
bagaimana kalau kita kirim nadda ke Korea Selatan"
usul Ani dengan spontan membuat semua orang memandang ke arahnya.
"why? kenapa kalian ngeliatin gue kayak begitu,ada yang salah sama ucapan gue ?"
ucap Ani memandang balik mereka.
"maksud lo apa kirim nadda ke Korea?"
tanya Adelia yang tidak paham dengan ucapan Ani.
"maksud gue,lo iza.lo punya resto kan di Seoul?"
ucap Ani menggantung.
"iya,lalu hubungannya apa dengan nadda"
ucap iza yang masih bingung.
"Lo suruh nadda ke Seoul buat ngurusin resto,sekalian dia liburan.paling lama 3-5 bulan,biar dia bisa refresing bagaimana satuju?"
ucap Ani menjelaskan.
"boleh,tapi gue harus bilang dulu ke Mama dan papah buat minta ijin"
ucap kak Adit.
"tapi sebelum nadda kita harus tahu,sosok itu benar dengan dugaan kita atau bukan"
ucap Adelia.
__ADS_1
"iya,tapi jangan sampai dia curiga.kita harus pintar cari kata yang pas"
ucap Ani berfikir.
"bagaimana kalau kita pancing nadda buat cerita tentang masa SMP,dia pasti bakal menyebutkan nama-nama dan kita pasti bakal tahu.bagaimana?"
usul iza dengan senyuman.
"tumben otak lo encer,oke kita laksanakan"
ucap Ani meledek iza yang cemberut karena diledek Ani.
"emang dari dulu otak gue sudah encer"
ucap sewot iza melempar bantal kearah Ani dan mengenai kepalanya.
**
Ani memulai aksinya,ia bercerita masa SMP.dari cerita sedih karena sering dipanggil guru sampai dia ditembak oleh cowok.
lalu iza mengikuti alur dia pun bercerita banyak sampai ia menanyakan nama-nama teman nadda ketika SMP.
satu persatu nadda sebutkan bukan hanya nama namun kejadian yang pernah terjadi pun ia sebut.
tatapan ani,iza dan Adelia saling memandang ketika mereka mendengar nama yang mereka cari,dari cerita yang mereka dengar ada titik terang.mereka saling memandang dan menganggukkan kepala bertanda mereka satu pikiran.
setelah mendengar cerita nadda mereka mengadakan meeting lagi besok untuk memutar rekaman yang ternyata Ani rekam.
keesokan harinya mereka berkumpul sambil mendengar rekaman nadda bercerita,ketuka nama yang mereka tahu disebut mereka menajamkan telinga mereka.
seakan mereka tahu apa yang sedang terjadi ketika nadda smp.
__ADS_1
"tapi,itukan sudah lama banget.masa diungkit sekarang,kayaknya bukan hanya itu motifnya pasti ada yang lain"
ucap Axel yang ikut pertemuan.
"tapi apa motif lainnya? apa laki-laki ada disekitar nadda? atau dia masih menyimpan rasa?"
ucap kak Adit yang seakan dia tahu kalau laki-laki tersebut ada disekitar nadda.
"mungkin? tapi masalahnya Sekarang kita nggak tahu bagaimana wujudnya,karena sudah lama pasti sudah berubah.meski wajahnya mungkin masih bisa dikenali,tapi,yang bisa mengenali adalah orang-orang pernah melihatnya"
ucap Adelia mengutarakan pikirannya.
"bisa jadi nadda masih mengenalnya,kenapa kemarin nggak nanya dia pernah ketemu teman SMP-nya atau nggak"
ucap Ani yang kesal kenapa tidak menanyakan hal itu.
Ani yang masih kesal dengan dirinya sendiri dikagetkan dengan ketukan pintu,setelah pintu terbuka sosok yang beberapa hari ini menghilang ada didepan matanya.
"assalamualaikum ka Ani"
ucap Aris dengan senyuman.
"wa'alaikumsalam ngapain lo kesini? kan tugas lo sudah selesai"
ucap santai Ani cuek bebek melihat Aris cemberut.
"ya kan,gue masih kerja disini juga meski bukan jadi asisten kak Ani.bagaimana keadaan kak nadda?"
tanya Aris.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.