
ditempat lain seorang wanita sedang tertawa bahagia,tidak lupa dengan botol minuman ditangannya.
ia seperti orang gila tertawa sendiri tanpa tahu apa yang ia tertawakan.
"hahaha m*** lo j****** haha hidup lo tidak akan lama lagi hahaha kasiaan dirimu seandainya kau tidak datang pasti kau masih hidup"
ucap seorang wanita yang sudah berantakan.
di rumah sakit.
"dit lo nggak ngabarin orang tua lo?"
tanya Axel suami Adelia.
"sudah cuman mereka belum bisa kesini,mereka harus pesan dulu paling lama lima hari baru mereka sampai"
ucap Adit.
"ya sudah,lo mau makan biar gue yang beli"
tanya Axel yang menepuk pundak Adit.
"apa aja"
ucap singkat Adit yang terus memandangi nadda ia berharap nadda cepat bangun.
"gue pergi dulu"
ucap Axel.
setelah Axel pergi Adit yang memandang wajah nadda mengingat kembali masa lalunya,masa dimana mereka selalu bersama.bermain bersama sampai tidur bersama.
air matanya tidak henti ia keluarkan,doa doa selalu ia panjatkan berharap sang adik cepat membuka mata.
cklek.
"assalamualaikum"
__ADS_1
ucap seseorang perempuan.
"wa'alaikumsalam"
jawab Adit menghapus air matanya sebelum menengok ke arah suara.
"kak gimana nadda hiks dia hiks baik-baik saja kan hiks hiks"
ucap Ani yang baru datang ia dari bandara langsung ke rumah sakit,air matanya mengalir sepanjang jalan.ia mengawatirkan sahabatnya.
"nadda...koma"
ucap Adit perlahan ia menahan air matanya mengalir.
Ani yang sudah lemas ketika mendengar kata kak Adit,ia langsung terjatuh ia berfikir kalau gara-gara dia nadda seperti ini.
'nadd maafin aku,seharusnya aku tidak membuat rencana gila ini,kamu juga belum ketemu dia ucap bathin Ani.
"an lo sudah disini? kirain lo masih diluar negeri"
"iya,pas denger nadda kecelakaan gue langsung pulang hiks hiks"
ucap Ani menangis di pelukan iza.
"kita berdoa agar nadda cepat sadar,nadda pasti kuat dia bukan anak yang lemah"
ucap Adel menyemangati sahabat-sahabatnya.
Ani yang penasaran dengan apa yang terjadi,ia menghubungi seseorang untuk mencari tahu apa yang terjadi.
bukan hanya Ani yang penasaran,namun semua orang juga ingin tahu apa yang terjadi.
Aris yang tidak bisa tidur,ia memikirkan nadda.ada satu nama yang mengganjal di hatinya,namun ia tidak bisa mengungkapkan tanpa bukti.
ia pergi ke kantor polisi untuk melihat barang yang ditemukan di tempat kejadian mungkin akan ada petunjuk itulah yang difikirkan Aris.
tiga hari kemudian orang tua nadda datang ke rumah sakit,mereka kawatir dengan nadda bahkan Mama nadda sampai pingsan ketika tahu nadda koma.
__ADS_1
polisi datang untuk menanyakan beberapa hal,berhubung nadda belum siuman hanya orang terdekat yang ditanyai.
di perusahaan Ani.
Ani yang baru kekantor dikejutkan oleh seseorang yang tidak ia kenal.
"awas! gue masuk minggir"
teriak Sisca mencoba melepaskan diri dari sekuriti yang menahannya untuk tidak masuk.
"maaf mba,mba tidak bisa masuk"
ucap sekuriti.
"siapa yang ngelarang gue buat masuk kekantor"
ucap Sisca yang sudah senewen.
"pak Aris"
ucap sekuriti.
"ARIS KELUAR LO JANGAN JADI PECUNDANG KELUAR LO"
teriak Sisca membuat orang disekitarnya menutup kuping.
"orang g*** dari mana datang ke kantor gue,nggak punya sopan santun nggak diajarin apa sama orang tuanya"
ucap Ani senewen setelah mendengar teriakan Sisca dilobi.
"gue juga nggak tahu? kan kemarin gue ikut lo "
ucap Adisti (asisten Ani).
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1