Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 76


__ADS_3

puk.


"apa"


ucap polos nadda kesalah satu pegawai restoran.


"Mba kalau ngelamun itu dirumah bukan disini,mba ini kenapa? baru dua Minggu masuk kerjaannya cuma diam saja nggak bosen? biasanya juga keliling atau nulis begitu kan kasihan penggemar pada nungguin"


ucap Ita memberi perhatian ke nadda,meski ia tidak tahu apa yang terjadi tapi ia ingin nadda kembali seperti dulu.


"Lo itu kalau ngomong.."


ucap nadda dipotong dengan suara cempreng Ita.


"pasti benar"


seru Ita dengan semangat.


"bener gundulmu,sudah sana lanjutin kerja terus nanti jangan pada pulang dulu kita mau meeting"


ucap nadda mengusir Ita untuk bekerja lagi.

__ADS_1


"siap bos"


ucap Ita memberi hormat ke nadda lalu ia meninggalkan nadda sendiri.


kembali ke semula ya semuanya kembali ke asalnya,nadda mengambil buku dan pulpen ia menyusun kata-kata menjadi kalimat dengan pasti ia sudah menyelesaikan perlembar kertas.


apa yang ada dipikirannya ia tuangkan kedalam tulisan rasa sedih,senang ia tulis dengan tenang.meski sudah beberapa bulan ia tidak menulis tapi kemampuan menulisnya tidak menghilang seperti perasaannya.


ia teringat kenangan saat dikorea banyak hal yang ia lalui,kini ia terhanyut oleh kenangannya tidak terasa waktu sudah berlalu.


Ita mengetuk pintu untuk memberitahu kalau pegawai sudah menunggu untuk meeting,seperti biasa ia dan semua pegawai melakukan diskusi bagaimana pendapat mereka tentang restoran dan apa yang diinginkan pelanggan.


salah satu yang sedari awal ia datang adalah ingin merubah konsep yang sudah lama belum diganti,ia menyuruh Ita untuk menulis bahan yang ia perlukan dan ia menyuruh Ita untuk mencari beberapa orang untuk membantunya merombak restoran.


nadda mengusir semua pegawai untuk pergi,sengaja ia menutup lebih awal karena ia ingin cepat merombak restoran.ia sudah menyuruh Ita untuk membeli dan memanggil beberapa orang.


hampir tengah malam nadda dan orang-orang masih melakukan dekorasi,ia puas dengan kinerja orang-orang yang dipanggil Ita semua pekerjaannya rapi dan cepat sehingga besok ia sudah bisa membuka restorannya.


setelah selesai ia pun menyuruh Ita untuk membayar upah orang-orang yang sudah membantunya bahkan ia memberi lebih karena hasil kerja mereka yang memuaskan,ia pun pulang dengan Ita karena tidak mungkin ia pulang sendiri dan menyuruh Ita untuk menginap.


**

__ADS_1


sejuknya udara pagi menembus kulit suara burung berkicau seperti bernyanyi membangunkan orang untuk kembali,


seorang wanita berjalan sambil mengeratkan jaket yang ia kenakan.tidak terasa ia berjalan begitu jauh dari rumah.


memandang langit seolah ia melihat film berputar,ia kembali ke kenangan dimana ia bertemu dengan sosok yang tidak mungkin ia temui namun justru sosok itu adalah semakin dekat hingga ia sulit untuk melepaskan.


sesak didalam hati selalu ia rasa ketika ia tahu apa yang terjadi dengan sosok itu,tapi ia tahu semua rasa itu bukan hanya ia yang rasa tapi mungkin semua orang.


ting.


📩Ita.


pagi-pagi sudah ngilang aja,mba balik dicariin tente buat sarapan dan kita juga harus kembali ke resto.


"ck dasar sebenarnya dia itu siapa? kenapa dia malah nyuruh gue"


protes nadda menggerutu sambil melihat hp.


"kalau mau ngomel itu didepan orangnya bukan didepan handphone nanti dibilang nggak waras"


ucap seseorang tersenyum melihat tingkah nadda,nadda yang kaget pun menengok ke arah suara tadi.ia melihat seorang laki-laki manis didepannya membuat ia terpesona dengan senyumannya.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2