Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 112


__ADS_3

bermodal secarik kertas dari Mila aku melangkah tak pasti menuju gedung tempat aku menemui seseorang.


huh hah semoga aku bisa bertemu dengannya' bathin nadda berdoa,menyusuri jalan tidak tentu dengan b****nya ia tidak meminta Bryan untuk mengantarnya alhasil ia berjalan kaki setelah turun di halte.


"nadda nadda ternyata lo sama kayak sahabat lo nggak ada bedanya,kenapa nggak naik mobil sama Bryan kan lebih nyaman.itu kenapa banyak orang"


ujar nadda menggerutuki nasibnya,lalu ia melihat segerombolan orang-orang di depan gedung nggak mungkin kan mereka mau demo?' pikir nadda mendekati kerumunan.


deg deg deg jantungnya berdetak kencang melihat sosok yang selama ini ia rindukan,air mata mengalir dengan bibir mengatup menahan tangis dia hiks dia nggak mungkin! gue pasti salah lihat Mila!' jerit nadda didalam hati.


"Mila kenapa lo nggak bilang! apa lo mau gue lihat dengan mata gue sendiri"


gerutu nadda mengutuk Mila berkali-kali bahkan ia tidak sadar mundur dan mengenai seseorang dibelakangnya.


bruk.


"aw sakit"


jerit seseorang dibelakang nadda yang tidak sengaja terinjak kakinya,nadda pun meminta maaf dengan wajah penuh air mata.

__ADS_1


perempuan yang terinjak melihat wajah nadda pun memeluk erat sambil berkata sudah jangan nangis kita sama sakitnya kalau memang dia bahagia kita juga harus bahagia' ucap perempuan itu menenangkan kata-kata untuk nadda yang tambah keras nangisnya menyamai mereka disekitar nadda dan perempuan itu.


"hei sudah mereka hanya pacaran belum nikah! ini anak-anak pada lebay banget nangis dipinggir jalan kan juga aku juga pengin huaaa seokjin oppa kau jahat' jerit perempuan itu memeluk erat nadda.


setelah nangis berjamaah nadda dan perempuan itu duduk disalah satu kafe,perempyan itu memesan minuman dan makanan untuk mereka padahal kenal juga tapi perempuan itu memperlakukan nadda seperti sahabatnya.


"sudah tidak perlu diratapi kita doakan semoga mereka putus! mereka itu tidak cocok,oppa itu harus pakai kacamata biar lihat mana yang baik dan mana yang tidak"


ucap perempuan itu tanpa henti berucap,ya ampun kenapa ini anak cerewet banget' keluh nadda meminum orence jus yang dipesan perempuan didepannya.


"terima kasih dan kita belum kenalan aku nadda kamu"


"sorry aku laper jadi nggak nyadar kalau kita belum kenal,kenalin aku Shin Hye min kamu bukan orang Korea ya?"


ucap Hye min mengulurkan tangan sebelum itu dia mengelap dulu tangannya yang kotor.


"iya aku dari Indonesia mereka sudah berapa lama pacaran?"


tanya nadda sambil makan meski hatinya hancur berkeping-keping namun ia tetap tersenyum didepan Hye min,hah apa ini sebabnya kamu tidak menghubungiku lalu apa artinya pernikahan ini' ucap bathin nadda.

__ADS_1


Hye min berbicara tanpa henti seolah bibinya tidak capek,nadda yang mendengar ocehannya cuman tersenyum tanpa minat membalas ocehannya.


entah Hye min yang terlalu baik atau nadda yang terlihat kasihan,dia sudah membayar makanan nadda karena ia tidak membawa uang lebih dan sekarang Hye min mengantar nadda ke restoran 'sebagai sesama manusia kita harus saling menolong apa lagi orang yang kesusahan' ucap Hye min membalas ucapan terima kasih nadda.


ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Hye min,sosok baik dan lucu yang membuat ia tertawa dengan tingkah lakunya.


nadda terdiam ketika memasuki restoran bahkan sapaan pegawai ia hiraukan dibenaknya hanya kata-kata yang ia lihat tadi.


berita.


konfirmasi kalau Kim seokjin dan park jisso (bukan idol) memang memiliki hubungan khusus.


kata-kata itu seolah mantra yang membuat nadda memejamkan mata otaknya berpikir keras.


'lalu apa artinya semua kata cinta dan pernikahan ini! aargh aku bisa g***"


jerit bathin nadda menangis dalam diam.


terima kasih sudah baca.

__ADS_1


jangan lupa like and koment.


__ADS_2