Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 80


__ADS_3

Fadil berjalan-jalan ia duduk di taman belakang rumah sakit,ia masih kepikiran tentang nadda dan ia menyuruh seseorang untuk mencaritahunya.


ia dan nadda baru bertemu tadi pagi namun wajah wanita itu selalu menghantuinya,dengan g*** ia mengakui nadda sebagai kekasihnya didepan keluarga.tidak lama seseorang datang membawa berkas yang butuhkan.


ia membaca dengan teliti berkas ditangannya,ia menyengitkan dahinya setelah membaca berkas itu dalam pikirannya kenapa nadda bisa mengalami hal seperti ini.


**


nadda duduk di taman menunggu seseorang,ia teringat perkataan dokter ketika ia cek up 'benturan di kepala Anda cukup keras itulah sebabnya Anda sering merasa pusing ketika banyak pikiran,saya sarankan untuk tidak banyak pikiran dan ini vitamin yang harus Anda minum' ucap dokter.


puk.


"nadd lo nggak kenapa-kenapa?"


tanya iza yang melihat nadda melamun.


"ahh za,gue nggak kenapa-kenapa.gue mau tanya apa adik lo sudah dikorea?"


tanya nadda yang baru teringat tentang Mila.


"nggak usah dipikir,dia sudah disana.kan disana ada Mila mungkin nanti kita bisa kesana buat liburan"

__ADS_1


ucap iza tersenyum menenangkan nadda.


"ya syukurlah lo.."


ucap nadda terpotong ketika ada orang yang menghampiri mereka,dia memberi selamat atas hubungan nadda dengan Fadil.


nadda yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum canggung dan menganggukkan kepala,ia merasakan hawa dingin yang menusuk disampingnya iza dengan tatapan tajam seolah berkata siapa Fadil?'.


"hehe za kayaknya mau hujan, bagaimana kalau kita pulang soalnya gue nggak bawa payung"


ucap nadda mengalihkan perhatian iza tentang ucapan orang tadi.


namun ketika nadda ke mobilnya iza juga ikut masuk,ia pun bertanya kenapa iza masuk ke mobilnya lalu iza menghubungi sopirnya untuk pulang lebih dulu.


"siapa Fadil? gue nggak pernah dengar itu nama,lo kenal dimana terus kapan jadiannya kan lo baru beberapa Minggu disini dan lo juga baru kerja atau lo kenal dia dikorea?"


tanya iza tanpa berhenti,nadda yang mendengarnya pun memegang kepalanya yang pusing lalu ia berkata tunggu Ani dan Adelia maka ia akan menceritakan semuanya.


setelah beberapa menit Ani dan Adelia datang ke restoran,nadda pun menceritakan apa yang terjadi tapi respon sahabatnya hanya diam tanpa kata.


"kalian nggak percaya sama yang gue ucapin?"

__ADS_1


tanya nadda ketika melihat ekspresi sahabatnya setelah mendengar ceritanya.


"bukan begitu,menurut gue ini bukan kebetulan tapi .."


ucap serius Ani dengan tampang seolah peramal namun dipotong oleh teriakan iza dan Adelia.


"takdir"


seru iza dan Adelia bersamaan membuat nadda dan Ani memegang dada karena kaget.


"bisa nggak,nggak usah teriak budeg tahu untung sepi kalau rame malu-maluin"


ucap Ani menegur kedua sahabatnya,mereka pun terdiam setelah mendengar ucapan Ani.


nadda yang melihat pun menahan tawa,setelah pertemuan mereka pergi ke tempat masing-masing sedangkan nadda memperhatikan jalanan yang macet dan orang lewat.


suara gemuruh mengiringi kesunyian nadda,pikirannya berada dikorea ia rindu dengan Mila dan Myung Soo 'bagaimana keadaan mereka,apa mereka sudah melupakan dirinya'.mendengar suara dipikirkannya membuat sakit kepalanya kambuh ia pun meminum obat dan tidur sambil duduk.


**


terima kasih sudah baca.

__ADS_1


jangan lupa like and koment.


__ADS_2