Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 158


__ADS_3

nadda terdiam membisu didepan ahran,hampir satu bulan ia tidak memberi kabar ke keluarga seokjin dan tidak memberitahu tentang dirinya dan seokjin.


"satu bulan kamu kemana? kenapa tidak memberi kabar? seokjin juga sama dihubungi nggak bisa dia malah langsung ke drom lalu kamu kemana?"


ujar ahran oenni mengintrogasi sang adik ipar yang tidak lain adalah nadda,nadda yang merasa bersalah menundukkan kepala sambil mendengarkan ucapan ahran.


hampir satu jam ahran berucap dan memberikan berbagai pertanyaan,entah kenapa ahran tidak capek.nadda menghela napas lega saat saat min Jun berteriak memanggil namanya.


"nadda imo! aku kangen,imo kemana? kenapa tidak dirumah.aku kangen jalan-jalan ke taman sama es krim.


teriak min Jun memeluk nadda erat sambil mengeluh karena lama tidak bertemu.


"nanti kita jalan-jalan lagi,sekarang min Jun istirahat dulu Ok"


ucap nadda tersenyum mengelus rambut min Jun dan menyuruhnya untuk istirahat karena sudah malam.


nadda yang sedari tadi tidak melihat oemma dan appa,ia bertanya ke ahran dan oenninya bilang oemma dan appa sedang pergi mungkin bulan depan baru pulang.


"oenni aku minta maaf kalau aku tiba-tiba menghilang dan untuk oppa mungkin dia sedang sibuk jadi tidak bisa pulang terlebih dahulu"


nadda menarik napas agar ia tenang saat berbicara dengan oenninya meski dalam hati ia merasa bersalah.

__ADS_1


"ya sudah apapun masalah kalian aku harap kalian menyelesaikannya dengan kepala dingin,aku juga tahu seokjin tidak selalu ada untukmu tapi cinta kalian masih bisa bertahan"


ucap ahran oenni memberi kata bijak untuk adik iparnya.


**


namjoong melihat seokjin tersenyum seperti orang g*** membuat ia merinding dan mencoba untuk berbicara.


"Hyung kau tidak apa-apa kan?"


tanya namjoong dengan hati-hati 'semoga Hyungnya tidak kenapa-kenapa' doanya dalam hati.


ucap seokjin tersenyum lebar,ia sangat bersyukur karena hari ini tanpa harus mencari tapi ia sudah bertemu dengan istri tercinta 'alhamdulillah terima kasih ya Allah engkau telah memberikan ku nikmat tiada hentinya'.


"lalu kenapa kau tersenyum seperti itu membuatku agak aneh hehe"


dengan meringis namjoong bertanya kepada seokjin yang masih tersenyum bahkan semakin lebar membuatnya semakin takut.


"yak! namjoong! kenapa kau ketakutan seperti itu aku masih sehat belum g*** ,baiklah aku akan memberitahumu sesuatu sini mendekat"


ucap seokjin tersenyum geli melihat ekspresi namjoong yang ketakutan ia pun memberitahu kenapa ia bahagia.

__ADS_1


namjoong yang mendengar ucapan Hyungnya menjadi kaku 'apa itu benar? aku akan bertanya ke manager Hyung',tanpa berpamitan namjoong pergi mencari manager kim.


setelah mencari ia melihat manager Hyung sedang duduk bersama Jungkook dan Jimin,ia pun menghampiri mereka lalu bertanya ke manager Hyung.


manager Hyung menjawab dengan anggukan tanpa berbicara apapun,jimin dan Jungkook tersenyum melihat tingkah namjoong Hyung.


"itu memang benar Hyung bahkan kita yang pertama kali melihatnya"


seru Jungkook dengan semangat dan diangguki Jimin yang masih melahap makanannya.


"kenapa kalian tidak bilang dari awal jadi aku tidak mengaggap jin Hyung sudah kehilangan kewarasannya"


ucap namjoong yang kesal karena tidak diberitahu sejak awal dan menganggap Hyungnya sudah g***.


"hahaha Hyung untung kau belum membawa jin Hyung ke rumah sakit kalau tidak hahaha aku tidak tahu apa yang akan terjadi"


jimin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Hyungnya dan Jungkook bahkan tidak jadi makan setelah mendengar ucapannya.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.

__ADS_1


__ADS_2