
seharian aku tak tenang
seperti orang kebingungan
pikiranku tak karuan
khawatirkan kamu disana
tak tahu apa gerangan
mungkinkah disana
kau rasa bahagia
atau malah sebaliknya
telah lama kita tidak bertemu
tak pernah ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang?
apa kabar kamu sayang?
seharian aku tak tenang
khawatirkan kamu disana
tak tahu apa gerangan
mungkin kau disana
merasa bahagia atau malah sebaliknya
telah lama bertemu
tak pernah ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang?
apa kabar kamu sayang?
aku 'kan terus mendoakanmu
__ADS_1
walau tak ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang?
apa kabar kamu sayang?
disana
🎶Armada,apa kabar sayang.
seorang laki-laki tersenyum manis ketika melihat sosok bidadari yang ia rindu,dalam keramaian hentakan musik mengalun merdu suara bersautan penuh kegembiraan.
aku harus mencaritahu dan bertanya kepada dia,kalian kembali dulu aku mau ke toilet ucap laki-laki itu pergi menjauhi sahabatnya ia menghampiri seorang wanita.seseorang yang mungkin bisa membantunya 'bisa kita ngobrol sebentar?'.
'kau! apa yang ingin kau tanyakan datanglah ketempat ini,kamu akan mengetahui semuanya' ucap wanita berkacamata meninggalkan laki-laki itu dalam kebingungan dalam benaknya 'apa dia tahu?' ucap lirih laki-laki memandangi kartu nama ditangannya.
"seokjin"
ucap manager Hyung menghampiri.
"Hyung aku akan kembali"
ucap cepat seokjin masuk ke ruangan dimana semua member berada,namun sebuah tangan mencengkalnya ia memandang manager Hyung.
ucap manager Hyung menasehati seokjin,belum tentu keluarga nadda bisa menerimanya begitu saja apalagi nadda aku tidak yakin? meski aku baru sekali ketemu tapi dia...ku harap dia bisa memilih.
"Hyung tadi aku melihat seseorang yang mirip nadda tapi dia kelihatan risih tidak antusias seperti waktu dikorea"
ucap Jungkook mengingat saat ia di panggung ia merasa tatapan nadda sama tapi gerak tubuhnya seakan tidak nyaman.
"itu memang dia"
jawab singkat seokjin lalu pergi begitu saja,tatapan semua member ke arahnya lalu ke arah Jungkook dan Jungkook menggelengkan kepala sebagai jawaban.
tiga orang bukan empat orang mereka saling menatap dengan tatapan bertanya 'apa dia bertemu dengannya lalu dia ditolak' begitulah pikiran mereka.
**
tok.
tok.
tok.
__ADS_1
cklek.
"assalamualaikum"
ucap nadda memberi salam.
"wa'alaikumsalam non silakan masuk tapi didalam hanya ada den Bryan non iza sedang pergi"
ucap bibi memebritahu kalau iza sedang tidak dirumah.
"tidak apa-apa bi aku lagi ada urusan sama Bryan dia dimana?"
tanya nadda melihat sekeliling namun tidak ada tanda-tanda kehidupan.
setelah mengetahui Bryan dimana nadda menuju tempat Bryan berada,satu kali ketukkan dua kali hingga tiga kali ia pun membuka paksa pintu terlihat seorang pemuda dengan tenang didepan layar televisi sambil mengomel sendiri seperti orang g***.
pantes aja ini anak nggak denger' gerutu nadda ketika melihat kuping Bryan tertutup,ia pun menepuk pundak tapi malah disingkirkan nadda pun mencopot stop kontak dan berakhir.
"SIAPA! Mba nadda kenapa disini?"
teriak Bryan ketika televisi didepannya mati tapi suaranya mengecil ketika tahu siapa pelakunya.
"maksud lo apa? ketemu sama mbakmu aja enggak,emang ada acara apa"
ucap heran nadda mendengar ucapan Bryan,apalagi yang mereka rencanakan hah tidak ada habisnya bikin gue g***' pikir nadda.
"acara.."
ucap Bryan terpotong oleh suara handphone Bryan yang bunyi,tertera nama sang kakak ia pun mengangkatnya sambil memandang nadda ia mengangguk-anggukkan kepala seolah iza melihat padahal enggak.
"ada apa?"
tanya nadda menyipitkan mata,ia curiga kalau mereka menyembunyikan sesuatu tapi apa.
"nggak ada apa-apa hehe mba kita ke toko buku ada buku baru"
ucap Bryan mengalihkan perhatian nadda.
'untung mba ku yang satu ini nggak begitu peka selamat selamat ' ucap Bryan dalam hati mengelus dada.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1