Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 123


__ADS_3

suara merdu alunan lagu-lagu islami terdengar di rumah yang megah,tiga orang duduk melingkari meja tatapan sedih di wajah membuat siapapun yang melihat seakan bertanya padahal acara syukuran tapi sang pemilik hajat justru sedih.


salah satu dari mereka tidak ada disekitar meski sering menghubungi tapi terasa berbeda,mau menyesali tapi tidak boleh jadi terima saja toh masih bisa ngobrol.


πŸŽΆπŸ“² nadda.


(anggap video call)


"assalamualaikum"


"wa'alaikumsalam nadd hiks kangen hiks"


ucap salah satu diantara mereka dengan air mata menetes di pipinya.


"nadd bagaimana kabar lo disana?"


tanya Ani tersenyum melihat nadda tersenyum meski hatinya mempertanyakan apakah dia bahagia?'.


"apa seokjin masih mengabaikan lo?"


tanya iza menunggu jawaban nadda 'sungguh gue kepo,awas aja gue s*m****h itu anak' benak iza mengutuk.


dengan tersenyum nadda menjawab satu persatu pertanyaan sahabatnya,ia tahu sahabatnya menghawatirkan dirinya tapi ia tidak mungkin memberitahu kebenarannya 'maaf'.


"gue juga kangen sama kalian,bagaimana kabar kalian terus bagaimana kabar Dede bayi.lagi ada pengajian? tunggu ini acara tujuh bulanan! kenapa nggak berasa perasaan gue baru pergi kemarin"

__ADS_1


nadda mencoba terlihat bahagia karena ia tidak ingin mereka kawatir dengan dirinya.


Adel yang tiba-tiba kembali ceria pun bercerita tentang kehamilannya lalu Ani dan iza justru mengeluh karena jadi pembantu yang disuruh-suruh Adel,mereka protes menyuarakan isi hati betapa lelahnya mengabulkan permintaan Adel yang aneh.


melihat mereka berdebat membuat kegelisahan nadda sedikit berkurang,kesedihan yang ia pendam sendiri berlahan menguap dengan berbicara dan meributkan sesuatu tidak penting.


ya Allah terima kasih engkau sudah pertemukan aku dengan mereka,semoga mereka selalu diberi kesehatan dan dilimpahkan rezeki.semoga persahabatan kita sampai surga.


tok.


tok.


tok.


"nadd... nadda kamu didalam,nadd"


ahran memanggil nadda namun tidak ada jawaban,ia pun masuk dan mendapati nadda sedang tidur.


"nadd...nadda bagun sudah sore kamu sudah mandi belum,nadd..nadda"


ahran yang kawatir karena nadda tidak bangun mengecek detak jantungnya,ia bersyukur kalau jantungnya masih berdetak.


tapi kenapa dia nggak bangun-bangun,ahran sedikit berlari mengambil ponsel untuk menghubungi dokter.berhubung oemma dan appa sedang tidak ada jadi ahran memutuskan untuk menghubungi dokter.


beberapa menit kemudian dokter Shin datang,ia memeriksa nadda beberapa kali ia mengecek dahinya menyengit seolah tidak mencaritahu.

__ADS_1


dokter menanyakan apa yang dimakan oleh nadda ahran menjawab dia terakhir makan cake coklat,dokter yang curiga menyuruh ahran untuk membawa nadda ke rumah sakit dan tidak lupa ia membawa cake yang dimakan nadda.


dengan perasaan gelisah ahran menghubungi sang suami tak lupa ia menyuruh bibi Chan untuk menjaga min Jun.


dirumah sakit ahran bolak-balik lalu duduk berdiri lagi,ia gelisah dan kawatir dengan keadaan nadda 'tadi pagi dia baik-baik saja kenapa sekarang begini' ucap perihatin ahran.


tak lama seok Jung datang dia memeluk istrinya agar dia tenang,dokter keluar menyuruh suami istri itu untuk masuk ke ruangannya.


dokter mengatakan kalau nadda tidak sadarkan diri karena obat bius,hasil lab menyatakan kalau cake yang dimakan nadda mengandung obat bius tingkat tinggi dan dokter menjelaskan bahwa nadda bisa tertidur lama atau dia bisa meninggal.


ahran dan seok Jung kaget mendengar ucapan dokter Shin 'lagi-lagi dia kecolongan,sepertinya ia harus bertindak sekarang' ucap seok Jung mengepal tangannya menahan amarah.


ditempat lain dua orang wanita sedang tertawa terbahak-bahak sambil meminum minuman keras.


"Haha m*** kau j*****"


teriak wanita berponi meminum sampai tersedak.


"hati-hati jangan sampai kau menyusul j***** itu haha"


ucap wanita berkacamata menepuk punggung wanita berponi.


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.

__ADS_1


__ADS_2