
seorang perempuan tersenyum manis melihat tiga orang berebut bunga dan gaun,ia berjalan melewati mereka memandang langit biru terbersit kenangan indah dimana ia mengambil keputusan untuk kehidupannya.
ini keputusanku tapi kenapa seperti ada yang janggal,ahh aku tidak boleh memikirkannya dia sudah bahagia prioritasku adalah dia.dia yang selalu mencintaimu dan membahagiakan ku.
tanpa sadar langkah kaki mendekat dan pelukan hangat menyadarkannya dari kenangan masa lalu,apa yang kau pikirkan tanyanya 'aku tidak berpikir apa-apa aku hanya heran dengan mereka bertiga kenapa mereka yang antusias' jawab nadda melepaskan pelukan Fadil.
"sudah tidak ada pasien? kasian Riko sendirian dia juga butuh istirahat"
ucap nadda memandang Fadil dengan tatapan bertanya.
"dokter dirumah sakit masih banyak jadi kalau kehilangan seorang dokter itu tidak masalah"
ucap santai Fadil tersenyum manis ke nadda dan ia mendapat hadiah yaitu pukulan maut.
"aw aw sakit,lagian pasien yang aku tangani sudah tidak ada dan aku sedang tidak jaga"
ucap Fadil menggosok tangannya yang sakit,hah kenapa dia masih galak?'pikirnya.
**
__ADS_1
"bagaimana?"
tanya seorang laki-laki dengan tatapan tajam.
"nona nadda akan menikah dengan seorang dokter persiapannya sudah hampir selesai"
ucap salah satu anak buah bagus melaporkan tentang nadda.
bagus memang melepaskan nadda tapi,ia tidak benar-benar melepaskannya mengawasi dan menjaganya meski ia tahu dihati nadda ia hanya sebatas sahabat.
hanya melihat dia bahagia sudah cukup untukku dirinya tahu cinta itu tidak bisa dipaksa,semoga kau bahagia dengan pilihanmu jika nanti kau terluka aku akan datang menemuimu.
**
andai saja mereka bukan sahabatku sudah ku lempar mereka ke luar angkasa,hah semakin hari hatiku semakin tidak tenang ku harap semua baik-baik saja.
apa bagus akan datang?' pikir nadda tiba-tiba teringat bagus orang yang pernah menjadi tunangannya walau hanya sepihak,aku harus berterima kasih kepada dia kalau bukan dia aku tidak akan ada disini.
"nadd are you Ok?"
__ADS_1
tanya Ani kawatir melihat nadda terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"gue hanya kepikiran bagus bagaimana keadaan dia sekarang,gue mereka tidak tahu diri dia yang menyelamatkan hidupku tapi gue malah menghancurkan hatinya,dulu gue selalu berusaha untuk mencintainya dan gue gagal"
ucap nadda menuangkan keresahan hatinya ke sahabatnya,ia sudah tidak bisa menanggung semua ini sendiri.
"dia pasti ngerti cinta itu tidak bisa dipaksakan dan jika dia mencintai dia akan merelakan lo untuk bahagia"
ucap iza memberikan wejangan untuk nadda agar dia tidak memikirkan hal yang aneh-aneh.
"tadi lo bilang lo berusaha untuk mencintai bagus? bukankah pada saat itu lo amnesia apa setelah ingatan lo kembali,ingatan lo ketika amnesia masih melekat"
tanya Ani ketika menyadari kata nadda seakan dia tidak amnesia,apakah pikiran gue yang salah? atau salah persepsi' pikirnya.
nadda yang mendengar ucapan Ani tersedak air liur sendiri,haha gue lupa kalau diantara kita ani yang paling peka makanya dia menjadi ibu bos diusia muda.apa aku jujur saja?' ucap bathin nadda.
"Ani dari pada kau nanti jadi g*** karena memikirkan hal itu lebih baik kau balik ke kantor,dari tadi Aris menghubungimu tapi tidak lo angkat katanya ada meeting"
ucap kak Felix yang tiba-tiba muncul dibelakang nadda.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.