
"hoam Mila ngapain pagi-pagi sudah bangunin,masih ngantuk tahu aargh"
keluh nadda yang masih dengan mata tertutup berjalan ke kamar mandi.
"sudah,cepet bangun mandi sarapan,terus pergi ke pasar"
ucap Mila dari dapur yang sedang masak.
"emang mau ngapain ke pasar?"
tanya nadda yang tidak paham.
"bahan direstoran ada yang habis jadi kamu harus ke pasar,kalau kamu tanya kenapa nggak ngambil dari petani.karena belum waktunya,mengerti"
ucap Mila menjelaskan ke nadda.
"iya aku mengerti"
ucap pasrah nadda yang masih ngantuk.
setelah nadda sarapan ia langsung pergi ke pasar,ia membeli bahan yang sudah dicatat oleh Mila.
ia keliling untuk mencari bahan yang dicatat,karena capek ia istirahat disalah satu seperti warung yang menjual makanan dan minuman.
ia membeli minuman sembari duduk untuk istirahat,tanpa dia tahu ada sosok yang selalu mengawasinya entah dengan tujuan apa.
"jadi dia,cantik tapi aku nggak suka dia deket dengan orang yang aku cintai.sepertinya bermain dengan dia seru"
ucap sosok tadi dengan seringai dan tatapan tajam.
nadda yang sudah tidak capek, melanjutkan membeli bahan-bahan yang harus ia beli.
"akhirnya selesai juga ahh capek ternyata,huft mending aku pesen taksi aja"
ucap nadda mengotak-atik hpnya dan tanpa ia sadari ada seseorang yang dengan sengaja menabraknya.
bruk.
__ADS_1
"sorry kamu nggak kenapa-kenapa?"
ucap sosok tadi membantu nadda dan menyelipkan sesuatu keras nadda.
"nggak kenapa-kenapa terima kasih"
ucap nadda membereskan bahan-bahan yang berjatuhan tanpa ia menyadari akan ada sesuatu yang terjadi.
Lima menit nadda menunggu taksi,tiba-tiba ia dikagetkan dengan sekelompok orang yang menghampirinya.
"kamu tadi yang membuat aku jatuh? mana dompet aku?"
ucap seseorang perempuan yang mengaku kehilangan dompet.
"dompet apa aku tidak tahu,tadi bukannya kamu yang nabrak aku.kenapa kamu malah nuduh aku"
teriak nadda yang merasa difitnah oleh perempuan yang menabraknya tadi.
"bohong! mana ada penjahat mengaku,tampilan aja cantik tapi pencuri huh"
ucap salah satu ibu-ibu.
ucap seorang laki-laki yang menarik nadda namun nadda tahan.
"tunggu mana buktinya kalau aku yang mencuri dompetnya,jangan asal nuduh!"
teriak nadda yang membela dirinya sendiri.
srek.
"ini dompet aku! ini tas kamu kan? sudah ngaku aja,bawa dia kekantor polisi"
ucap perempuan tadi menuduh nadda dengan pura-pura sedih.
"bukan! lepas! aku bukan pencuri! lepas!"
teriak nadda yang berusaha membela diri namun karena ia perempuan alhasil ia hanya pasrah dibawa kekantor polisi.
__ADS_1
ia sempat melihat perempuan yang menuduhnya tersenyum,apa dia sengaja memfitnah aku? tapi kenapa? apa salahku' ucap bathin nadda.
dikantor polisi ia terus menangis dan bilang kalau dia bukan pencuri,ia pun berusaha menelepon mila.
Lima jam ia menunggu sampai akhirnya Mila datang dengan Myung Soo,mereka menghampiri nadda dan bertanya apa yang terjadi karena tidak mungkin nadda berbuat seperti itu.
mereka berusaha melepaskan nadda,mereka mencari tahu apa yang terjadi karena setahu mereka nadda tidak punya musuh.
tidak ada satu hari nadda bisa dikeluarkan dengan syarat,mwreka membawa nadda untuk pulang.
Mila dan Myung Soo masih mencari siapa pelaku yang memfitnah nadda,
saat Mila berfikir ia tiba-tiba teringat sesuatu apakah yang dikatakan nadda itu benar.
Mila yang diam-diam mengambil hp nadda,ia menemukkan satu nomor yang akan mengungkapkan rasa penasarannya.
"nadd boleh aku dan Myung Soo bertemu dengan Kim seokjin yang kamu kenal"
ucap Mila serius menatap nadda,sedangkan Myung Soo yang tidak tahu apa-apa pun hanya pasrah mengikuti kedua bos sekaligus sahabatnya.
"kalau dia bisa nanti aku hubungi dia dulu"
ucap nadda yang masih syok dengan kejadian tadi.
teng.
teng.
cklek.
"ada paket untuk nona nadda,silakan tanda tangan disini"
ucap petugas kurir.
"iya,terima kasih"
ucap Mila mengambil paket itu dan mengalihkannya ke nadda.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.