Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 11


__ADS_3

"hei sudah sehat lo"


ucap bagus yang baru datang.


"Alhamdulillah sehat"


ucap cuek nadda.


"Lo kenapa kayaknya agak beda,lo gak salah minum obat kan?"


ucap bagus mencoba ngelucu namun membuat nadda aneh.


"Lo sehat Gus,kayaknya gue baru sehari gak masuk deh tapi kok lo sudah aneh gini"


ucap nadda.


"terserah lo"


ucap bagus yang menggerutu dalam hati.


"ndi bagus sehat kayaknya kemarin ngamuk deh,kenapa sekarang jadi gak waras gini?"


ucap ngasal Ipul membuat Fandi tertawa dan bagus memandang tajam Ipul.


"hahaha obatnya habis pul sana beli di toko material haha"


ucap Fandi yang geli dengan omongan Ipul.


"k*mp**t diem gak"


ucap marah bagus melihat kelakuan sahabatnya.


nadda mencoba untuk menjaga jarak dengan bagus dari menghindari obrolan,pergi ke perpustakaan,pura-pura tidak mendengar dan masih banyak lainnya.


"nadd kayaknya ada yang aneh deh sama lo?"


tanya Sarah yang sedari tadi memperhatikan kelakuan nadda.


"aneh apanya perasaan biasa aja deh"


ucap santai nadda.

__ADS_1


"terus kenapa lo duduk disini bukan ditempat duduk lo"


ucap Sarah yang sedikit curiga.


"emang kenapa gak boleh? lagian ini kan lagi istirahat,nanti kalau sudah bel gue balik lagi ke tempat duduk gue.gue gak akan pindah kesini tenang aja sudah sana"


usir nadda ke Sarah untuk balik ke tempat duduk nadda.


"hai sayang kok gak ke kantin atau mau aku beliin"


ucap manja Citra melirik ke arah nadda yang duduknya pindah ke depan.


"gak usah mending lo balik kekelas,lo itu kan kakak kelas harusnya memberikan contoh yang baik buat adik kelasnya bukan kaya j*l*ng"


ucap datar bagus tanpa menoleh ke Citra yang wajahnya merah padam menahan emosinya.


"Lo bisa gak sih baik sama gue,gue itu sayang sama lo kenapa lo gak pernah lihat gue,gue ini kurangnya apa sih "


ucap Citra yang hampir menangis entah itu akting atau tulus.


"gak usah ekting deh lo,berisik tahu gak pergi"


Citra pergi dengan air mata mengalir,semua memandang ia entah pandangan seperti apa hanya mereka yang tahu.


"kenapa lo lihat-lihat?"


tanya bagus dengan wajah datar lalu tersenyum tipis.


"gak kenapa-kenapa"


ucap gugup nadda memalingkan wajah.


"ekhem ekhem gatel tenggorokan"


ucap Ipul pura-pura batuk karena melihat bagus tersenyum walau tipis.


"noh air kecomberan banyak tinggal minum hahaha"


ucap geli Fandi melihat kelakuan sahabatnya.


"k*mp**t lo,emang gue tikus minum air got"

__ADS_1


ucap gerutu Ipul menipuk fandi dengan buku.


 


"za besok ke festival yuk lihat lihat apa gitu dari pada dirumah bosen"


ucap nadda mengajak iza ke festival.


"boleh tuh gimana an del mau ikut gak?"


ucap iza.


"boleh gue lagi strees nih habis ulangan"


keluh Adelia yang memijit pelipisnya.


"apa sih yang gak bikin lo stres?"


ucap canda Ani membuat semua orang tertawa.


"gak pernah hahaha"


ucap kompak iza dan nadda.


"k*mp**t lo emang,besok berangkat jam berapa terus ngumpul dimana?"


ucap gerutu Adelia.


"satu-satu neng nanyanya kayak kereta aja beruntun"


ucap Ani menggoda Adel.


"ihh gue kan nanyanya serius"


ucap Adel seperti anak kecil yang merajut.


"j*j** gue dengarnya"


ucap Ani seperti mau muntah.


 

__ADS_1


__ADS_2