
seminggu setelah siuman nadda sudah diperbolehkan pulang,dalam hati ia bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup.
namun dalam hati ia juga bertanya apakah semua yang ia alami murni kecelakaan atau tidak.
"sayang kamu istirahat dulu jangan ngurusin buku,urusan restoran juga sudah ada yang ngatur jadi kamu istirahat"
ucap Mama nadda.
"iya ma"
jawab nadda tersenyum.
**
"siang Bu"
ucap Ita (karyawan restoran)
"siang,ada apa ya? ada masalah?"
tanya Adelia.
"bagaimana kabar mba nadda Bu,apa dia sudah pulang?"
tanya balik Ita.
"ouh itu,keadaan dia sudah sehat dan sudah pulang.memang kenapa? kamu mau jenguk dia?"
ucap Adelia.
"kalau boleh Bu hehe"
ucap Ita malu-malu.
"boleh,kamu boleh pergi sekarang"
ucap Adelia.
"kalau begitu saya permisi,terima kasih Bu"
ucap Ita.
"iya,hati-hati"
ucap Adelia memandang punggung itu hingga menutup pintu.
"ternyata nggak ada nadda gue nggak bisa apa-apa hiks hiks nadda cepat balik"
ucap sedih Adelia dengan tumpukan laporan yang belum selesai.
__ADS_1
**
"Hachim Hachim kayaknya ada yang ngomong gue,tapi siapa?"
ucap nadda mengusap hidung.
tok.
tok.
tok.
"masuk"
ucap nadda berusaha untuk duduk.
"assalamualaikum mba"
ucap Ita masuk ke kamar nadda.
"wa'alaikumsalam,hai Ita lama tidak bertemu bagaimana kabar kamu? bagaimana restoran"
tanya nadda senang melihat Ita datang menjenguknya.
"Alhamdulillah baik,kalau resto kayaknya Bu Adel lagi pusing hehe"
"Haha nggak kenapa-kenapa sekali-kali kan dia bosnya dia harus bisa"
ucap nadda tersenyum geli membayangkan sahabatnya yang pusing dan bosen.
"ini gue mewakili teman-teman yang nggak bisa kesini,maaf kalau cuman buah maklum belum gajian hehe"
ucap Ita memberikan bingkisan.
"nggak kenapa-kenapa,ini juga terima kasih lo sudah repot-repot.bagaimana karyawan lain masih sama atau sudah berubah"
ucap lawak nadda yang tidak terlalu lucu.
"Haha emang power ranger berubah,masih sama orangnya tingkahnya yang membuat Bu Adel geleng-geleng kepala"
ucap Ita tertawa mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
mereka terhanyut dengan obrolan receh yang sudah lama tidak bersua,semenjak nadda bekerja dikantor Ani ia jarang atau bahkan tidak ke restoran.
semua dikerjakan oleh Adel atau dia lewat email,nadda sejujurnya Langen dengan suasana restoran ia beharap cepat pulih agar bisa kembali nulis dan pergi ke restoran.
**
tok.
__ADS_1
tok.
tok.
"masuk"
ucap ani melihat siapa yang datang.
"ada apa?"
tanya Ani.
"itu diluar ada polisi Bu"
ucap sekertaris Nana.
"ya sudah suruh masuk"
ucap Ani 'kenapa mereka kesini?'
ucap bathin Ani.
"selamat siang"
ucap pak polisi menjabat tangan.
"siang pak,ada,yang bisa saya bantu"
tanya Ani.
"begini..."
ucap pak polisi menjelaskan kedatangan mereka menemui Ani
"iya,terima kasih atas infonya"
ucap Ani mengantar pak polisi sampai pintu.
setelah kedatangan polisi ia menghubungi kak Adit untuk bertemu membahas tentang info yang ia dapat,bukan hanya kak Adit tapi ia juga meminta sahabatnya untuk datang.
semua orang sudah kumpul,ani menjelaskan info yang ia dapat,awalnya mereka masih bingung namun setelah mereka mengingat masa lalu mereka adel mengingat nama itu.
tapi ia tidak yakin apakah nama yang ia sebut adalah orang yang sama tau bukan,cuman nadda yang mungkin masih mengingat sosok itu.namun kak Adit berkata jangan sekarang karena nadda baru saja pulang dan baru sadar.
terima kasih sudah baca.
maaf kalau ceritanya agak ngawur maklum baru belajar nulis
jangan lupa like and koment.
__ADS_1