Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 144


__ADS_3

setelah diam beberapa saat nadda mengingat nama jisso,dia pacar seokjin bukan lebih tepatnya sepupunya.jadi dia yang namanya jisso 'cantik,pantas saja seokjin memilihnya sebagai pacar pura-puranya'.


"iya aku mengingat siapa kamu,salam kenal"


nadda tersenyum mengulurkan tangan untuk bersalaman 'kamu tidak marah denganku?' tanya jisso yang kawatir jika kakak iparnya marah karena berita itu.


"marah? ouh itu awalnya aku memang ma-"


sebelum nadda melanjutkan perkataannya Myung lebih dulu mengucapkan sesuatu.


"dia sangat marah sampai-sampai dia masuk rumah sakit dan minta pisah"


dengan santai Myung berbicara tentangnya,ucapan Myung Soo membuat jisso merasa bersalah dan meminta maaf.


"oenni,aku minta maaf tapi jujur itu ide seokjin oppa bukan aku"


ucap jisso memegang tangan nadda sambil meminta maaf atas berita kemarin.


"ahh haha sudah aku maafin lagian oppa sudah menceritakan semuanya,harusnya aku yang minta maaf gara-gara berita itu kamu tidak nyaman"


nadda tersenyum memeluk jisso,ia juga merasa bersalah karena seokjin oppa kehidupan jisso tidak seperti dulu apalagi dengan lebel 'pacar seokjin'.

__ADS_1


mereka kembali menikmati acara konser,nadda tanpa sengaja melihat sosok yang ia kenal.ia pun menghampiri sosok tersebut.


"Shin Hye min"


ucap nadda memanggil seseorang didepannya,dengan penuh harap ia berdoa semoga tidak salah orang.


orang yang dipanggil Shin Hye min menengok ke arah nadda,ia menyengitkan dahi sembari berpikir beberapa detik kemudian ia menjentikkan jari dan memeluk nadda.


"nadda! Hay apa kabar sepertinya kau sudah mengikhlaskan seokjin oppa,lama tidak bertemu"


Hye min memeluk nadda untuk melepaskan kerinduan,meski mereka hanya mengenal beberapa menit namun karena sikap Hye min yang ceria dan positif sehingga membuat dia mudah untuk berteman.


"tentu saja...tidak! aku tidak akan mengikhlaskannya,aku baik kamu bagaimana?"


"hehe bisa saja kamu,ya seperti yang kamu lihat.kamu sendiri nontonnya?"


Hye min merasa tidak enak apalagi melihat pandangan mata nadda yang tersirat kan kemarahan.


"itu aku bareng saudara,kamu besok ada waktu"


tanya nadda tersenyum menghilangkan amarahnya 'gue nggak boleh marah'.

__ADS_1


"bisa memang kenapa?"


ucap Hye min sambil menikmati konser yang mereka lihat,nadda menyuruh ia ke restoran xxx lalu nadda kembali ke Myung Soo.


**


setelah acara selesai seokjin meminta ke manager untuk bertemu nadda,di sebuah ruangan khusus seokjin dan nadda bertemu meninggalkan Myung Soo untuk pulang lebih dulu karena takutnya dia bosen menunggu nadda.


dua orang saling memeluk berbagi kasih menyalurkan kerinduan,meski hanya sebentar namun mereka menikmati waktu bersama.


"oppa jaga kesehatan jangan lupa tidur dan beribadah"


nadda tersenyum menahan tangis dalam hati ia berdoa agar pernikahan mereka selalu dalam lindungan Allah,sebenarnya ada beberapa kata yang ingin ucap namun ia tahan karena ia sadar dirinya tidak bisa meminta lebih.


"iya,kamu jaga kesehatan.jangan lupa beribadah,jangan lupa untuk mencintaiku percaya padaku dan maaf aku belum bisa menjadi suami seutuhnya untukmu"


ucap seokjin menitikkan air mata mengecup bibir dan kening nadda,'maaf,ya Allah lindungi kami berdua tumbuhkanlah terus rasa cinta dan sayang kami Aamin'.


seorang laki-laki menatap tajam ke arah mereka dibalik pintu 'apa hubungan kalian berdua? apa benar nadda sudah menikah atau hanya alasan dia saja untuk menolak.kenapa aku harus jatuh cinta pada wanita j***** seperti dia'.


terima kasih sudah baca.

__ADS_1


jangan lupa like and koment.


__ADS_2