
semua orang berkumpul untuk sarapan tidak ada suara kecuali garpu dan sendok,nadda memang sengaja memasak makanan korea dan Indonesia agar keluarga seokjin dapat menikmati makanannya.
oemma tersenyum saat memakan makanan nadda ia bertanya siapa yang memasak lalu nadda menjawab kalau ia yang memasak,nadda mendapat nilai plus dari keluarga seokjin karena ia bisa memasak makanan korea meski agak sedikit berbeda dari aslinya namun eomma dan eonni memuji masakan nadda.
"terima kasih sudah memperlakukan kami dengan baik dan menerima seokjin,sebelumnya kami meminta maaf karena tidak bisa berlama-lama di Indonesia karena saya dan appa masih banyak pekerjaan.mungkin lain kali kalian bisa datang ke Korea untuk berlibur"
ucap seok Jung mewakili keluarganya karena ia bisa berbahasa Inggris.
"tidak apa-apa saya juga berterima kasih karena kalian bisa menerima nadda menjadi bagian dari keluarga kalian,jam berapa kalian akan berangkat"
jawab kak Adit tersenyum mendengar ucapan seok Jung yang menghargai keluarganya.
seokjin menjawab kalau penerbangan jam 10 pagi,ia juga meminta maaf kalau ia belum bisa membawa nadda ke Korea karena ia takut nadda akan kesepian mungkin nanti ia akan menjemput nadda untuk tinggal di Korea.
__ADS_1
nadda yang mendengar ucapan sang suami hanya tersenyum kecut dalam hati apakah ini pernikahan yang ia tunggu sungguh kuasa-mu lebih dari besar dari yang ku tahu.
didalam kamar sepasang suami isteri terdiam tanpa ada yang bersuara,sang istri sedang membantu menyiapkan barang-barang yang akan dibawa.apa yang aku harus bereskan dia disini baru beberapa hari bahkan ia hanya membawa beberapa pakaian bathin nadda melipat baju seokjin oppa.
"nadd apa kamu marah dengan apa yang aku lakukan?"
tanya seokjin oppa memandang kedua mata nadda mencari jawaban,namun sorotan matanya sudah menjawab pertanyaannya.
"aku tidak tahu apa yang terjadi hah mungkin aku yang terlalu berharap,hah aku bisa bilang hati manusia bisa berubah sewaktu-waktu tanpa kita duga dan Allah yang tahu dan Allah yang bisa membolak-balikkan hati.bukannya aku menggurui tapi aku hanya bisa berdoa dan pasrahkan semua kepadanya"
pelukan hangat dari samping menggoyahkan pertahanan air mata kini mengalir meluapkan emosi yang sedari tadi ia tahan sedih,kecewa namun ia masih tahan dalam hati selalu berkata ini belum seberapa kehidupanku masih panjang masih banyak yang harus aku lalui.
"aku minta maaf jika semua ini membuatmu sedih,aku bukanlah manusia sempurna aku bukanlah suami yang kau idamkan tapi kamu harus tahu apa yang terjadi sekarang itu kuasanya.aku sudah mengikhlaskanmu disaat aku berjuang sendiri tapi Allah berkehendak lain kita dipersatukan dengan mudah.tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak"
__ADS_1
ucap seokjin memeluk erat dan mengecup kening,mata serta bibir dalam diam ia menangis dan berdoa.
"bukannya aku tidak mempercayaimu tapi,semua ini terlalu mendadak untukku.dua bulan yang lalu aku kehilangan calon suami dan sekarang aku menikah dengan seseorang yang tidak pernah terbayangkan olehku mencintaimu bagaikan bumi dan langit.."
ucap nadda mengutarakan isi hatinya yang belum percaya dengan apa yang terjadi.
"semua ini seperti mimpi tapi aku bahagia bisa memilikimu sosok yang selalu mengganggu pikiranku,sosok yang selalu datang mimpiku walau aku bersikap biasa didepan semua orang tapi hati dan pikiranku tidak lepas darimu.maukah kamu belajar untuk mempercayaiku begitupun aku kita sama-sama belajar membangun rumah tangga seperti apa yang diajarkan Rasulullah"
ucap seokjin melihat kedua mata nadda dengan penuh cinta dan kasih.
tidak ada yang tahu kehidupan seseorang akan seperti apa.
hanya Allah yang mengetahui dari apa yang kita tidak ketahui.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.