
"nadd temenin gue beli makan,gue lagi pengin makan bakso tapi isinya mie ayam carinya dimana ya?"
ucap Adelia yang lagi ngidam 3 bulan umur kandungannya dan sekarang giliran nadda menemani bumil ngidam,apa gue nggak salah dengar ucap nadda setelah mendengar permintaan Adelia.
"del bukannya kebalik mie ayam ditambah bakso itu ada tapi kalau bakso yang isinya mie ayam itu nggak ada"
ucap nadda tersenyum berusaha untuk bersabar dikala ia banyak masalah,untung sahabat dan sayang kalau nggak sudah gue tinggal' bathin nadda.
"tapi gue maunya bakso yang isinya mie ayam bukan sebaliknya nadda! buruan cari gue nggak mau ikut awas kalau nggak dapat gue ancurin ruangan lo!"
ucap Adelia mengancam nadda,baru kemarin gue tulis ulang laporan sampai gue minta Ita buat lembur masa sekarang gue lembur lagi' gerutu nadda mengutuk nasibnya.
nadda pun pergi mencari keinginan Adelia sebelum ia pergi,ia meminta Ita untuk menemani Adel meski harus dengan menambah gaji Ita karena dia pasti nggak mau.
"Ita tolong temenin Adel gue pergi dulu"
ucap nadda melangkah pergi namun tangannya dicekal Ita.
"jangan gue,gue males nemenin bumil nanti minta macem-macem lagi.gue nggak mau ribet tahu"
ujar Ita menolak permintaan nadda dengan kata-kata yang sama.
__ADS_1
"oke gue tambahan gajian lo! sudah nggak usah protes atau lo mau gue turunin jabatan lo"
ucap nadda tersenyum melihat reaksi Ita ketika mendengar ucapan nadda,ia pun menggelengkan kepala dan dengan pasrah ia menuruti kemauan nadda.
susah banget punya asisten satu bukannya bantuin malah nolak perintah terus bikin pusing aja' gerutu nadda disepanjang jalan mencari warung bakso dan mie ayam.
"permisi Bu bisa minta tolong"
ucap nadda tersenyum mengundang kebingungan ibu penjual dan ia memandang nadda dari bawah hingga atas.
"minta bantuan apa nak?"
jawab ibu penjual setelah memandang nadda.
tanya nadda sambil berdoa berharap ibu penjual mengerti perkataannya hingga ia bisa langsung balik ke restoran karena pekerjaannya belum selesai.
"ouh itu bisa nak silahkan duduk ibu buat dulu ini sambalnya dipisah apa dicampur"
ucap ibu penjual setelah beberapa detik terdiam lalu ia tersenyum dan berkata kalau ia mengerti ucapan nadda,nadda pun mengelus dada selamat gue nggak usah lembur lagi hehe' ucap lirih nadda yang masih bisa didengar ibu penjual.
"dipisah aja Bu"
__ADS_1
ucap nadda tersenyum mengambil ponsel,ia melihat notifikasi dan tertera nama yang sebulan ini hilang timbul hah beginilah kalau mempunyai suami super sibuk telpon hanya beberapa menit.
satu bulan sudah ia berstatus istri namun tidak ada yang tahu kecuali orang-orang disekitarnya bahkan sebagian dari mereka tidak tahu siapa suaminya,nadda melihat ke kiri ada sepasang kekasih yang sedang makan bersama sambil tertawa dan bercanda 'bolehkah ia iri dengan apa yang ia lihat' ucap bathin nadda menggelengkan kepala.
"Lo lagi sakit dari tadi memang kepala terus"
ucap seseorang didepannya,nadda yang mendengar itupun mendongakkan kepala tanpa membalas ucapannya.
ia memilih mendekati ibu penjual untuk melihat pesanannya beberapa menit kemudian ia mendapat baksonya,ia pun langsung pergi kembali ke restoran.
**
direstoran Ita sedari tadi bolak-balik mengambil permintaan bumil yang selalu salah Ita gue minta jus jeruk,kok warnanya kuning? gue mintanya Oren bukan kuning ganti ucap Adel setelah melihat warna jus yang tidak sesuai ia minta ganti.
dalam hati Ita berdoa agar nadda cepat kembali 'ini nadda kemana lagi kenapa belum balik gue kan capek' ucap sedih Ita tanpa air mata karena ia malu dengan pengunjung.
"Ita mana cemilan gue"
teriak Adelia meminta cemilan untuk sekian kalinya.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
Jangan lupa like and koment.