Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 101


__ADS_3

"terima kasih dan maaf,terima kasih sudah ada disaat aku membutuhkan dan maaf aku tidak bisa membalas cintamu tapi boleh aku menganggapnya sebagai sahabatku"


ucap nadda terharu melihat bagus tersenyum manis ia tahu apa isi hati laki-laki didepannya itu tapi seperti apa yang dikatakannya jodoh itu sudah ada yang mengatur.


"ya menjadi sahabat lebih baik ketimbang menjadi musuh jangan sedih nanti riasannya luntur,aku dan dua curut ini pamit assalamualaikum"


ucap bagus mengusap rambut nadda ia pun berpamitan dan pergi kembali ke Korea.


selamat ku ucapkan padamu


wahai orang yang pernah paling


aku sayang


kulepas dirimu dengan ikhlas


moga Tuhan jagakan dirimu dan dia


kudatang memberikan selamat


walau langkah kaki gamang


untuk kamu aku datang


semoga dirimu bahagia


kulepas dirimu dengan ikhlas


semoga engkau dan dia bahagia


dulu kita pernah berbagi rasa


kini hanya teman biasa

__ADS_1


dulu kita bisa berencana


tapi Tuhanlah yang menakdirkan


hidup terus berjalan


engkau telah kurelakan


pada Tuhan semua kupasrahkan


kulepas dirimu dengan ikhlas


semoga engkau dan dia bahagia


🎶lesti- kulepas dengan ikhlas.


puk.


"dek kamu kenapa masih disini semua orang sudah menunggu kamu"


"apa yang membuat kalian menerima lamaran dia,kalian baru mengenalnya tapi mengapa semudah itu"


tanya nadda ke sang kakak namun yang ditanya hanya diam seribu bahasa seolah tidak mendengar suara apapun.


nadda yang kesal berhenti mendadak membuat Adit ikut berhenti,ia menatap sang adik bertanya kenapa berhenti ayo semua orang sudah menunggu' ujar Adit menegur nadda.


"kenapa semudah ini kalian melepaskan aku,apa karena bagus?"


tanya ketus nadda ke Adit yang sudah penasaran dengan isi pikiran keluarganya.


"nanti kamu akan tahu,sekarang kita kembali ke acara"


ucap Adit menarik nadda ke tempat resepsi karena semua orang sudah menunggunya.

__ADS_1


sepanjang acara nadda selalu tersenyum namun tidak dengan hatinya berbagai macam pertanyaan tersusun rapi di otaknya,kini semua orang telah pergi tinggal mereka berdua.


nadda yang risih melangkah terlebih dahulu tanpa berbicara ke sosok yang sudah sah menjadi suaminya.


cklek.


"why? kenapa bisa seperti ini bisakah kamu ceritakan semuanya"


tuntut nadda membutuhkan penjelasan tentang pernikahan yang sudah terjadi.


"nanti aku akan cerita semuanya sekarang kamu ganti baju lalu istirahat"


ucap suami nadda mengecup kening lalu keluar dari kamar,sebelum sosok itu keluar nadda memanggil nama suaminya.


"oppa seokjin atau mas Azam nama mana aku harus memanggilmu"


ucap nadda menunduk menahan kesal,ia berusaha untuk tenang.


"terserah kamu mau memanggilku apa sayang"


ucap seokjin atau Muhamad Azam (nama Muslim ketika ia memutuskan untuk masuk Islam) tersenyum ke sang istri,ia pun keluar untuk mengambil koper.


Dengan santai seokjin atau azam melangkah menuju kamar tamu,ia menghembuskan napas panjang apa yang akan ia katakan nanti 'aku tahu kamu akan marah,sedih dan kecewa namun ini sudah keputusan ku apa yang terjadi sudah tertulis.


jika memang apa yang aku lakukan salah maka aku tidak akan disini semua terasa mudah Alhamdulillah engkau telah memudahkan segala urusan ku' ucap Azam mengamini doanya.


semua yang ia lalui berputar di benaknya seperti film,ia tersenyum kala melihat sosok bidadari melangkah ke arahnya dengan wajah sendu karena tidak tahu siapa yang akan menjadi suaminya.


ya Allah ku serahkan segala urusan ku padamu aku yakin engkau tidak akan memberi hambamu cobaan melebihi batas kemampuannya.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.

__ADS_1


maaf kalau ceritanya nambah ngawur.


__ADS_2