menghubungi Ani karena dia tidak tahu keluarga nadda,ia memberi tahu Ani kalau nadda kecelakaan.
Ani yang panik langsung membeli tiket untuk pulang,sebelum itu dia menghubungi iza dan Adelia kalau nadda kecelakaan dan menyuruh mereka untuk memberi tahu orang tua nadda.
Aris bolak-balik menunggu operasi nadda,tidak lama iza dan Adelia datang bersama mereka bilang orang tua nadda lagi luar kota dan Kakak nadda sedang menuju ke rumah sakit.
"ris lo pulang istirahat disini biar gue sama iza,nanti suami kita sama kakak nadda juga kesini.jadi mending sekarang lo pulang"
ucap Adelia menyuruh Aris untuk pulang.
"iya kak,nanti kalau ada apa-apa hubungi gue"
ucap aris.
dua jam kemudian suami iza dan Adelia datang bersama kakak nadda,mereka menunggu hingga delapan jam.
cklek.
"dok bagaimana keadaan adik saya"
tanya kak Adit kakak nadda.
"operasinya berjalan lancar,namun pasien mengalami koma.kita tunggu sampai pasien bangun"
ucap dokter memberi tahu keadaan nadda.
"nadda hiks hiks hiks kenapa kamu jadi seperti ini"
ucap kak Adit menangis ketika mengetahui keberadaan nadda.
"dit,sabar kita berdoa semoga nadda cepet bangun"
ucap suami iza memberi semangat untuk Adit.
setelah operasi nadda dipindahkan ke ruangan inap,seluruh badan nadda dipasang alat ia hanya diam tidak bergerak membuat iza dan Adelia menangis kencang melihat keadaan nadda.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.