Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 109


__ADS_3

lagi lagi dan lagi gue berada disini,perasaan sahabat gue sering bolak-balik luar negeri tapi kenapa beli tiketnya nanggung nggak sekalian satu arah gerutu nadda yang melihat tiket tujuan Indonesia-singapura.


"gue punya sahabat pinter,apa saking pinternya beli tiket bukannya satu arah malah muter-muter dulu.mau beli lagi nanggung adanya besok ahh"


geruru nadda menghentakkan kakinya,mau nggak mau ia menaiki pesawat dengan tiket ditangannya.


sampai di bandara Singapura ia mendapat notifikasi dari iza yang isinya tiket pesawat singapura-seoul,nadda berpikir apa ini permainan mereka? sumpah nggak lucu' teriak nadda dalam hati karena ia malu banyak orang.


nadda mengutuk iza berkali-kali saat ponselnya susah dihubungi padahal seminit yang lalu baru saja ngirim email.


matanya tak lepas dari layar besar menampilkan tujuh orang bernyanyi dan menari,tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipi dan selembar tissue menghapus air matanya.


nadda menengok kesamping terlihatlah sosok tidak asing dimatanya,ini orang kenapa disini perasaan ketemu mulu' pikir nadda menatap tajam bara sedangkan bara menanggapi dengan senyuman.


"Lo nggak ngikutin gue kan?"


tanya nadda menatap tajam bara seperti seorang buronan,gelengan kepala diberikan bara untuk menjawab pertanyaan nadda.


seolah menjadi tertuduh bara pun menjelaskan kalau ia sedang ada kerjaan di Singapura dan cepat-cepat berkata kalau mereka beda pesawat,ia hanya tidak sengaja melihat nadda dan menghampirinya.


nadda memicingkan matanya seolah tidak percaya tapi ia tetap diam dan menerima penjelasan bara,mereka berpisah karena tujuan mereka berbeda.

__ADS_1


bruk.


"aw apes banget hidup gue"


gerutu nadda memungut barang-barangnya yang berserakan,orang yang menabraknya pun meminta maaf dan membantu mengambil barang-barang nadda.


tanpa sepengetahuan nadda ponsel dan dompetnya telah hilang diambil sang penabrak yang ternyata seorang pencopet,ia pun segera berlari ke petugas untuk meminta bantuan.


"huhuhu apes hiks dompet gue bagaimana gue Korea kalau tiketnya ada di ponsel hiks hiks"


ujar nadda menangis meratapi nasibnya ia tidak tahu bagaimana karena tiket dan dompetnya menghilang.


bolak-balik seperti setrikaan tanpa disengaja ia mendengar bahwa pesawat tujuan Korea akan terbang,terduduk memikirkan nasibnya yang kurang beruntung berharap ada seseorang yang membantunya.


ya Allah ampunilah dosa-dosa ku,maafkanlah aku janganlah engkau memberiku cobaan dibatas kemampuanku Aamin.


tiga jam lebih ia duduk di kursi penumpang ia tidak tahu harus kemana uangnya ada di dompet lalu bagaimana ia menginap dan membeli tiket pesawat.


puk.


tepukan pundak membuat nadda menoleh ia bertatapan dengan bara,kenapa dia masih disini? bukannya dia sudah pergi' benak nadda mengerutkan kening melihat bara tersenyum didepannya.

__ADS_1


"kamu mau kemana? aku akan membelikanmu tiket tadi aku tidak sengaja mendengar orang bercerita kalau ada perempuan kecopetan,jadi kamu mau kemana"


tanya bara tersenyum membantu perempuan didepanya,entah kenapa hatinya tergerak padahal mereka baru beberapa kali bertemu.


nadda yang mendengar ucapan bara pun tersentak kaget lalu ia berpikir apa tidak apa-apa jika ia menerima bantuan bara mungkin nanti ia bisa mengganti biayanya setelah ia dikorea.


setelah berpikir panjang nadda pun menerima tawaran bara,ia berjanji akan mengembalikan uang pembelian tiket setelah ia sampai dikorea.


"nggak usah diganti aku ikhlas membantu kamu sebagai sesama manusia apalagi kita satu negara,hati-hati semoga selamat sampai tujuan maaf aku nggak bisa menemanimu karena aku masih ada urusan.


assalamualaikum"


ucap bara pamit untuk pergi.


"wa'alaikumsalam"


jawab nadda tersenyum kearah bara yang meninggalkannya sendiri,tiket ditangannya menunjukkan dua jam lagi ia baru berangkat.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.

__ADS_1


__ADS_2