
kedatangan Aris ke restoran membuat nadda menyengitkan dahi 'ngapain ini anak kesini memang dikantor tidak ada kerjaan apa? dia kan sudah mengambil cuti atau dia..' pikir nadda kemana-mana melihat aris duduk di depannya.
ingin rasanya ia menghilangkan makhluk didepannya dari awal datang cuman duduk baca buku keluar ambil makanan lalu masuk lagi keluar lagi dia pikir ini rumahnya?" sewot nadda jengah melihat Aris.
"ris kalau lo disini cuman main-main mending balik ke kantor lo kan sudah cuti,kerjaan lo numpuk bukan malah kesini bocah"
geram nadda melempar pulpen ke Aris dan mengenai kepalanya.
tak.
"aduh mba sakit kenapa ditimpuk emang gue boneka apa main timpuk aja"
ucap aris memasukkan bibirnya seperti bebek.
hahaha Aris Aris nggak lucu emang lo anak SD PERGI! atau gue laporin ke Ani biar lo dipecat sekalian'gerutu nadda yang kesal dengan tingkah laku Aris.
**
tok.
tok.
cklek.
langkah kaki menghentikan Mila menulis,ia mendongak siapa yang masuk tanpa izin.wajah tegang ketika memandang orang-orang masuk tanpa izin ke ruangannya.
"maaf ada urusan apa kalian kemari?"
__ADS_1
tanya Mila ke orang-orang didepannya,ia menelan ludah kasar mendengar suara merdu dari sosok yang terduga.
ia hanya menunduk terdiam tanpa berbicara satu kata,memejamkan mata mengingat kesedihan dan kebahagiaan membuatnya lupa dengan masa lalu.
"kenapa kamu diam? apa ada yang salah dengan pertanyaanku"
ucap salah satu laki-laki dengan berwajah tampan.
"aku rasa itu bukan urusan kalian lagi,jadi.saya masih banyak kerjaan dan pintu keluar ada disana"
ucap Mila dengan tegas mengusir mereka,ia merasa mereka sudah tidak ada hubungan apapun jadi buat apa ia menjawab pertanyaannya' ucap bathin Mila.
"apa kamu lupa dengan saya Mila,saya hanya bertanya tentang nadda"
ucap laki-laki berwajah dingin menatap tajam Mila.
"Noona aku..maaf ada tamu Noona aku mau bilang nanti jam dua aku harus ke Indonesia jadi kalau ada nyariin bilang paketnya ada dilaci"
ucap Bryan pamit ke mila,matanya menatap ke tujuh laki-laki yang sangat familiar.
"BTS omg Noona kenal sama mereka! kenapa tidak bilang kak nadda kan ngefans sama mereka,aku mau Vidio call.."
seru Bryan yang baru menyadari kalau ada idol didepannya dengan heboh ia menghubungi nadda.
Tut.
Tut.
__ADS_1
Tut.
"Bryan ada apa kamu menghubungiku? apa ada masalah? kamu jadi pulang kan?"
tanya beruntun nadda ke adik iza yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
"coba tebak disini ada siapa?"
ucap Bryan polos meski umurnya sudah dua puluhan tapi itu hanya berlaku bagi orang terdekatnya termasuk nadda.
"siapa ya tunggu kamu lagi diruangan Mila? Mba mau ngomong sama Mila"
ucap nadda pse berpikir dan ia baru ingat kalau Bryan ada diruangan Mila.
handphone diserahkan ke Mila dengan gugup Mila menjawab pertanyaan nadda,saat Mila ingin mengakhiri handphone sudah direbut seseorang.
"hai apa kabar"
ucap seseorang dengan nada kerinduan,ia bahagia bisa memandang wanita yang ia rindukan.
nadda yang mendengar suara itu tersentak,ia tidak menyangka akan mendengar suara itu lagi.hanya air mata mengalir di pipi ingin rasanya ia berteriak namun suaranya mendadak menghilang.
apa aku masih memiliki rasa itu?' ucap bathin nadda.
terima kasih sudah baca.
maaf kalau typo.
__ADS_1