
Fadil yang baru pulang disambut kedua orang tuanya dengan wajah datar,ingin ia bertanya namun sang Mama memberikan berkas dan menyuruhku untuk membacanya.
kaget itulah yang dirasakan Fadil setelah membaca dan melihat berkas yang diberikan sang Mama,'darimana Mama dan papah dapat ini semua aku aja nggak tahu kalau nadda dekat dengan seseorang dan nadda tidak menyinggung tentang ini kenapa dia menyembunyikannya' pikirnya.
"sepertinya kamu tidak tahu kalau kekasihmu sudah bertunangan atau kalian pura-pura menjadi sepasang kekasih"
ucap Mama Fadil dengan tajam,ia kecewa dengan anak sulungnya ini kalau dia memang belum memiliki kekasih kenapa harus menyuruh tunangan orang lain untuk menjadi kekasihnya.
tanpa menjawab pertanyaan Mama Fadil berpamitan untuk pergi,ia melaju dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat.
disana ada seorang laki-laki yang ia kenal sejak di perguruan tinggi,ia pun menghampiri dan melempar berkas kearahnya. dia sedang bekerja namun Fadil tidak perduli ia harus tahu apa yang di berkas itu benar atau tidak.
laki-laki itu pun kaget mendapati berkas tentang perempuan yang sangat ia kenal,ia mendongak mencaritahu siapa yang melempar berkas kearahnya.ia kegat melihat sosok yang ia kenal.
"Lo dapat ini dari mana?"
tanya laki-laki yang sedang duduk.
"gue nggak tahu tapi yang mau gue tanya apakah nadda sudah memiliki tunangan? terus kenapa lo nggak bilang soal itu Felix!"
__ADS_1
ucap Fadil dengan nada tidak bersahabat ia merasa dibohongi oleh sahabatnya.
"oke cerita,jadi begini..."
ucap Felix menceritakan tentang nadda dan bagaimana dia bisa bertunangan dengan bagus dan apakah nadda masih berstatus tunangan nadda atau bukan.
ia berharap Fadil mempercayainya karena ia tidak mungkin menyerahkan adiknya untuk orang yang sudah menyembunyikannya.
Fadil yang mendengar penjelasan Felix dan melihat matanya mencari kebohongan namun yang hanya tatapan kebencian dan kemarahan.
"jadi seperti itu"
ucap singkat Fadil menyimpulkan,bukannya ia tidak percaya dengan Felix tapi aku harus mencaritahu sendiri.
ucap Felix dengan sungguh-sungguh ia tidak ingin nadda mencintai orang yang tidak mempercayainya.
**
seorang perempuan sedang tertawa bahagia karena ia bisa dekat lagi dengan sang pujaan hati.sambil memandang photo laki-laki itu dia membayangkan dirinya dalam pelukan laki-laki yang sudah ia tunggu bertahun-tahun.
__ADS_1
"sayang tunggu aku menjadi istrimu hahaha tidak ada penghalang lagi dan kalau ini tidak berhasil aku punya plan b hahaha nadda nadda kamu salah mencari musuh"
ucap Niki tertawa karena rencananya berhasil.
seketika ia mengingat sesuatu ia teringat dengan Fenita,teman SMAnya dulu yang dekat dengan dia namun karena suatu hal Feni membencinya.
"apa aku harus menyingkirkan kecoa itu,hmm tapi dia kan calon adik iparku,tapi.kalau dia menghalangiku maka aku akan menyingkirkannya"
ucap Niki menyeringai mengingat teman SMAnya itu.
**
fanita yang merasa aneh dengan situasi makan malamnya pun ingin bertanya namun kak Fadil mengucapkan tentang nadda,perempuan yang dia kenalkan sebagai kekasihnya dan dia bilang kalau apa yang diberkas itu tidak semuanya benar dan dia akan mencaritahu kebenarannya.
apa kak Fadil sungguh mencintai perempuan itu' pikir Feni,feni yang tidak tahu menahu bertanya ke kakaknya namun sang kakak hanya diam dan tidak mau berbicara.
"sebenarnya apa yang terjadi?"
ucap fenita menghela napas panjang mengingat watak sang kakak.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.