
"ris kita berangkat jam berapa?"
tanya nadda mengerjakan tugasnya.
"jam setengah satu,kenapa kak?"
jawab Aris yang fokus ke hpnya.
"ris lo disini kerja atau main?"
ucap nadda melihat Aris santai memakan hpnya.
"kerjalah ngapain lagi"
jawab Aris yang masih fokus dengan hpnya.
tak.
pulpen melayang dan mendarat tepat di kepala Aris,aris pun mengusap kepalanya yang sakit.
"kak,kenapa lempar pulpen? kena kepala gue ini.sakit tahu"
ucap Aris mengadu namun tidak ditanggapi oleh nadda.
"apa? gue tidak melempar apa-apa kepala lo kepentok kali"
ucap geli nadda menyembunyikan senyumnya.
"kak mau kemana?"
tanya Aris melihat nadda ingin keluar.
"mau renang"
ucap asal nadda meninggalkan Aris.
__ADS_1
"renang? kan ini masih jam kerja,tunggu.hah jam dua belas? kak tunggu"
ucap Aris yang awalnya bingung,lalu ia melihat jam ditangannya dan ia ingat kalau setengah jam lagi ada meeting.
setelah Aris mengejar nadda untuk sholat dan makan siang mereka pun pergi untuk meeting.
disaat nadda ingin keluar kantor sebuah gelas plastik melayang ke arahnya dan mengenai pakaian yang ia pakai.
ingin rasanya nadda berteriak kesal.namun,ia urungkan.ia lebih memilih melakah ke mobilnya dibandingkan mengurusi urusan yang tidak penting baginya.
tidak jauh dari tempat nadda terkena siraman air seorang wanita tersenyum manis melihat ke arah nadda.
"sepertinya akan ada drama menarik haha lihat saja,kau pasti akan terlempar haha"
ucap wanita itu dengan senang.
nadda berusaha untuk tenang meski ia tidak yakin tentang hal itu tapi,ia berusaha untuk tenang agar bisa berfikir jernih.
Aris yang lagi-lagi ditinggalkan oleh nadda menggerutu karena nadda meninggalkannya ia pun mencoba untuk menelpon nadda.
ucap nadda menjawab telepon aris.
"Lo dimana kak,masa gue ditinggal ini sudah jam berapa? gue kan asisten lo kak.lo kenapa sih ada masalah dari gue ditinggal Mulu"
Aris mengoceh karena ia kesal ditinggal nadda.
"berisik!, lebih baik lo langsung ke restoran untuk mengulur waktu.karena gue lagi ada masalah,tidak usah banyak"
ucap nadda memutuskan teleponnya secara sepihak membuat Aris senewen.
"ini anak kenapa sih? lagi pms kali ya,mending gue langsung ke restoran dari pada diomelin"
ucap Aris melanjutkan perjalanannya.
di restoran.
__ADS_1
beberapa menit kemudian Aris tiba direstoran ia pun masuk,aris mencoba mengubungi nadda namun tidak diangkat.
"permisi apa anda perwakilan dari perusahaan Pioneer"
ucap seseorang mengagetkan Aris yang fokus ke hpnya.
"ahh ia maaf saya Aris asisten Bu nadda"
ucap Aris memperkenalkan diri.
"saya Nando asisten pak Aldo William putra dan ini pak Aldo"
ucap Nando memperkenalkan diri.
"dimana Bu nadda?"
ucap Nando lagi.
"dia..."
ucapan Aris terpotong oleh suara seseorang yang mengalihkan perhatian mereka.
"siang,maaf saya terlambat perkenalkan saya Nadda Aidah Fauziah panggil saja nadda.bisa kita mulai meetingnya"
ucap nadda yang baru datang dengan pakaian yang baru ia beli.
selama meeting di mulai ada sepasang mata yang melihat ke arah nadda,ia terus memandang dengan tatapan berbeda.
"oke terima kasih atas kerjasamanya"
ucap Aldo menjabat tangan nadda.
"iya,terima kasih dan senang bekerjasama dengan Anda.kalau begitu saya sama Aris pergi dulu"
ucap pamit nadda.
__ADS_1
terima kasih sudah membaca.