
sakit ketika semua orang membohongiku kenapa? kenapa tidak ada yang memberitahuku' pikir nadda didalam mobil,ia memaksa sang kakak untuk menemaninya ke suatu tempat.
ia berlutut didepan makam bertuliskan FADIL EDWARD DARREN air mata mengalir dengan teriakan memilukan,sesak didalam dada seakan ia susah bernafas.
"kenapa kau pergi meninggalkanku hiks hiks kamu bilang akan selalu ada untukku selalu membahagiakanku tapi kenapa kamu mengingkarinya hiks hiks"
ucap nadda mengungkapkan perasaannya dengan memeluk nisan Fadil,ia sakit melihat semua ini 'tuhan kenapa engkau mengambilnya apa aku tidak pantas untuk mendapatkan cintanya' ucap bathin nadda.
melihat nadda seperti ini membuat Felix merasa sesak dihati,ia tidak bisa melihat nadda seperti ini.felix memeluk nadda menenangkan dengan kata-kata.ia kaget ketika nadda ambruk di pelukannya ia pun menggendong nadda membawanya pulang.
**
tok.
tok.
tok.
cklek.
"Mba nadda! Mba sudah sehat silahkan masuk"
ucap bibi mempersilahkan nadda masuk.
"terima kasih bi,bi ke mana semua orang? kenapa sepi"
__ADS_1
ucap nadda menyadari bahwa rumah Fadil terlihat sepi dan kosong 'kemana mereka? apa mereka pergi?' pikir nadda.
sebelum bibi menjawab ia menghela napas panjang,mereka sudah pergi mba kalau nggak salah mereka kembali ke Australia tempat bapak tinggal dan maaf kalau bibi belum bisa menjenguk mba' ucap bibi menjelaskan.
dengan napas berat nadda bertanya kapan mereka kembali kesini? bibi hanya bilang 'saya tidak tahu mba kapan mereka kembali,ibu hanya bilang saya sama suami saya untuk menjaga rumah ini'.
setelah mendengar ucapan bibi nadda pergi ke restoran dia memang belum diizinkan untuk bekerja namun ia tidak betah di rumah,'apa mereka membenciku dan menyalahkanku' pikir nadda.
direstoran ia sambut tatapan tajam Ita dan tatapan bahagia dari pegawainya,ita menceramahinya panjang kali lebar hingga membuat kupingnya panas.ia pun mengusir Ita untuk kembali bekerja.
nadda kemabali teringat percakapan ia dengan Fadil sebelum kecelakaan itu terjadi.
flasback on.
Fadil menjemput nadda untuk melihat gedung tempat mereka menikah,dalam perjalanan mereka membicarakan tentang pernikahan.
tanya Fadil sambil fokus ke jalan karena ia sedang menyetir sendiri tanpa supir.
"berapa aja tapi penginya dua cukup perempuan sama laki-laki apa lagi kalau kembar pasti seru"
ucap nadda antusias membahas anak,keinginan ia ingin punya anak kembar entah kenapa rasanya seru kalau punya anak kembar.
"baiklah bagaimana kalau kita program saja untuk mendapatkan anak kembar di rumah sakit,aku sangat mengenal dokternya"
ucap Fadil tersenyum melihat nadda bahagia dengan apa yang ia ucapkan.
__ADS_1
"boleh,nanti kalau kita sudah menjadi suami istri aku minta maaf kalau kelakuanku masih kekanak-kanakan dan aku harap kita sama belajar menghadapi ujian nanti"
ucap nadda memandang langit lalu Fadil,ia berdoa semoga ia bisa menjadi istri yang bisa memahami Fadil begitu juga sebaliknya.
"aku akan selalu mencintaimu dan aku minta maaf jika nanti aku tidak banyak waktu untukmu karena pekerjaanku tapi yakinlah cintaku hanya untukmu"
ucap Fadil tersenyum memandang nadda dengan lembut.
percakapan mereka dikagetkan dengan mobil yang tiba-tiba muncul didepan mereka,fadil yang panik membanting setir menghindar namun ia tidak melihat kalau disebelah kanan terdapat jurang.
mobil mereka pun masuk kejurang,fadil masih siuman begitu pun nadda.ia menyakinkan nadda kalau mereka akan selalu bersama sampai kapanpun.
flasback off.
bruk.
bunyi pintu terbuka paksa membuat nadda terbangun dari mimpinya,ia melihat sosok yang membuat ia jantungan.
"Aris..kalau kau g*** bukan kesini tapi ke RSJ"
teriak nadda mengutuk Aris yang tiba-tiba mendobrak pintu.
"hehehe sorry mba gue masih sehat jadi tidak perlu ke RSJ"
ucap aris dengan senyum lebar memperlihatkan gigi putihnya.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.