Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 131


__ADS_3

seorang laki-laki tegap berjalan santai menghampiri dua wanita yang tengah makan dengan tenang tanpa mereka sadari waktu mereka sudah habis,laki-laki itu tersenyum manis menyapa dua wanita didepannya.


"uhuk uhuk uhuk"


salah satu wanita itu tersedak melihat laki-laki tersenyum manis membawa borgol ditangannya.


"seo Hyun dan Jenni silahkan lanjutkan makan kalian saya akan menunggu kalian selesai atau kalian mau ikut sekarang,jangan berfikir untuk kabur! kalian sudah dikepung jadi kalian pilih ikut dengan baik-baik atau semua orang tahu kalau kalian narapidana"


ucap song Jung min seorang polisi yang ditugaskan menangkap seo Hyun dan Jenni,dia tidak sendiri melainkan berenam mereka satu tim dan dia ketuanya.


seo Hyun dan Jenni tidak bisa berkutik mendengar penjelasan laki-laki didepan mereka,mereka saling melirik tanpa menyentuh makanannya lagi.


**


ditempat lain seorang pemuda memakai jaket sedang menggerutu menunggu seseorang yang tidak datang-datang,'nih orang kemana lagi dari tadi nggak keluar-keluar gue kan capek nungguinnya untung kakak ipar kalau bukan ogah banget gue'.


"sorry lama ayo masuk"


seokjin tersenyum memandang Bryan cemberut sambil menggerutu menggunakan bahasa Indonesia,seharusnya dari tadi sudah selesai cuman gara-gara taejimkook ia harus bersabar menunggu mereka.

__ADS_1


sudah satu Minggu ia tidak bisa menghubungi nadda,ahran noena selalu menjawab ketika ia menghubungi nadda dan ahran noena bilang nadda sedang membujuk min Jun atau bermain dengan min Jun.


walau perasaannya tidak enak apalagi setiap malam ia bermimpi tentang nadda dan semalam ia bermimpi kalau nadda ingin aku membawa bunga edelweis.


ia menepi ketika melihat toko bunga,bryan pun ikut turun dan tanpa sadar ia juga membeli bunga yang sama 'hyung kamu membeli bunga buat siapa?'.


'harusnya aku yang tanya kamu beli bunga buat siapa? kalau aku buat istri tercinta' ucap seokjin membawa bunga untuk di rangkai,beguti pun Bryan ia membawa bunga yang sudah dirangkai.


perasaan dua laki-laki semakin tidak enak saat mobil mereka berhenti dirumah mewah yang tampak sepi seperti tidak ada penghuninya.


tok.


tok.


tok.


berhubung tidak ada yang membuka seokjin membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa.


dengan jantung berdebar tak karuan ia berlahan membuka handel pintu kaia dan nadda,deg deg jantungnya seakan terhenti kala melihat sosok wanita terbaring dengan alat kesehatan menempel di badannya.

__ADS_1


**nadda!'


kak nadda**'


ucap mereka dalam hati melangkah menghampiri nadda,bryan melayangkan pukulan ke seokjin secara tiba-tiba membuat dia terduduk meringis menahan sakit diperut.


bukannya ia tidak bisa melawan tapi untuk sekarang dalam pikirannya hanya nadda dan kenapa keluarganya tidak memberitahu bahwa istrinya sedang sakit bahkan tidak sadarkan diri.


bugh.


Bryan menarik seokjin berteriak 'apa ini yang kamu sebut menjaga hah! kalau anda tidak dapat menjaga kakak saya bilang! saya mampu menjaganya'.


saat Bryan ingin memukul seokjin kembali ada tangan yang menahannya 'apa-apaan ini! ayo keluar!' tarik seok Jung yang masuk menahan Bryan yang sedang emosi.


di tengah pertikaian ada suara lirih terdengar 'b.r. y.a.n' ucap nadda memanggil sang adik,ia baru saja bangun setelah hampir satu Minggu tertidur.


"kak! kenapa kakak bisa seperti ini"


Bryan melangkah ke ranjang nadda dengan air mata mengalir ia menggenggam tangan sang kakak 'maaf' ucap bathin Bryan saat nadda mengelus rambutnya.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2