
Ani yang marah ia turun untuk melihat sosok yang membuat keributan di kantornya.
"berisik! Anda siapa tiba-tiba datang teriak-teriak emang ini hutan apa?"
ucap Ani yang menahan emosinya.
"gue Frisca keponakan Tante Dina,lo siapa? Aris sama nadda mana peng**** banget"
ucap sisca dengan percaya diri.
"heh sini,sejak kapan mami gue punya keponakan perempuan.kalau masih tidur itu bangun jangan terlalu kebanyakan ngayal nggak baik buat kesehatan"
ucap santai Ani membuat sisca marah dan diem.
"jadi lo yang namanya Ani?"
ucap sisca 'awas aja lo gue akan bales semuanya ' ucap bhatin sisca.
"iya,kenapa? mending lo sekarang pergi! ngaku-ngaku jadi sepupu gue lagi.nggak tahu malu,sudah bubar balik kerja"
ucap Ani meninggalkan sisca yang malu dan marah.
Sisca pun pulang dengan sumpah serapah,ia tidak terima dengan penghinaan ini.ia harus laporkan ke mamanya.
dirumah sisca.
"ma sebenernya Mama itu adiknya Tante Dina bukan sih "
ucap sisca yang marah sama mamanya.
"memang kenapa sayang,pulang-pulang cemberut begitu"
ucap Mama sisca.
"tadi aku ketemu sama Ani dan dia bilang dia nggak punya sepupu perempuan,sudah begitu dia malu-maluin aku lagi pake ngusir segala"
omel sisca mengingat kejadian tadi.
"sebenarnya Mama dan Tante Dina tidak punya hubungan apa-apa,kita cuman sahabat kalau memang Dina tidak ada ya sudah kamu cari pekerjaan lain"
ucap Mama sisca yang menasehati anaknya.
__ADS_1
"iya ma"
ucap sisca dengan pandangan sulit diartikan.
"mobil kamu kemana? itu mobil siapa?"
tanya Mama sisca yang melihat mobil anaknya berbeda.
"itu lagi tukeran sama teman ma"
ucap sisca.
di rumah sakit.
"dit kenapa nadda bisa kecelakaan?"
tanya Mama nadda dan Adit.
"aku nggak tahu ma,polisi masih menyelidikinya.kita tunggu saja hasilnya"
ucap Adit menenangkan orang tuanya.
di lain tempat ada sosok yang sedang mondar-mandir,ia gelisah dan takut sampai-sampai ia tidak mau keluar kamar.
"aduh bagaimana keadaan orang itu,kalau dia meninggal bagaimana nggak nggak dia nggak boleh meninggalkan.lagian aku nggak sengaja ahhh kenapa jadi begini"
ucap seseorang frustasi ia melempar semua barang-barang dan memecahkan nya.
"sayang kamu kenapa? buka pintunya"
ucap seseorang dibalik pintu ang kawatir.
tak.
tak.
tak.
"Tante kenapa nangis"
ucap seorang pemuda.
__ADS_1
"itu Arman didalam mecahin barang-barang terus teriak-teriak Tante nggak tahu dia kenapa,sam tolong bukain pintunya"
ucap Mama Arman yang menangis,ia kawatir dengan anaknya.
"Tante tenang aja,sam akan bantuin Tante.tante tunggu dulu disini"
ucap Sam menenangkan mamanya Arman.
"iya Sam"
ucap Mama Arman mencoba untuk tenang,ia berdoa agar anaknya tidak apa-apa.
"man buka pintunya,kalau lo ada masalah lo bisa bilang ke gue.gue bisa bantuin lo,i nget Mama lo man"
bujuk Sam agar Arman membuka pintunya,ia mencoba untuk mendobrak.
brak.
pintu terbuka.
terlihat pemuda terduduk menunduk sambil menangis,barang-barang berserakan dimana-mana.
"man lo kenapa"
ucap Sam menepuk pundak Arman mencoba menenangkannya.
"gue..gue sudah jadi pembunuh Sam! gue sudah jadi pembunuh hiks hiks hiks gue sudah bunuh orang"
teriak Arman dengan frustasi.
"apa maksud lo,lo ngomong apa!"
ucap Sam yang tidak mengerti ucapan Arman.
"gue sudah menabrak seseorang hiks hiks hah gue nggak tahu keadaan dia bagaimana"
ucap Arman menjelaskan apa yang terjadi.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1