
geureon nal itjana
itu oepsi seulpeun nal
momeun mugeopgo
na ppaegon modu da
bappoeugo chilyeolhae boineun nal
balgeoreumi neun geot gateunde Mallya
on sesangi yalmimne
yeah gotgise deokeokgeorineun
gwasokbangjiteuk
namun gugyeojigo mareun jakku
eopseojyeo
dodaeche wae na yeolsimhi
ttwieonneunde
o naege wae
jibe wa
chimdaee nuwo
saenggakaebwa
nae jalmosieosseulkka
eojireoun bam
mundeuk sigyel bwa
got 12si
mwonga dallajilkka
geureon geon Anil geoya
geuraedo i haruga
kkeunnajana
chochimgwa
bunchimi gyeopchil ttae
__ADS_1
sesangeun aju jamkkan sumeul chama
zero o'clock
and you gonna be happy
and you gonna be happy
mak naeryeonjeun jeo nuncheoreom
sumeul swija cheoeumcheoreom
and you gonna be happy
and you gonna be happy
turn this all around
modeun ge saeroun
zero o'clock
du son moa
gidohane
naeireun jom
for me
jom natgireul
for me
i noraega
kkeuchirado namyeon
sae noraega
sidakdeori
jom deo haengbokagireul yeah
and you gonna be happy
and you gonna be happy
aju jamkkan sumeul chamgo
oneuldo nareul tadangyeo
and you gonna be happy
__ADS_1
and you gonna be happy
turn this all around
modeun ge saeroun
zero o'clock.
tak terasa air mata mengalir mendengar alunan lagu yang ia sukai,suara yang ia rindukan menambah kerinduan dihatinya.
tapi ia tahu mustahil untuk bertemu seperti dulu,ia bahagia bisa mengenal mereka secara pribadi walaupun tidak semua tapi itu sudah menjadi impian banyak orang dan dia adalah seorang yang beruntung.
seorang wanita memandang langit seakan sudah menjadi kebiasaan sebelum pulang kerja lalu ia beranjak pergi setelah berpamitan ke pegawai.
mobi melaju dengan kecepatan sedang menuju gedung,ia kebagian pendaftaran sebelum masuk melihat antrian ia pun memilih tempat duduk yang tidak jauh dari ruangan tadi.
seorang wanita yang menatap ke arahnya melangkah menghampiri wanita tadi.
"boleh saya duduk disini"
tanya seorang wanita dengan setelan jas putih yang melekat ditubuhnya,mendengar suara disampingnya ia menengok ke arah suara tadi.
"silakan tidak ada yang melarang"
ucap wanita yang sedang menunggu panggilan.
"nama saya Nisa kalau kamu?"
ucap Nisa mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan sambut oleh wanita disebelahnya.
"saya nadda senang bertemu dengan ibu dokter,kalau boleh tahu dokter bagian apa?"
ucap nadda bertanya ke Nisa,dia menjawab kalau dia dokter kandungan.
hampir satu jam mereka ngobrol banyak hal yang kita bicarakan hingga waktunya nadda untuk masuk ke ruangan dan melakukan pemeriksaan,setelah cek up selesai nadda langsung pulang karena ia tidak menemukan Nisa.
**
cklek.
"kenapa lo masih disini sedangkan kekasih lo melakukan cek up,dia sakit apa?"
tanya Nisa tanpa basa-basi ke seseorang didepannya namun dia hanya diam mematung seperti tidak tahu apa-apa,kenapa dia malah diam? masa dia tidak tahu kekasihnya sakit,pacar macam apa dia? dia kan seorang dokter ck ck' gerutu nisa didalam bathin.
orang yang ditanya hanya diam karena ia tidak tahu kalau nadda sakit,lalu dia sakit apa?' pikir Fadil yang terlalu fokus sehingga ia kaget ketika Nisa berteriak.
"Fadil Edward,apa rohmu sedang pergi? sehingga kau diam saja ketika gue bertanya atau..apa itu benar?"
teriak Nisa membangunkan Fadil namun terlintas dibenaknya lalu menutup mulutnya dan bertanya tapi lagi-lagi patung itu hanya diam,ia pun keluar dengan membanting pintu dengan keras.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1