Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 96


__ADS_3

seharian aku tak tenang


seperti orang kebingungan


pikiranku tak karuan


khawatirkan kamu disana


tak tahu apa gerangan


mungkinkah disana


kau rasa bahagia


atau malah sebaliknya


telah lama kita tidak bertemu


tak pernah ku dengar berita tentangmu


apa kabar kamu sayang?


apa kabar kamu sayang?


seharian aku tak tenang


khawatirkan kamu disana


tak tahu apa gerangan


mungkin kau disana


merasa bahagia atau malah sebaliknya


telah lama bertemu


tak pernah ku dengar berita tentangmu


apa kabar kamu sayang?


apa kabar kamu sayang?


aku 'kan terus mendoakanmu

__ADS_1


walau tak ku dengar berita tentangmu


apa kabar kamu sayang?


apa kabar kamu sayang?


disana


🎶Armada,apa kabar sayang.


seorang laki-laki tersenyum manis ketika melihat sosok bidadari yang ia rindu,dalam keramaian hentakan musik mengalun merdu suara bersautan penuh kegembiraan.


aku harus mencaritahu dan bertanya kepada dia,kalian kembali dulu aku mau ke toilet ucap laki-laki itu pergi menjauhi sahabatnya ia menghampiri seorang wanita.seseorang yang mungkin bisa membantunya 'bisa kita ngobrol sebentar?'.


'kau! apa yang ingin kau tanyakan datanglah ketempat ini,kamu akan mengetahui semuanya' ucap wanita berkacamata meninggalkan laki-laki itu dalam kebingungan dalam benaknya 'apa dia tahu?' ucap lirih laki-laki memandangi kartu nama ditangannya.


"seokjin"


ucap manager Hyung menghampiri.


"Hyung aku akan kembali"


ucap cepat seokjin masuk ke ruangan dimana semua member berada,namun sebuah tangan mencengkalnya ia memandang manager Hyung.


ucap manager Hyung menasehati seokjin,belum tentu keluarga nadda bisa menerimanya begitu saja apalagi nadda aku tidak yakin? meski aku baru sekali ketemu tapi dia...ku harap dia bisa memilih.


"Hyung tadi aku melihat seseorang yang mirip nadda tapi dia kelihatan risih tidak antusias seperti waktu dikorea"


ucap Jungkook mengingat saat ia di panggung ia merasa tatapan nadda sama tapi gerak tubuhnya seakan tidak nyaman.


"itu memang dia"


jawab singkat seokjin lalu pergi begitu saja,tatapan semua member ke arahnya lalu ke arah Jungkook dan Jungkook menggelengkan kepala sebagai jawaban.


tiga orang bukan empat orang mereka saling menatap dengan tatapan bertanya 'apa dia bertemu dengannya lalu dia ditolak' begitulah pikiran mereka.


**


tok.


tok.


tok.

__ADS_1


cklek.


"assalamualaikum"


ucap nadda memberi salam.


"wa'alaikumsalam non silakan masuk tapi didalam hanya ada den Bryan non iza sedang pergi"


ucap bibi memebritahu kalau iza sedang tidak dirumah.


"tidak apa-apa bi aku lagi ada urusan sama Bryan dia dimana?"


tanya nadda melihat sekeliling namun tidak ada tanda-tanda kehidupan.


setelah mengetahui Bryan dimana nadda menuju tempat Bryan berada,satu kali ketukkan dua kali hingga tiga kali ia pun membuka paksa pintu terlihat seorang pemuda dengan tenang didepan layar televisi sambil mengomel sendiri seperti orang g***.


pantes aja ini anak nggak denger' gerutu nadda ketika melihat kuping Bryan tertutup,ia pun menepuk pundak tapi malah disingkirkan nadda pun mencopot stop kontak dan berakhir.


"SIAPA! Mba nadda kenapa disini?"


teriak Bryan ketika televisi didepannya mati tapi suaranya mengecil ketika tahu siapa pelakunya.


"maksud lo apa? ketemu sama mbakmu aja enggak,emang ada acara apa"


ucap heran nadda mendengar ucapan Bryan,apalagi yang mereka rencanakan hah tidak ada habisnya bikin gue g***' pikir nadda.


"acara.."


ucap Bryan terpotong oleh suara handphone Bryan yang bunyi,tertera nama sang kakak ia pun mengangkatnya sambil memandang nadda ia mengangguk-anggukkan kepala seolah iza melihat padahal enggak.


"ada apa?"


tanya nadda menyipitkan mata,ia curiga kalau mereka menyembunyikan sesuatu tapi apa.


"nggak ada apa-apa hehe mba kita ke toko buku ada buku baru"


ucap Bryan mengalihkan perhatian nadda.


'untung mba ku yang satu ini nggak begitu peka selamat selamat ' ucap Bryan dalam hati mengelus dada.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.

__ADS_1


__ADS_2