
"dia lagi pulang kerumah orang tuanya"
ucap nadda.
"bagaimana mau kita ubah?"
tanya Myung Soo yang melihat-lihat sekeliling restoran.
"iya, ayo ikut aku"
ucap nadda menarik Myung Soo tanpa persetujuan,myung Soo yang ditarik pun menyumpahi nadda tapi tidak dihiraukan.
nadda menarik Myung Soo ke mall untuk membeli perlengkapan,dari satu toko ke toko lain tanpa istirahat nadda menarik Myung Soo.
"stop aku capek hah huh hah kamu gila ya haduh hah huh istirahat dulu kenapa,minum atau makan dulu capek tahu"
ucap Myung Soo mengatur nafas karena capek mengikuti nadda keliling mall nyesel dia bilang untuk merubah dekorasi restoran kalau begini akhirnya mending aku diem aja.
'hah benar-benar gila'
jerit Myung Soo dalam hati.
"begini aja capek belum juga sepuluh toko,masih banyak yang harus kita beli kan tadi kamu yang ngusulin buat mendekor ulang restoran"
ucap nadda yang geleng-geleng kepala melihat Myung Soo kecapean.
"what sepuluh toko! astaga kenapa tadi tadi aku ngusulin ide itu,aku mau istirahat dulu.kalau mau kamu jalan sendiri aja aku mau minum sana hus hus"
ucap Myung Soo mengusir nadda untuk pergi.
buk.
buk.
"awaw sakit nadda kenapa kamu mukul aku"
__ADS_1
ucap Myung Soo yang heran dengan sahabat sekaligus bosnya.
"aku pergi dulu jangan kemana-mana"
ucap nadda meninggalkan Myung Soo.
"emang aku anak kecil? kan seharusnya dia yang hati-hati,bagaimana sih pusing aku"
ucap Myung Soo meletakkan kepalanya di atas meja.
nadda melihat-lihat barang-barang setelah masuk ke dalam toko,sebenernya ia bingung mau beli apa,namun ketika ia melihat buku dekorasi ia pun mempunyai ide.
setelah selesai berbelanja ia kembali ketempat Myung Soo,gadis itu benar-benar dia yang mempunyai ide tapi disuruh keliling segini aja sudah capek.
bruk.
"aw "
ucap nadda menggosok pantatnya yang sakit karena jatuh sambil duduk.
tanya pemuda yang menabraknya,ia membantu nadda berdiri dan memunguti barang-barang nadda.
"nggak papa,lain kali hati-hati kalau jalan lihat kede.."
belum selesai nadda berbicara pemuda tadi sudah menarik nadda untuk berlari menghindari segerombolan wanita yang meneriaki namanya.
nadda yang masih linglung mencoba menyamai langkah pemuda itu,meski langkah kaki berbeda karena nadda lebih pendek namun karena ditarik paksa,mau tidak mau ia harus mengikutinya.
"hosh hsoh hah huh kamu itu siapa sih kenapa mereka hah huh mengejar kamu"
ucap nadda terpotong-potong mengatur nafas yang terasa mau habis.
"sorry aku narik kamu hah huh"
ucap pemuda itu membuka masker dan topinya,terpampanglah wajah tampan tanpa cela membuat nadda tertegun melihat ciptaan Tuhan.
__ADS_1
'nikmat mana lagi yang engkau dustakan'ucap nadda dalam hati.
ia seakan terhipnotis dengan pemandangan didepannya,tanpa berkedip nadda memandang ciptaan Tuhan apa lagi ketika pemuda itu tersenyum manis ingin rasanya ia bawa pulang.
"kamu nggak kenapa-kenapa?"
tanya pemuda didepannya sambil menyentuh wajah nadda.
"a.. aku nggak kenapa-kenapa,kamu sendirian kesini? bukankah kamu punya bodyguard.kemana mereka?"
ucap nadda melihat sekelilingnya yang sepi tidak ada siapapun.
"aku terpisah dari mereka dan akhirnya aku ketahuan,kenapa kamu biasa aja melihat aku tidak seperti yang lainnya.mungkin aku bukan idola kamu?"
ucap pemuda didepannya dengan senyum manis yang membuat siapapun yang melihat akan terpesona.
"ahh itu.."
ucap nadda terpotong bunyi hpnya.
πΆπ² Myung Soo.
"hallo"
"..."
"ya sudah kamu pulang dulu aja,lagian aku mau beli sesuatu dulu"
"..."
"iya bawel bye bye"
ucap nadda mengakhiri telpon dari Myung Soo yang harus pulang lebih dulu.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.