Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 114


__ADS_3

"apa arti pernikahanmu dengan nadda jika kamu hanya main-main lepaskan dia dan biarkan dia bahagia dengan orang yang mencintainya"


ucap datar Mila menatap tajam seokjin ia tidak takut dengan siapapun bahkan seorang idol dunia seperti dia.


**


buka tutup buka tutup siapapun yang melihat apa yang dilakukan Bryan akan berteriak kamu itu sudah dewasa bukan anak kecil! atau kamu mau jadi anak kecil lagi',bryan yang bosan memainkan jendela rumah sakit seperti rumahnya sendiri untung tidak ada yang lewat.


cklek.


seorang laki-laki memasuki kamar rawat inap ia melangkah dengan lemas ketika melihat sosok perempuan terbaring lemah,air matanya menetes memegang tangan dan meminta maaf.


ia mengelus rambut lalu mengecup kening perempuan itu,ia merasa bersalah karena ia tidak bisa menjaga dan membahagiakan orang yang ia cintai.


"sayang aku minta maaf kalau aku belum bisa membahagiakanmu,aku selalu membuatmu sakit dan tidak pernah ada di dekatmu maaf"


ucap lembut seokjin merasa bersalah karena telah membuat istrinya tersakiti,ya Allah engkaulah ampunilah dosa ku bantulah aku untuk menyelesaikan semua ini agar aku bisa bersama istriku' doa seokjin dalam hati.


"maaf kamu bilang! heh kalau kamu cuman bikin kakakku sakit lebih baik tinggalkan dia"

__ADS_1


teriak Bryan setelah menyadari kehadiran seokjin 'cih apa-apaan dia bilang! maaf ck mudah banget nih orang bilang maaf' geram Bryan menggerakkan tangan lalu menghantam pipi seokjin dan membuat bibirnya berdarah.


bugh.


bugh.


bugh.


"maaf kamu bilang! setelah apa yang kamu lakukan terhadap kakakku b******* kau seokjin k***** pergi kau dari kehidupan kakakku"


tiga kali Bryan memukul seokjin hingga dia terbatuk tersungkur memegang perutnya dan tak lama dia pun pingsan.


tak lama teriakan menggema membuat Bryan membeku karena ia mengenali siapa dibalik suara tersebut.


teriak nadda terbangun mendengar teriakan Bryan,ia kaget melihat Bryan memukul seokjin.ia melepaskan jarum infus dan menghampiri seokjin mencoba membangunkan namun suaminya sudah pingsan.


tidak lama dokter serta suster datang mereka mengangkat seokjin ke tempat tidur tepat disebelah nadda,setelah mengobati seokjin dokter tadi menghampiri nadda untuk diperiksa dan memasang kembali jarum infus nya.


"dok bagaimana keadaan dia?"

__ADS_1


tanya nadda kawatir jika suaminya mengalami luka,bryan kenapa kamu bisa seperti ini.


"dia tidak apa-apa tidak lama dia akan siuman sebaiknya Anda jangan terlalu berpikir apa stres itu akan membuat lambung anda kambuh"


ucap dokter dengan sabar memberitahu pasiennya,ia dan suster pamit keluar.


"kak..kak nadd maaf aku kelepasan"


ujar Bryan menunduk bersalah ia meminta maaf meski tidak sepenuhnya merasa bersalah sebagian hatinya justru bahagia bisa memukul seorang seokjin.kapan lagi gue mukul kakak ipar hehe' benak Bryan tertawa.


helaan napas keluar dari mulut nadda,ia marah dan kesal tapi ia tidak bisa memarahi Bryan begitu saja bukan karena takut ke iza namun ia sudah mengaggap Bryan seperti adiknya dan ia tahu bagaimana sifatnya.


"kamu tahukan kalau dia siapa? Untung wajahnya masih mulus kalau ada memar..aku tidak tahu apa yang akan terjadi"


ucap meringis nadda melihat keadaan sang suami meski wajahnya masih mulus tapi ia tidak yakin dengan tubuhnya.


"sudahlah kak nggak usah dilihat terus dia nggak akan menghilang kecuali dia menghilangkan diri sendiri"


ucap pedas Bryan tidak suka jika nadda memperhatikan orang yang sudah menyakitinya dan sayangnya orang itu adalah suaminya sendiri.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2