
"****** lo hahaha makanya jangan main-main sama Lisa haha"
ucap Lisa tertawa bahagia setelah tahu nadda masuk rumah sakit lagi.
setelah mengikuti Aris sampai rumah sakit ia kembali ke kantor berhubung masih jam kerja,di lorong ia bertemu dengan dengan sosok yang ia ingin hilangkan.
"kemana aja lo,sudah jam berapa nih? ngilang Mulu mau makan gaji buta lo.sana balik kerjaan numpuk bukannya dikerjain malau keliling Mulu"
sewot Tasya ketika melihat Lisa baru balik.
"cerewet banget sih lo,awas ya lo gue pites lo.macam-macam sama gue,sorry nggak level"
ucap Lisa mengibas rambutnya setelah tasya pergi.
"Lo kemana lagi? jalan lambat banget kayak siput aja,nih kerjain hari ini harus selesai.kalau belum selesai lo harus lembur"
ucap tasya menyerahkan tumpukan buku yang tebal.
"what! are you crazy? Lo sudah gila ya,nggak mungkin selesai hari ini juga.gue juga nggak bisa lembur soalnya gue ada urusan"
ucap Lisa kaget melihat tumpukan buku yang dikasih tasya.'yang benar aja'.
kalian lo nggak mau lembur,hm gampang"
ucap tasya ambigu sambil tersenyum manis.
"maksud lo"
tanya Lisa yang tidak paham.
"gampang tinggal potong gaji lo aja"
ucap santai tasya tanpa memperhatikan raut wajah lisa.
"aaargh tasya gila!! ingin rasanya ku memb****** "
ucap sewot Lisa gregetan ingin menenggelamkan orang.
**
nadda yang sudah mendingan diperbolehkan pulang oleh dokter,aris meminta maaf ke nadda karena gara-gara dia nadda masuk rumah sakit lagi.
setelah Aris mengantar nadda pulang ia langsung pergi kekantor,dikantor ia hanya duduk memikirkan semua yang dikatakan Rizal.
ketika Aris sedang melamun ia dikagetkan sosok yang membuat dia darah tinggi.
"kenapa muka lo kusut amat,habis diputusin atau dicuekin?"
tanya Ani yang tiba-tiba masuk ruangan Aris tanpa mengetuk pintu.'ini kantor gue jadi suka-suka gue'
itu yang ada di pikiran Ani.
__ADS_1
"ada apa kak? ada masalah?"
ucap Aris yang males memandang sosok didepannya.
"nggak ada gue cuman lagi bosen aja "
ucap polos ani yang membuat Aris ingin rasanya ku berkata kasar.
Aris membiarkan ani duduk diruangannya ia tidak peduli dengan apa yang dilakukan wanita itu,ia hanya fokus keperjaanya.
tanpa sadar aani melontarkan satu pertanyaan yang membuat dia terdiam memandang Ani.
"maksud kakak apa?"
tanya Aris yang seolah tidak mengerti padahal ia tahu apa yang dikatakan Ani.
"Lo sebenarnya tahu,nggak usah pura-pura nggak tahu"
ucap Ani.
"buktinya sudah ada,apa kita harus bertindak atau diam saja?"
tanya Ani.
"bertindak lebih baik cuman semua sudah ada yang ngatur,kita hanya memberikan bukti aja.selebihnya kita pasrahkan saja"
ucap Aris membiarkan solusi.
**
terdengar suara indah menyejukkan hati
seolah berbisik 'aku rindu kamu '
terdengar alunan lagu
menyayat hati berkata kau jauh dariku
angin bertiup membawa rindu
rindu yang kusampaikan hanya untukmu
dapatkah kita bertemu
seperti sepasang merpati yang terpisah lalu kembali
mendekap hangat tubuhmu.
cinta apakah itu cinta
bertanya tanpa sengaja
__ADS_1
cinta berkorban jiwa
indah harum bermakna
hehehe... hehehe... hehehe
haaa.haaa.haaa
mmmm..mmmm.mmm
ooo itukah cinta
cinta oh cinta suci
janganlah kau nodai
merintih diri sendiri
menangis di ruang sunyi
perasaan yang tanpa kabar
takkan tahu kapan dia datang
siapkan iman kepada Tuhan
bila kau rindu pikiranmu terganggu
bila kau dapat siaplah tuk berkorban
cinta yang suci duniakan abadi
bila berkhianat ingatlah diri.
"Lo masih sakit"
ucap Ani menyentuh dahi nadda.
"iya gue masih sakit kenapa?"
ucap nadda.
"bukannya kemarin dokter bilang lo sudah sehat?"
ucap Ani yang heran dengan jawaban nadda.
"tanya aja Aris"
ucap nadda.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.