Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 74


__ADS_3

satu bulan sudah nadda di Jepang,nadda baru tahu satu Minggu yang lalu kalau ia berada di Jepang.sekarang ia sudah bisa berjalan dengan lancar setiap hari ia selalu berusaha bahkan bagus pun tidak tahu kalau ia sudah lancar berjalan.


apa yang harus aku lakukan? apa jujur saja sama bagus dan membatalkan pertunangan ini,sampai hari ini aku belum bisa mencintai dia tapi aku tidak bisa seperti ini terus aku harus keluar.


tok.


tok.


tok.


cklek.


"ada apa?"


tanya nadda ke seorang asisten bagus.


"maaf non dipanggil tuan ke ruang kerjanya"


ucap asisten bagus memberitahu kalau bagus memanggilnya.


nadda berjalan ke ruangan bagus,ia membuka pintu dan masuk untuk menemui bagus.bagus berdiri dan memeluknya dari belakang membuat nadda menegang tak tahu ia harus berbuat apa,ia hanya diam merasakan hembusan nafas dilehernya.

__ADS_1


bruk.


seorang wanita yang penuh dengan air mata menghampiri nadda dan bagus,ia menangis kencang menghampiri nadda namun dihadang oleh bagus.


"kenapa kau merebut segala-galanya dariku huaa hiks hiks kenapa! gue b**** lo sini,awas akhh"


ucap Amora menangis kencang ingin memukul nadda namun dihadang bagus dan mendorongnya.


nadda yang melihat itu pun syok ia ingin menolong Amora tapi malah didorong hingga kepalanya terbentur ujung meja,darah mengalir di keningnya bagus yang panik pun menggendong nadda ke rumah sakit.


Amora terdiam kaku melihat semua kejadian entah kenapa dia merasa takut padahal seharusnya ia senang kalau terjadi sesuatu dengan nadda,tapi kenapa hati berdebar kencang.


mobil kencang membelah jalan tidak menghiraukan bunyi klakson ia terus menerjang sampai ia dirumah sakit,ia menggendong dan berteriak mencari dokter.


cklek.


bagus menghampiri dokter ia bertanya bagaimana keadaan nadda,dokter menjawab ia tidak apa-apa benturannya tidak terlalu keras jadi dia hanya luka kecil.


satu kemungkinan yang ada dipikiran bagus,apa nadda mengingat masa lalunya'ucap bathinnya,apa yang harus ia lakukan ia tidak mau kehilangan nadda tapi.


cklek.

__ADS_1


"Gus bagaimana keadaan nadda"


tanya Fandi yang baru datang dengan ipul mereka kawatir setelah mendengar amora membuat masalah.


"lukanya tidak parah"


ucap lesu bagus menundukkan kepala,ipul dan fandi pun menyengitkan dahi kenapa dia kawatir bukannya nadda tidak apa-apa' pikir mereka berdua.


"lalu kenapa wajahmu ditekuk begitu apa ada hal lain yang terjadi?"


tanya Fandi penasaran melihat sosok tegas menjadi seperti ini.


"bagaimana kalau nadda mengingat semuanya,apa yang harus gue lakukan"


ucap lesu bagus memegang tangan nadda dengan erat.


Ipul dan bagus hanya terdiam mendengar penuturan bagus,ingin mereka berteriak dan bilang kalau nadda tidak amnesia sampai saat ini dia masih nadda yang dulu.


menghela nafas berat Ipul memberikan sesuatu sedangkan Fandi yang mendengar helaan nafas dari Ipul merasa kalau ada yang dia sembunyikan,ia pun menarik Ipul keluar.


Fandi menengok kanan kiri sebelum bertanya ia takut ada mata-mata bagus,ia bertanya apa yang lo rencanakan? Ipul yang mendengar ucapan Fandi pun menyengitkan dahi gue nggak merencanakan apapun? jawab Ipul.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2