
"ahh kenapa kosong? kayanya Mila lupa belanja,mending aku aja yang belanja"
ucap nadda ketika membuka kulkas yang kosong ia pun berencana untuk belanja.
ia jalan Kaki karena ia disekitar rumahnya ada minimarket dan disana cukup lengkap,ia memakai jaket karena udara diluar dingin.
ia menggosok kedua tangannya untuk mendapat kehangatan,sampai didepan pintu minimarket ia tidak sengaja melihat seseorang sedang duduk sambil menahan sesuatu,ia pun mendekati sosok tersebut.
"kau tidak apa-apa?"
tanya nadda yang melihat ada sedikit darah ia pun mendekat tanpa memperdulikan orang tersebut.
ia masuk ke minimarket untuk membeli sesuatu lalu ia keluar membawa kantong plastik,ia perlahan membersihkan luka di lutut dan di bagian telapak tangan pemuda tersebut.
"selesai,nih minuman untuk kamu atau makan?"
tanya nadda memberikan minuman ke pemuda didepannya yang masih terdiam karena syok.
"kau tidak apa-apa? apa ada yang sakit atau kita pergi kerumah sakit?"
tanya nadda lagi setelah melambaikan tangan didepan wajah pemuda tersebut.
"a..aku tidak apa-apa,terima kasih sudah menolong ku.aku harus pergi aww ahh"
ucap pemuda berterima kasih,ketika ingin bangkit namun ia tidak bisa karena lututnya Masih sakit.
"kau mau pergi,tunggu sebentar"
ucap nadda mencegah pemuda itu untuk bangkit karena lukanya belum kering.
tin.
tin.
__ADS_1
tin.
"ayo masuk,pak tolong antar dia sesuai alamat yang ia ucapkan terima kasih"
ucap nadda membantu pemuda itu masuk ke mobil untuk pulang ke rumahnya.
"tunggu kayaknya ada yang aneh,kenapa dia memakai masker dan topi? ahh sudahlah aku kesini kan untuk belanja.sudah malam nanti Mila nyariin"
ucap nadda yang teringat untuk belanja pun lupa dengan pemuda yang ia tolong.
nadda membeli berbagai macam jenis makanan dan minuman,tidak lupa ia mie instan ia kangen ketika Indonesia dia selalu makan mie ketika hujan.
cklek.
"tumben Mila belum pulang kemana dia? mending aku chat aja"
ucap nadda ketika melihat jam ditangannya,ia mencoba menghubungi Mila dan mila bilang ia tidak bisa pulang kerumah karena dia pulang kerumah orang tuanya.
"huft sendirian,aku jadi penasaran dengan pemuda tadi Kenapa dia pakai masker dan topi.sayang aku tidak melihat wajahnya huh apa dia seorang idol tuk tunggu ahh tidak tidak tidak mungkin,mending aku tidur"
**
"hoam ternyata sudah pagi,ahh aku lupa Mila tidak pulang untuk beberapa hari.aku harus mandi dan pergi ke restoran"
ucap nadda ketika bangun tidur ia membereskan tempat tidurnya baru ia mandi.
nadda yang sudah rapi kedapur untuk memasak,ia pun pergi ke restoran untuk mengecek kebutuhan dan yang lain.
puk.
"astaga,kau bikin jantungan aja untung aku nggak punya penyakit jantung.ada apa? kau pagi-pagi kesini?"
tanya seseorang yang menganggarkannya.
__ADS_1
"sorry,pengin aja pagi-pagi kesini memang nggak boleh?"
tanya balik seseorang tadi.
"emang kamu nggak kuliah?"
ucap nadda yang balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan orang tadi.
"gue lagi libur,sudah tiga bulan nggak bosen restorannya begini-begini saja"
ucap sosok tadi.
"iya juga ya,apa kamu punya ide"
ucap nadda dengan pose berpikir.
"ada tapi berani bayar berapa?"
ucap santai sosok tadi.
"bayar berapa?! kau masih betah kerja disini Myung Soo!"
teriak nadda mendengar ucapan sosok yang sedari tadi didekatnya yaitu Myung Soo.
"hehe biasa aja kali aku kan cuman bercanda dibawa perasaan banget,kemana Mila kenapa tidak kelihatan?"
ucap cengengesan Myung Soo menggoda nadda.
meski Myung Soo pegawai tapi nadda dan mila tidak membedakan apalagi kalau hanya ada mereka saja.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1
anggap di atas menggunakan bahasa Korea terima kasih.