
nadda tidak menyadari seseorang memasuki kamarnya dia memeluk nadda dari belakang,bau parfum yang ia cium tidak asing,ia membalikkan badan menatap sosok itu menyentuh wajahnya 'gue yang lagi halusinasi atau oppa memang ada disini? tapi... bukannya dia sedang sibuk' bathin nadda menebak sosok didepannya asli atau halusinasi.
"maaf"
ucap seokjin memeluk erat tubuh sang istri mengecup kening berkata 'maaf',hatinya sakit melihat nadda seperti ini.dia belum bisa menjadi suami yang selalu ada untuk istrinya.
"oppa! kenapa oppa bisa disini? bukannya oppa sedang sibuk"
tanya nadda merenggangkan pelukannya dengan tatapan tidak percaya kalau seseorang yang telah menjadi suaminya ada dihadapannya.
"apa salah oppa menemui istrinya hm,maaf oppa tidak ada di sisimu tapi oppa akan menyelesaikan semua.sayang apa kamu tidak suka makanannya atau mau oppa Masakin"
ucap seokjin memandang nadda kurusan mungkin karena dia habis sakit dan banyak pikiran 'ya Allah ampunilah hambamu ini'.
melihat nadda menunduk seokjin membawanya ke dapur kata noena dia belum makan dari siang,ia menyuruh nadda untuk duduk di pantry lalu ia memulai memasak.
dengan telaten seokjin menyuapi nadda meski nadda menolak namun ia tetap memaksa,ia bersyukur nadda menghabiskan makanannya.
**
empat orang menatap haru sekaligus bahagia melihat pasangan muda saling menyayangi,tanpa disadari air mata menetes di pipi senyuman mengembang berdoa agar mereka selalu bersama dan bahagia meski akan banyak halangan.
"oemma appa lebih baik kita kembali kemar biarkan mereka meluangkan waktunya"
ucap seok Jung mengusir halus orang tuanya agar tidak mengganggu seokjin dan nadda.
__ADS_1
"bagaimana,apa kamu sudah tahu siapa pelakunya"
tanya appa menatap seokjin dan nadda.
"dia seorang wanita dan dia fans dari BTS tapi itu masih dugaan,aku masih menyelidikinya"
ujar seok Jung memberitahu appa nya.
**
"Hyung kenapa jin Hyung pulang?"
tanya Jimin meminta jawaban dari namjoong yang tidak memperhatikannya dia lebih fokus ke ponsel.
teriak Jimin yang terabaikan oleh namjoong,dengan tatapan dingin namjoong pergi meninggalkan Jimin tanpa perasaan.
sedangkan yang lain hanya menatap Jimin iba tanpa membantunya,jimin yang merasa teraniaya ikut pergi ke kamarnya.
"kook aku merasa kalau namjoong Hyung menyembunyikan sesuatu dari kita"
taehyung membisikan kata-kata ke Jungkook tanpa diketahui kedua Hyungnya.
"aku lebih penasaran dengan sikap jin Hyung,setelah dia berpacaran dia lebih diam dan melamun.apa ini karena jisso dulu ketika jin Hyung menyukai nadda dia bisa saja tidak seperti sekarang aku jadi tidak suka sama jisso"
jawab bisik Jungkook mencurahkan isi hatinya ke taehyung.
__ADS_1
Suga dan J-Hope memperhatikan mereka berdua merasa curiga dengan hati-hati mereka menguping apa yang dibicarakan namun nihil mereka tidak mendengar apapun.
dengan senyum manis J-Hope membisikkan sesuatu ke suga,pelan-pelan mereka pergi dan..satu..dua..tiga.
"HYUNG! kenapa mati lampu!"
teriak Jungkook memanggil Hyungnya namun tidak ada jawaban dari mereka.
"YAK!! HYUNG apa kau belum membayar listrik!"
taehyung tidak kalah kers teriakannya membuat dou Hyungnya tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.
"hahaha aduh perutku sakit haha"
ucap J-Hope memegang perutnya yang kram karena tertawa sedangkan Suga hanya tersenyum menggelengkan kepala 'alien sama kelinci takut kegelapan ck'.
brak.
"kalian masuk ke kamar,tidur sudah malam berisik malu sama tetangga sudah malam juga"
namjoong yang tidak tahan dengan teriakan duo maknea pun keluar dan menghidupkan lampu.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1