
mendengar perkataan Myung Soo sedikit mencubit hatiku,aku memang istri sah tapi seakan aku simpanan yang harus bersembunyi dari dunia.
tok.
tok.
tok
pintu terbuka menampakkan perempuan membawa nampan berisi makanan dan minuman,ia masuk lalu duduk dipinggir kasur memberikanku nampan yang dibawanya.
menyuruhku untuk makan dan bercerita tentang kerjaannya.
"nadd sorry kalau aku tanya ini,kamu sudah tahu dimana rumah seokjin?"
tanya Mila lirih berharap nadda tidak marah jika ia menanyakan hal ini,namun melihat ekspresi nadda yang diam membuat ia tahu kenapa dia tidak menjawab pertanyaan Myung Soo.
"baiklah bagaimana kalau kamu ke bithig entertainment tanya ke seokjin oppa bukannya aku mengusirmu tapi posisi kamu sekarang istrinya dan dia masing sering menghubungimu kan?"
tanya Mila lagi dengan hati-hati ia merangkai kata agar nadda tidak tersinggung atau sedih,aku tahu sifat nadda seperti apa dia akan memendam apa yang ia rasa dan ia akan bertindak sesuai apa kata hatinya.
__ADS_1
"untuk pertanyaan kamu yang pertama jawabannya tidak karena alamatnya ada di ponsel ku yang hilang,yang kedua nggak sering-sering banget aku tahu dia sibuk jadi terkadang aku menghubunginya dan itupun nggak diangkat sama dia"
ucap nadda mencoba tersenyum menutupi kesedihannya namun air matanya tidak dapat ia bendung.
"aku merasa seperti bukan seorang istri yang seperti kebanyakan wanita pada umumnya,hiks hiks aku hiks"
ucap nadda lagi namun ia tidak kuat hanya air mata mewakili apa isi hatinya.
Mila memeluk erat tubuh nadda ia bahkan ikut menangis merasakan sakit yang dirasa nadda,setelah menangis berjamaah mereka pun tidur bersama.
**
puk.
"astaghfirullah kak lo sudah disini? ngagetin aja! Untung gue nggak punya penyakit jantung"
ujar Bryan mengelus dada setelah menengok siapa yang menipuknya,sosok perempuan cantik dengan celemek mengagetkan dia.
"lagian ngapain lo pagi-pagi berisik banget nanti yang ada tetangga komplain dengar suara lo"
__ADS_1
omel nadda menggelengkan kepala melihat sifat adik sahabatnya itu,untung sayang kalau nggak sudah gue gantung di pohon tauge' gerutu nadda.
"sorry ka,gue kesini karena laper biasanya kan kak Mila sudah bangun tumben amat pagi ini belum bangun"
ucap Bryan berjalan ke meja makan lalu mengambil nasi plus lauknya dan makan dengan santai serasa dirumah sendiri,nadda yang melihat pun hanya menghela napas lalu ikut duduk disampingnya.
tak lama Mila datang dengan dua kantong plastik berisikan sayuran dan buah,pagi buta nadda membangunkan Mila karena di kulkas tidak ada sayuran yang ada hanya daging ayam yang sedang dimakan Bryan dengan nikmatnya.
"pagi..kucing pagi-pagi sudah kesini? kelaparan? kasian belum makan berapa lama cing?"
ucap Mila menggoda Bryan dengan memanggil kucing karena ia sudah terbiasa dengan kelakuan adik bosnya itu yang kadang-kadang bikin pusing kepala.
yang disindir dengan santainya memakan makanannya tanpa terganggu ucapan mila,nadda terkekeh melihat Mila menahan kesal ke Bryan.
selesai makan Bryan mengobrol dengan nadda sedangkan Mila berangkat ke restoran karena Myung Soo sudah menghubunginya berkali-kali.
"kakak bahagia nggak nikah sama seokjin BTS meski dia terkenal,ganteng terus kaya tapi maaf kak dia kan selalu sibuk dengan dunianya.gue aja yang ngeliat nyesel merestui dua buat nikah sama kakak"
ucap polos Bryan melontarkan kata-kata yang membuat nadda memandang Bryan dengan tatapan sayang,ia tahu apa yang diucapkan Bryan adalah isi hatinya' ucap bathin nadda tersenyum.
__ADS_1