
bagai tersambar petir nadda tersentak ketika kedua orang tuanya mengatakan kalau ia akan menikah,ia bertanya siapa calon suamiku mereka hanya bilang kamu mengenalnya dan ini sudah keputusan final mau tidak mau kamu akan menikah dengan dia ucap papahnya.
apakah aku harus bahagia karena pada akhirnya aku menikah? tapi bukan seperti ini,aku memang ingin menikah dengan orang yang mencintaiku menerima kekuranganku dan menerima keluargaku aaargh kenapa harus seperti ini hiks hiks hiks' jerit tangis nadda dalam kesunyian.
ia memutuskan untuk pergi dari rumah setelah mendengar keputusan kedua orang tuanya,ia tahu ini salah tapi ia hanya ingin menenangkan diri bahkan ratusan bunyi handphone dia abaikan.
tidak ada yang tahu ia dimana tempat ini baru ia datangi,tempat dimana ia bertemu dengan Fadil orang yang selalu mengganggunya dan memberikan kebahagiaan walau hanya sesaat namun ia bersyukur bisa bertemu dengannya.
dilain tempat enam orang sedang berkumpul ditambah satu orang mondar-mandir didepan mereka.
"za lo ngapain mondar-mandir kayak setrikaan aja"
ucap kesal Ani melihat iza membuat ia pusing ditambah nadda belum ditemukan kemana itu anak?.
berbeda dengan ani dan yang lain,axel sangat tahu kenapa istrinya seperti ini hah iza iza apa yang kamu lakukan justru membuat nadda sakit kita tidak tahu siapa yang nadda cintai.axel ingin menceramahi sang isteri..tapi aah gue nggak bisa begini' ucap bathin axel.
Axel pergi meninggalkan mereka dengan pertanyaan di kepala mereka,kenapa dia pergi begitu saja?' pikir mereka lalu disusul dua laki-laki dibelakangnya.
"Mba apa ini ada hubungannya dengan dia dan kemarin"
__ADS_1
tanya Bryan menyadarkan iza,ia terdiam memandang sang adik seakan ia tahu karena kebodohannya sahabat yang ia sayang menderita tapi kata Mila dia..aargh nadda lo dimana gue harus kemana' jerit nadda menggigit jarinya.
tunggu kenapa reaksi iza seperti itu pertemuan kemarin memang secara tidak langsung seokjin mungkin mengundurkan diri,lalu siapa calon suami nadda! kenapa Om sama Tante nggak bilang sama kita.
"za lo bisa dudukkan lo lagi nggak bisulan kan?"
ucap Adel yang gerah melihat Ani dan iza,ia menyuruh iza untuk duduk dan menurut feeling iza seperti menyembunyikan sesuatu.
"apa yang lo sembunyikan dari kita oke,kalau lo nggak mau jawab Bryan lo kayaknya tahu sesuatu bisa lo katakan apa itu"
tanya Adel menatap kedua kakak adik dengan tatapan menyelidik,ia semakin curiga melihat Bryan gugup dan iza yang semakin berkeringat.
ucap gugup Bryan menatap sang kakak dan ia menceritakan apa yang ia tahu.
setelah mendengar cerita bryan,ani dan Adel tersentak menatap iza meminta jawaban.iza pun mengangguk kepala mengiyakan apa yang diucapkan Bryan.iza meminta maaf sambil menangis tapi Adel malah tersenyum.
"hiks hiks Adel kenapa lo malah tersenyum bukan marah sama gue"
ucap iza menangis seperti anak kecil yang minta permen.
__ADS_1
"sudah nggak usah nangis nggak lucu tahu hehe"
ucap Adel berusaha menahan tawa melihat ekspresi sahabat-sahabatnya,haha haduh perut gue sakit kalau bukan karena buku nadda yang gue baca pasti gue bakal seperti mereka' ucap bathin Adel memegang perutnya.
"Adel lo sudah g*** apa ketawa sendiri"
ucap Ani menyentil dahi Adel yang gemas.
tak.
"sakit tahu! huh sudah iza ku sayang jangan nangis semua akan baik-baik saja oke dan Bryan tolong video call Mila"
ucap Adel mengusap dahinya lalu ia menyuruh Bryan untuk menghubungi Mila.
'nadd lo pasti bisa' ucap bathin Adel berdoa.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1
maaf kalau ceritanya tambah ngawur hehe.