Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 160


__ADS_3

"mil,nadda mana? kenapa belum datang"


Myung Soo yang tidak sabar mondar-mandir melihat pintu.


"sabar nanti juga,emang kamu mau ngapain kalau dia datang? kamu kan sudah lihat di TV di sosmed aja banyak"


ucap Mila yang masih fokus ke buku laporan keuangan tanpa memperdulikan Myung Soo.


tak lama nadda datang,myung Soo yang sudah tidak sabar langsung berbagai pertanyaan dan dengan sabar nadda menjawab.


"berarti kamu pulang ke Indonesia dan tinggal disana dong?"


ucap sedih Myung Soo mendengar ucapan nadda yang akan kembali ke negaranya.


"Myung Soo! kan kamu bisa ke Indonesia kapan pun jadi nggak usah lebay kayak kemana aja"


Mila memutar bola matanya karena jengah dengan kelakuan sahabatnya.


"nadd apa masih ada lowongan atau mungkin ada posisi yang belum terisi"


tanya semangat Myung Soo ketika ide melintas dipikirannya,mila melempar buku laporan tepat di kepala Myung setelah mendengar ucapannya.


"kamu mau keluar? dan pindah lalu meninggalkan aku sendiri disini"


ucap marah Mila menatap tajam Myung Soo.


"sudahlah Myung kamu boleh ke Indonesia kapan pun dan kalau kamu mau bantu.. lebih baik jangan nanti yang membantu Mila siapa? kan kasian kalau sendiri oke,sorry aku harus pergi soalnya aku sudah janji sama seokjin oppa dan BTS"


ucap nadda tersenyum kikuk merasa bersalah karena tidak bisa lama,mila dan Myung Soo pun memahami dan membiarkan nadda pergi.


**


"Hyung sebaik-baiknya kita memanggil nadda dengan sebutan nuna atau seperti biasanya"


tanya Jimin mewakili semua member.

__ADS_1


"terserah kalian,lagian nadda bukan seseorang ingin dihormati lebih baik seperti biasa aja"


ucap seokjin tersenyum melihat isi chat di handphonenya.


"oke kalau begitu sesuai umur aja lalu kapan kalian ke Indonesia?"


Suga bertanya karena ia ingin memberikan sesuatu ke nadda.


"mungkin Minggu depan,kenapa kau tidak mungkin mengantar kami sampai bandara bukan?"


ucap seokjin penasaran mendengar pertanyaan Suga sosok pendiam yang suka tidur.


"sepertinya tidak masalah benar?"


hoseok menjawab dengan semangat dan diangguki semua member dan seokjin berteriak 'tidak'.


tap.


tap.


tap.


sapa wanita cantik menghampiri member BTS.


"annyeong silahkan duduk mau dimana? didekat taehyung atau Suga? atau didekatku juga tidak apa-apa"


Jungkook memotong ucapan seokjin yang menatap tajam,sedangkan yang lain tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan sang maknea.


"ah nadd kamu bisa duduk didekat ku"


ucap cool taehyung tersenyum manis ke nadda mempersilakan untuk duduk.


"terima kasih tapi apa aku boleh duduk didekat Kim seokjin"


ucap nadda tersenyum melihat tingkah suaminya yang cemberut karena dijahili member lain.

__ADS_1


"jangan! dia sudah ada yang punya jadi pilihlah yang lain betul bukan Hyung?"


jimin yang mengikuti alur pun ikut memanasi Hyungnya.


"sayang kita pulang saja,banyak yang harus kita lakukan"


ucap datar seokjin mengikuti alur cerita.


"tunggu! Hyung kita kan hanya bercanda jangan diambil hati begitu lagian kita akan berpisah dan ketemunya juga nggak tahu kapan,maaf kalau tingkah kita membuat Hyung marah"


namjoong menahan tangan seokjin untuk tetap tinggal,nadda yang mendengar kata-kata dari namjoong membuat ia menahan air matanya.


"oppa aku ke kamar mandi sebentar"


pamit nadda yang tidak bisa menahan air matanya menetes.


"Hyung sepertinya ada kata-kata yang sensitif"


celetuk Jimin yang menatap nadda menahan air matanya.


"nadda menahan air matanya setelah kata-katamu"


ucap Suga melanjutkan perkataan Jimin 'tapi aku tidak bermaksud -' ucap namjoong merasa tidak enak.


"tidak apa-apa akhir-akhir ini nadda memang sering sensitif"


ucap seokjin menenangkan namjoong.


"jangan-jangan...coba kau bawa nadda ke rumah sakit"


ucap Suga pergi mencari nadda sedangkan yang lain hanya melihat Suga.


"maksudnya?'


terima kasih sudah baca.

__ADS_1


jangan lupa like and koment.


__ADS_2