
puk.
"astaghfirullah! Mila kenapa kamu ngagetin aku isstt"
ucap kaget nadda mengelus dada.
"lagian dipanggil-panggil nggak diem aja sambil senyum-senyum kayak orang gila,kamu sehatkan aku tinggal semalam"
ucap Mila menyebutkan dahi nadda untuk mengecek apakah dia sehat atu sakit.
"enak aja kalau ngomong,aku sehatlah.kalau sakit aku itu kamar atu dirumah sakit.urusanmu sudah selesai? kenapa pagi-pagi sudah datang"
gerutu nadda karena dikira sakit oleh Mila.
"urusanku sudah selesai,lagian aku nggak bisa ninggalin kamu lama-lama nanti diambil kucing kan sayang"
ucap imut Mila memeluk nadda lalu mencubit pipi nadda seperti anak kecil.
"emangnya aku ini anak kecil apa? main cubit pipi,sakit tahu.kamu sudah sarapan?"
ucap sewot nadda mengusap pipinya yang sakit.
"sudah,mending kita langsung ke restoran"
ucap Mila ke dapur namun saat didapur dia melihat ada yang aneh.
"nadd ini topi siapa? kenapa baunya kayak bau sampo laki-laki,jangan-jangan kamu"
ucap Mila membekab mulutnya sendiri karena kaget dan ia berkhayal tentang nadda.
tak.
"tidak seperti yang kamu pikirkan nanti aku ceritain,mending kita ke restoran sudah siang"
ucap nadda menyentil dahi Mila.
Mila yang diam karena masih kepikiran tentang topi didapur,ia tidak fokus dengan apa yang dikatakan nadda.
bruk.
__ADS_1
"nadda gila! sakit tahu main timpuk aja"
sewot mila terkena timpukkan bantal oleh nadda,ia mengambil bantal itu dan meletakkannya kembali.
"lagian ngelamun Mulu,bukannya kerja kalau masih ada urusan mending kamu pulang dari pada disini kamu nggak fokus"
ucap serius nadda dengan nada tegas.
"urusan aku sudah selesai,tapi.urusan topi didapur itu yang belum selesai,itu punya siapa? soalnya yang ku tahu kamu tidak punya teman laki-laki kecuali pegawai disini"
ucap Mila yang penasaran karena bagaimanapun dia diberi amanat oleh iza untuk mengawasi wanita ini.
"oke aku cerita,tapi.habis makan siang cepet kerja,kerjaan masih numpuk sana"
ucap galak nadda yang sudah tidak tahan dengan rasa penasaran Mila.
Mila pun melanjutkan pekerjaannya meski didalam hatinya ia ingin sekali tahu siapa pemilik topi tersebut.
matahari sudah di atas yang artinya waktunya makan siang,inilah yang ditunggu-tunggu oleh Mila.
"kenapa kamu senyam-senyum kayak begitu,menang lotre atau apa"
tuk.
"kamu nggak lupa kan?"
ucap Mila memukul nadda dengan sumpit.
"aw sakit,ia makan dulu nanti aku cerita"
ucap nadda meneruskan makannya.
"jadi begini..."
ucap nadda menceritakan dari awal ketemu dengan pemuda itu sampai ia bertemu lagi tadi malam.
flasback on.
"kamu punya apa aja?"
__ADS_1
tanya pemuda didepannya.
"itu di kulkas kayaknya ada beberapa sayuran dan ayam atau ikan"
ucap nadda menunjukkan isi kulkasnya.
"oke kalau begitu kamu masak dulu untuk aku,lalu aku akan masak untuk kamu"
perintah pemuda itu ke nadda.
'untung lebih tua dia' ucap bathin nadda yang menggerutu.
nadda pun memasak nasi goreng spesial dengan bumbu Indonesia tentunya,ia pun menyajikan masakkannya ke pemuda tadi.
Dengan bangga ia menyajikan makanannya,serelah nadda selesai dengan masakkannya pemuda itu pun memasak untuknya.
"oke waktunya makan,selamat makan"
ucap pemuda didepannya,ia memasukkan makanan ke mulutnya dengan ekspresi wajah seperti ada yang aneh dengan makanannya.
"bagaimana oppa masakan ku enak atau nggak"
tanya nadda menunggu dengan harap-harap cemas melihat ekspresi pemuda didepannya.
"umm bagaimana ya lumayan bikin kenyang"
ucap pemuda itu memakan habis nasi gorengnya.
"yak seokjin oppa! katanya lumayan takenapa habis bilang aja enak susah amat"
teriak nadda yang kesal dengan pemuda didepannya itu.
"Haha sorry,masakan kamu enak"
ucap jin oppa dengan tertawa melihat kelakuan nadda.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1
ini hanya khayalan ku saja jadi jangan dibawa perasaan.