Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 105


__ADS_3

"hiks hiks nadda akhirnya lo balik juga"


ujar Ita memeluk nadda didepan banyak orang membuat nadda malu karena semua pengunjung memandang mereka berdua dengan tersenyum.


"Lo kenapa tiba-tiba meluk gue! nggak malu apa dilihatin banyak orang,ini kenapa lo nangis ita surita!


ucap nadda tersenyum melepaskan pelukan ita dan menghapus air matanya.


"ihh jahat banget gue lagi sedih gara-gara sahabat lo itu bikin gue pusing dengan permintaannya"


ujar Ita meluapkan kekesalannya ke nadda,nadda hanya melihat dengan datar tanpa menanggapi keluhan Ita.


"omg nadda gue lagi ngomong lo main ngacir aja benar-benar kalau bukan karena lo manager disini gue.."


gerutu Ita terhenti melihat tatapan tajam nadda,ia pun memilih ke dapur dan melanjutkan misuh-misuhnya.


Adel sangat senang melihat pesanannya ia pun langsung memakan habis baksonya tanpa berterima kasih ke nadda,setelah makan ia pamit untuk pulang karena sudah kenyang.nadda menawarkan untuk mengantar Adel namun ditolak Adel bilang tadi ia sudah menghubungi supirnya.


Tut.


Tut.


Tut.


hanya suara dering ponsel terdengar sudah hampir dua puluh kali nadda menghubungi suaminya namun tidak satupun yang tersambung.


"nadd..nadd.. NADDA"

__ADS_1


teriak Ita membuat nadda terjatuh dari kursi,apa suara gue begitu nyaring atau nadda yang tidak fokus ujar Ita membantu nadda.


"Ita! Lo mau bikin gue m***! ketok pintu dulu baru masuk"


gerutu nadda mengelus pinggangnya yang sakit,k****** bener sakit badan gue' gerutu nadda mengutuk Ita berkali-kali.


"hehe sorry lagian lo ngelamun Mulu,ngelamunin suami lo yang nggak pulang-pulang.heran gue sudah nikahi tapi malah ditinggal"


ucap ngelantur ita membuat nadda diam seribu bahasa,ita yang menyadari memukul mulutnya yang keceplosan.


"ada apa?"


tanya nadda tanpa memandang Ita,ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya.


"sorry,itu ada yang mau ngadain acara ulang tahun "


ucap Ita membuka buka jurnalnya.


ucap nadda tersenyum manis memandang ita saking manisnya terlihat menyeramkan.


Ita yang melihat pun keluar memanggil orang yang mau ngadain acara.


"hallo kita ketemu lagi jadi kamu pemilik restoran ini"


ucap sok akrab sosok didepannya ini,kapan gue ketemu sama ini anak?' pikir nadda mengerutkan keningnya.


"hai sorry apa kita pernah ketemu? soalnya saya tidak mengingat Anda"

__ADS_1


ucap sopan nadda yang berusaha mengingat sosok didepannya.


"kita pernah ketemu di warung bakso ingat"


ucap sosok didepannya mencoba mengingatkan namun nadda tidak mengingatkannya 'ngapain gue inget masalah gue aja masih banyak' benak nadda.


"ouh iya,tadi asisten saya bilang Anda mau ngadain acara disini.kalau boleh tahu acara apa? terus buat siapa dan konsepnya seperti apa"


tanya nadda berpura-pura mengingat agar cepat.


bara dia sosok yang katanya pernah ketemu nadda,dia ingin mengadakan acara ulang tahun untuk keponakannya yang berumur lima tahun dan tema acaranya princess karena keponakan dia perempuan.


setelah bara menyepakati kontrak nadda memanggil Ita untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan.


ada suatu hal yang membuat nadda diam,bara meminta no ponselnya namun nadda memberi no restoran.


"ta sudah tulis semua yang dibutuhkan"


tanya nadda mengecek email dan laporan.


"sudah,tinggal beli lo mau ikut ke pasar kalau mau besok kita beli barang-barangnya biar nanti nggak kerepotan"


ujar Ita menceklist semua barang yang harus dibeli.


"a.."


ucapan nadda terhenti oleh bunyi ponsel.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2