
"sorry kak,lagian dipanggil tidak nyaut.emang kakak lagi mikirin apa?"
ucap Aris yang mengelus tangannya yang agak sakit.
"gue lagi laper aja,ini belok mana?"
ucap nadda mengalihkan perhatian Aris.
"belok apanya?"
tanya Aris tidak paham.
"ris,ini jam berapa?"
ucap Nadda berusaha sabar menurunkan emosinya.
"jam 12 lewat... tunggu,ouh iya waktunya istirahat berarti kita ke kantin kak"
ucap Aris cengengesan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dengan kesal nadda mengikuti Aris ke kantin,dikantin nadda dan Aris menjadi pusat perhatian semua memandang ke arah nadda.nadda merasa risih dengan tatapan semua orang,ingin rasanya ia menghilang dari peredaran.
"ris,kenapa semua orang lihat ke arah kita. apa ada yang aneh dengan baju yang aku pakai?"
tanya nadda melihat baju yang ia pakai.
"gak ada yang aneh kok,biarin aja sudah makan"
ucap Aris mengalihkan perhatian nadda ke sekitar yang memandang dia.
'mungkin mereka bertanya kenapa harus nadda yang menjabat wakil direktur,padahal masih banyak karyawan yang berpotensi namun kak Ani lebih percaya kak nadda.ku harap tidak ada yang usil'
ucap Aris dalam hati.
byur..
__ADS_1
tak..
"sorry,gue sengaja upss maksudnya gue gak sengaja"
ucap Lisa pura-pura tidak sengaja menyiram nadda dengan jus ditangannya.
semua orang melihat kejadian itu,mereka berbisik ada yang setuju dengan tindakan Lisa tapi ada pula yang menghujat apa yang dilakukan Lisa.
nadda hanya terdiam pergi meninggalkan kantin,sedangkan Aris sudah pergi duluan karena ada telpon.ketika Aris kembali,ia tidak melihat nadda justru melihat Lisa yang tersenyum dan karyawan lain yang sedang berbisik.
Aris memutuskan untuk mencari nadda, namun sebelum ia pergi ke ruangan nadda ia melihat nadda sedang mengeringkan bajunya yang basah.
"kak kenapa bajunya?"
tanya Aris yang datang tiba-tiba membuat nadda kaget.
"kucing masuk got!,Aris kenapa ngagetin sih untung gue gak punya penyakit jantung.ada apa?"
ucap nadda mengelus dada.
tanya Aris lagi.
"itu,tadi.pas mau minum gue gak fokus jadi kena baju deh hehe"
ucap nadda menutupi apa yang terjadi di kantin.
"mau gue beliin gak?"
ucap Aris menawarkan untuk membeli baju baru.
"tidak usah,lagian nanti juga kering.sudah gue mau ke ruangan gue"
nadda meninggalkan Aris dengan seribu pertanyaan di pikirannya.
"iya kak"
__ADS_1
ucap aris yang masih melamun memandang nadda yang sudah tidak terlihat.
"kayanya ada yang aneh deh,tapi apa"
di lain tempat.
"baru awal,belum apa-apa lo pasti bakal pergi dari sini hehe"
ucap Lisa puas dengan apa yang ia lakukan,ia sedang menyusun rencana untuk nadda.
"heh,lo kenapa ketawa kaya orang gila.bukannya kerja malah disini ketawa sendiri.kalau lo sudah bosen kerja disini sonoh tulis surat resign"
ucap Tasya pedes sepedas cabe rawit dengan mimik ngeselin membuat Lisa darah tinggi.
"cih! mentang-mentang karyawan teladan ngatur-ngatur hidup orang,awas aja lo Tasya s*****"
ucap Lisa marah dengan sumpah serapahnya.
puk..
"kamu ngapain disini?"
ucap aris yang melihat Lisa melamun saat jam kerja.
"ehh pak aris,ini saya dari toilet.pak Aris dari mana? pak Aris sudah makan siang atau mau saya belikan?"
ucap Lisa semanis madu mencari perhatian.
"makasih saya sudah makan lebih baik kamu balik ke ruangan kamu"
ucap aris datar meninggalkan Lisa.
"pak Aris kamu pasti jadi milikku"
ucap Lisa tersenyum dengan tatapan tajam.
__ADS_1