
nadda yang tidak menyadari kalau ada orang disebelahnya pun hanya diam membaca buku.
"ekhem Mau ngapain kamu ke Thailand?"
tanya jin oppa ke nadda yang sedang fokus membaca,nadda yang tiba-tiba mendengar suara pun terdiam namun ia mengenali suara itu.
ia pun menengok ke asal suara,ia hampir teriak ketika melihat jin oppa disebelahnya namun mulutnya ditutup oleh tangan jin oppa.
nadda yang ingin bicara berusaha melepaskan tangan jin oppa.
"hah huh hah ngapain oppa disini?"
tanya balik nadda yang kaget melihat seokjin disampingnya,pikiranya pun berputar kalau ini orang ada disini berarti dia tidak sendiri.
ingin rasanya nadda menengok kebelakang namun ada keraguan dihatinya,akhirnya ia memilih untuk pura-pura tidak tahu.
seokjin melihat ekspresi nadda sedikit berubah namun kembali dalam sekejap,ia berspekulasi bahwa nadda pura-pura tidak tahu.
"menurutmu aku mau ngapain"
tanya balik seokjin mengikuti permainan nadda,agar nadda tidak malu.
"hehe kamukan idol jadi kalau tidak konser ya ada acara lain"
nadda menjawab dengan tenang padahal dalam hati,ia benar-benar gugup apa lagi ia tahu kalau dibelakang ada member BTS.
__ADS_1
wow kalau army tahu,apa yang mereka lakukan,satu orang saja bisa membuatku tidak berdaya apalagi satu dunia sungguh sulit hidup seperti ini.
"apa yang kamu pikirkan,jangan terlalu banyak berpikir yakinlah semua akan baik-baik saja"
seokjin menepuk pelan kepala nadda,ia ingin wanita disampingnya merasa nyaman karena ada dirinya,meski..
"kamu mau ngapain ke Thailand?"
seokjin bertanya lagi karena nadda tidak menjawab pertanyaannya.
"seharusnya aku naik pesawat Korea-Indonesia namun salah membeli tiket atau ia tidak tahu,aku tidak mengerti"
nadda membuang nafas kasar mengingat kebodohan Mila,kalau Mila tahu ia dikatakan bodoh mungkin ia akan menggantung nadda di pohon ciplukan.
entah bisikan dari mana seokjin berharap nadda tetap tinggal sebentar di Thailand.
"mungkin aku langsung ke Jakarta,karena aku sudah ditunggu sahabatku"
sebenarnya nadda ingin bilang kalau ia ingin istirahat namun ia tahu,itu tidak baik apalagi kalau ada gosip yang tidak-tidak.
"baik,kamu nggak tidak tidur masih.. cukup lama nanti aku bangunin kalau sudah sampai"
seokjin menyuruh nadda untuk tidur agar dia tidak lelah ketika sampai.
menatap wajah disampingnya membuat seokjin nyaman,ia tahu semuanya akan berakhir pada waktunya dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
satu kalimat yang ia masih ingat dari nadda 'berdoalah,yakinlah Tuhan tidak akan memberikan yang terbaik untuk hambanya meski terkadang yang terbaik untuk kita belum tentu terbaik untuk-nya'.
tapi peryaca tidak ada yang sia-sia.
aku percaya jika kita memang berjodoh sejauh mana pun kita berada,kita akan dipersatukan.
tidak lama pesawat mendarat seluruh penumpang turun,begitu pun nadda namun ia tidak turun bersama seokjin.
ia memilih untuk sendirian,ia pun berjalan untuk membeli tiket menuju Jakarta.hah untung ia membawa uang kalau tidak bagaimana ia akan pulang.
lagi-lagi nadda menghela nafas panjang,ia harus menunggu pesawat kurang lebih tiga puluh menit.
ia pun memutuskan untuk pergi ke masjid,setelah ia beribadah ia beristirahat sejenak lalu ia mendengar suara panggilan ia pun bergegas menuju ke pesawat.
**
seokjin terdiam kala ia melihat sosok jalan sendirian ingin rasanya ia menemaninya namun ia sadar siapa dirinya.
hidup adalah pilihan,setiap pilihan pasti resikonya.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1