Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 23


__ADS_3

saat Aris ingin mengembalikan hp nadda ia melihat mobil melaju kencang ke arah nadda,untungnya nadda hanya keserempet jadi lukanya tidak parah.aris pun membawa nadda ke rumah sakit,ia menelepon seseorang.


"hallo tolong cari tahu mobil silver bernomor xxx23 cari tahu siapa pemilik mobil itu secepatnya"


ucap Aris yang kawatir dengan keadaan nadda.


Aris menunggu di luar ruangan dengan kawatir,ia lupa menghubungi keluarga nadda dan Ani.


disisi lain orang yang menabrak nadda sedang kesal memukul stir mobil,ia keal karena tidak bisa menabrak nadda.seseorang itu pun pergi ke suatu tempat untuk menghilangkan jejak,ia membungkus mobilnya di Ngan penutup mobil dan daun kering seakan mobil itu rusak.


"s*** kenapa nggak kena sih? aaaahhh seharusnya j***** itu sudah mati"


teriak seseorang perempuan membanting barang disekitarnya.


di rumah sakit.


cklek.


"dok gimana keadaan pasien?"


tanya Aris kawatir.


"dia hanya patah kaki mungkin butuh waktu dua Minggu dan yang lain hanya luka ringan"


ucap dokter menjelaskan.


"kau apa dia bisa pulang sekarang?"


tanya Aris lagi.

__ADS_1


"dia sudah bisa pulang sekarang,kalau begitu saya permisi"


ucap dokter menjelaskan,aris pun masuk untuk melihat keadaan nadda.


nadda sedang istirahat ia memutuskan untuk tetap dirumah sakit sampai besok pagi ia baru pulang.


nadda sudah pulang dari rumah sakit tapi kaki masih pincang,namun ia kekeh untuk berangkat ke kantor karena sudah 4 hari ia di rumah.


dikantor nadda mengerjakan tugas yang ia tinggalkan kemarin,belum ada dua Minggu ia bekerja tapi ia merasa seperti setahun.


banyak karyawan yang tidak suka dengannya bahkan ada yang terang-terangan mengatakannya.


"kau itu lulusan apa sih masa begini saja tidak bisa,kau itu wakil direktur tapi kerjaannya seperti anak magang.seharusnya aku yang menjabat wakil direktur! bukannya kau!"


teriak laki-laki tua yang menjabat kepala divisi keuangan.


ucap kepala devisi lainnya.


nadda hanya diam mendengar perkataan mereka,sebagian dari perkataan mereka memang benar tapi disini bukanlah salah dia.nadda hanya ditujukan oleh Ani yang menjabat direktur utama atau ia anak dari pemilik perusahaan.


yang tidak nadda ketahui ada seseorang yang membenci dirinya bukan hanya karena ia menjabat sebagai wakil Dirut.tapi,dia membenci nadda karena cinta.


satu bulan nadda dikantor ia merasa seperti di neraka banyak kejadian yang membuat ia masuk rumah sakit atau bahkan hampir mati.


nadda selalu menghubungi Ani namun nomer Ani selalu sibuk atau mati.


"ris sebenarnya Ani kemana?"


tanya nadda yang memandang langit.

__ADS_1


"hmmm gue gak tahu kak"


jawab Aris.


"Lo itu tahu atau pura-pura tidak tahu,sebenernya apa yang direncanakan Ani kenapa tiba-tiba dia meminta gue untuk menggantikan dia.padahal banyak karyawan yang berpotensi menggantikan dia,lalu kenapa harus gue"


ucap nadda frustrasi menghela nafas mengatur emosinya.


"sorry kak gue gak tahu apa rencana kak ani,dia cuman bilang kalau gue harus mendampingi kakak dan mengajari kakak.kalau yang lainnya gue gak tahu"


ucap Aris menjelaskan kalau ia tidak mengetahui rencana Ani.


tok.


tok.


tok.


"masuk"


ucap nadda.


"permisi bu,siang ini ada meeting dengan perusahaan William putra di restoran WP dan ini berkasnya"


ucap yerin sekertaris Ani yang sekarang menjadi sekertaris nadda.


"baik,terima kasih"


ucap nadda melihat berkas yang di bawa yerin.

__ADS_1


__ADS_2