Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 22


__ADS_3

"kak sudah malem mending pulang"


ucap Aris.


"ya,ya ampun baru hari pertama sudah pegal-pegal badanku.hah kalau bukan karena Ani gue males"


ucap nadda merenggangkan tangan dan memukul-mukul kakinya yang pegal.


"nanti juga terbiasa,ayo pulang"


ucap Aris mendahului nadda.


"lo mau nganter gue pulang?"


tanya nadda.


"iya gue akan mengantar kakak pulang setiap hari,mau makan dulu atau langsung pulang?"


ucap Aris menuju parkiran.


"terserah,kalau lo mau makan ya sudah gue ikut"


ucap nadda membuka pintu mobil.


"kayanya makan dulu,soalnya mami lagi tidak ada di rumah.gue males masak"


ucap Aris menjalankan mobilnya.


"emang bibi kemana? kok lo masak sendiri?"


tanya nadda yang fokus ke hp.


"lagi pulang kampung anaknya sakit,enaknya makan apa ya? kak lo mau makan apa?"


ucap Aris menengok ke kanan kiri melihat orang jualan.


"mau makan bakso nggak?"


tanya nadda ketika ia melihat warung bakso dipinggir jalan yang terlihat ramai.


"boleh sudah lama gue tidak makan bakso,warung yang didepan?"


ucap Aris melihat warung yang sama dilihat nadda.


"kayanya enak,banyak yang beli.makan di mobil aja kalau nggak ada masalah ja kosong"

__ADS_1


ucap nadda yang turun duluan untuk melihat-lihat.


"gimana kak kita makan dimana?"


tanya Aris menghampiri nadda.


"tuh ada yang kosong,ayo"


ucap nadda menarik Aris kemeja yang ia tunjuk.


mereka pun duduk dan memesan,saat nadda sedang menunggu bakso datang ia mendengar seseorang menyebut nama nadda entah itu dirinya atau bukan.tetapi nadda merasa kalau yang sedang dibicarakan itu dirinya,saat ia menengok kesamping ia melihat sosok yang familiar namun nadda lupa sosok itu.


"kak..kak nadda"


ucap Aris berkali-kali memanggil nadda yang melamun.


"apa?"


ucap nadda polos memandang Aris.


"baksonya sudah ada,nanti dingin.lagian kakak lagi lihat apa ? kakak kenal sama mereka?"


ucap Aris menengok ke samping nadda.


ucap nadda.


sosok disamping nadda memandang ke arah nadda,ia menatap seolah ia mengenal nadda atau merindukan nadda.


"hey lo kenapa ngelamun,lihatin apa sih? perempuan itu? kenapa lo kenal dia?"


ucap sosok didepannya.


"entah,tapi gue merasa dia mirip seseorang yang gue rindu.tapi gue nggak yakin itu dia"


ucap sosok itu menjawab.


"gue juga merasa kenal sama dia tapi,gue lupa dua siapa?"


ucap sosok didepannya.


saat Aris memanggil nadda kedua orang itu menengok ke arah nadda.


"nadda"


ucap kaget kedua orang tadi seolah mereka mengenal siapa orang yang mereka lihat.

__ADS_1


"dia beneran nadda itu? kok agak beda"


ucap lirih sosok didepan pemuda berambut hitam kelam.


"iya,dia nadda itu"


ucap lirih pemuda berambut hitam kelam,tatapan tajam dan lembut dengan kerinduan yang mendalam.


"nggak nyangka bakal ketemu dia,kayanya dia tidak mengenal kita"


ucap sosok didepan pemuda berambut hitam kelam.


"mungkin dia sudah lupa"


ucap pemuda itu.


"jodoh itu nggak akan kemana,gimana kalau lo deketin dia lagi mungkin dia akan ingat siapa lo"


ucap sosok didepannya.


"boleh"


ucap pemuda itu tersenyum.


setelah makan mereka pulang,aris mengantar nadda pulang.


"makasih,hati-hati dijalan"


ucap nadda.


buk..


wuss..


"aw akh hah"


nadda memegang kakinya yang sakit karena diserempet mobil.


"kak,kakak tidak apa-apa? ayo kita kerumah sakit"


ucap Aris memapah nadda masuk ke mobil.


'siapa yang didalam mobil tadi? aku harus mencari tahunya dan memberi tahu ke kak Ani soal ini'


ucap Aris dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2