
tiga hari nadda menghilang lalu ia memutuskan untuk menerima pernikahan sepihak,apapun itu orang tuanya sudah memutuskan dan ia tidak sanggup untuk menentang kedua orang tuanya.
cklek.
"assalamualaikum"
ucap nadda memasuki rumahnya dengan wajah lusuh ia berjalan sampai diruang tengah matanya melebar melihat sosok tidak asing dengan santainya menonton televisi dan memakan cemilan.
mendengar langkah kaki sosok berbaju putih mengalihkan pandangannya dari televisi,ia tersenyum melihat sosok wanita yang menghilang tiga hari karena pernikahan 'apa dia sudah menyerah?' pikir sosok berbaju putih.
"wa'alaikumsalam lama tidak bertemu kemana saja tiga hari ini? tidak ku sangka seorang nadda bisa menghilang begitu saja dengan watak tenang,istiratlah om,tante dan kakakmu sedang pergi aku akan memberitahu mereka kalau kamu sudah pulang"
ucap panjang kali lebar sosok berbaju putih seolah dialah tuan rumah dan dirinya tamu sungguh mengesalkan.
tanpa merespon sosok didepannya nadda melenggang pergi ke kamarnya untuk istirahat,dibenaknya terpatri satu nama calon suaminya.ia tidak menyangka kalau ia akan berakhir dengan sosok putih itu.
brak.
nadda membanting pintu dengan kencang amarah yang sudah hilang kini kembali setelah bertemu sosok yang enggan ia temui,kenapa dia bisa disini begitu santai aaargh kenapa?!' jerit nadda menggema dikamar.
__ADS_1
diruang tengah sosok berbaju putih dengan tenang menatap punggung wanita yang ia cintai menjauh dengan tatapan rindu ingin ia memeluk tubuh itu,namun.ia sadar nadda telah berubah ia bukan nadda yang dulu masih tersenyum kearahnya.
"ekhem Mau sampai kapan kita disini"
tanya laki-laki bertopi baru masuk,ia menyadari nadda pulang namun ia memilih untuk tidak muncul dihadapannya.
"kenapa? kau sudah rindu Fandi hm? gue jadi curiga dengan hubungan kalian atau haruskah gue menikahkan kalian"
ucap sosok berbaju putih menggoda bawahannya sekaligus sahabat dan saudaranya.
buk.
ucap santai Ipul mengejek bagus 'gue sanksi nadda tidak akan melakukan itu ya untuk sekarang sepertinya dia memilih menjadi anak penurut.
bagus tidak menggubris omongan Ipul ia sangat mengenal laki-laki itu lebih dari sepuluh tahun,ia hanya menyadarkan ku untuk berhenti karena apa yang aku lakukan akan sia sia bahkan membuat nadda tersakiti tapi terkadang manusia memilih sisi egoisnya.
**
di butik tiga orang sedang sibuk memilih gaun pengantin padahal bukan salah satu dari mereka yang akan menikah tapi,kenapa mereka yang memilih bukankah lebih etis kalau penggantinya langsung yang memilih.
__ADS_1
aw kenapa aku jadi mual-mual begini mencium parfum menyengat' pikir Adel meninggalkan dua sahabatnya ke kamar mandi ia muntah tapi tidak keluar apapun,tubuhnya melemas ia pun menghubungi sang suami untuk datang ia tidak kuat lagi berdiri.
tak lama suami Adel datang dengan tatapan kecemasan melihat adel duduk lemah,ia menggendong dan berpamitan ke dua sahabat Adel.
Adel kenapa ya? perasaan tadi ia tidak sakit kenapa sekarang puvet banget? mudah-mudahan dia tidak apa-apa' ucap bathin Ani dan iza.
"an kita pilih tradisional aja itu yang putih buat akad lalu yang biru buat resepsi kan nadda menyukai warna putih dan biru"
usul iza setelah melihat-lihat gaun pengantin,ia memilih dua gaun berwarna putih dan biru lalu ia perlihatkan ke Ani meminta pendapatnya.
"bagus tapi menurut gue yang satu ini aja bagaimana perpaduan yang sempurna bukan?"
ucap Ani menilai gau ditangan iza setelah melihat-lihat matanya menatap satu gaun yang sangat cantik dan gaun itu sangat cocok untuk nadda,ia pun mengambil dan memamerkannya ke iza.
"oke kalau begitu kita ke kasir"
ucap iza setelah menilai gaun yang dibawa Ani,ia menyetujuinya dan pergi ke kasir untuk membayar.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.