Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 138


__ADS_3

"ini bagaimana belum selesai! bukannya kemarin saya sudah bilang!"


teriak seorang wanita memarahi pegawai karena ruangan yang ia booking belum selesai.


"saya minta maaf,bisa ikut saya keruangan "


dengan sopan nadda meminta kliennya untuk mengikutinya keruangan karena tidak etis marah-marah didepan pelanggan lain.


"silakan duduk,sekali lagi saya selaku tanggung jawab saya minta maaf yang sebesar-besarnya kalau masih ada kekurangan.saya akan memastikan kalau ruangan tersebut akan selesai tepat waktu dan acara anda akan tetap berjalan beri kami waktu sedikit lagi untuk menyelesaikannya,kalian bisa membayar 50% dari biaya"


ucap nadda dengan tenang menjelaskan ke klien untuk memberikan mereka waktu.


"baik saya akan memberi kalian waktu,jika dalam waktu 30 menit belum selesai saya akan membatalkannya"


jawab wanita bernama Jessica menatap tajam nadda lalu ia keluar dari ruangan.


dengan waktu singkat ia menyuruh beberapa pegawai untuk ikut dengannya,tanpa memperdulikan apapun bahkan sarapan yang terlewatkan nadda bekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.


**


"Hyung ini nasi goreng kenapa asin nggak seperti biasanya"


gerutu Jungkook mengeluarkan kembali nasi dimulutnya 'hyung kau mau masak nasi apa bikin garam asin banget'.


"iya Hyung ini iissst asin banget"

__ADS_1


ucap Jimin meminum air untuk menghilangkan rasa asin di mulutnya 'hyung ingin nikah ya!' ucap Jimin dalam hati.


"Hyung ingin menikah lagi? kami bahkan belum tahu siapa istri pertamamu"


seru namjoong tanpa filter membuat member menyemburkan nasinya dan seokjin menatap tajam lalu menginjak kakinya yang ada di sebelahnya.


"aduh Hyung sakit! aku kan cuman bercanda Hyung! lagian kamu belum menikah masa nikah untuk kedua kalinya? ya nggak mungkin lah"


ucap namjoong meringis mengelus kakinya yang sakit terinjak gajah disebelahnya 'sungguh s*** pagiku'.


disisi lain seokjin tidak fokus memasak alhasil nasi gorengnya keasinan,dari semalam ia berusaha menghubungi nadda namun tidak dijawab lalu pagi ini ponselnya tidak aktif.


ia ingin keluar namun kerjaannya masih banyak,ia tidak bisa absen setelah liburan kemarin,mungkin ia akan menyuruh supirnya untuk mencaritahu.


"Hyung kalau kamu ingin keluar boleh tapi waktumu tidak banyak karena kita ada pemotretan"


"apa aku pulang ke rumah atau ke rumah Mila? hmm semalam ahran noena menanyakan alamat restoran? apa dia belum pulang,mungkin aku ke restoran saja"


ucap lirih seokjin menimang mau kemana,ia pun memilih ke restoran menuruti kata hatinya.


direstoran.


nadda tertidur dimejanya ia bahkan tidak menyadari sang suami ada didekatnya.


cklek.

__ADS_1


"permisi tuan maaf Anda tidak bisa masuk ke ruangan manager kalau ada urusan Anda bisa menghubungi saya terlebih dahulu"


ucap pegawai bagian kasir menjelaskan.


"saya suami nadda jadi kamu bisa pergi,tunggu apa istri saya sudah makan?"


seokjin masih memakai masker dan topi jadi tidak ada yang tahu siapa dirinya,ia mengelus rambut nadda yang sedikit berantakan 'apa semalam kamu tidak tidur'.


"dari pagi miss nadda belum makan soalnya ada pekerjaan yang harus diselesaikan,saya akan mengambil makanan untuk miss nadda"


ucap pegawai tadi melangkah pergi meninggalkan dua insan dan masuk kembali setelah membawa nampan berisi makanan dan minuman.


"sayang,bangun kamu harus makan nanti maag kamu kambuh"


seokjin mengelus rambut dan wajah nadda untuk membangunkannya.


merasa terusik nadda melenguh mengerjapkan mata,ia melihat sosok laki-laki tersenyum manis didepannya karena dia merasa hanya khayalan ia pun melangkah ke kamar mandi untuk membasuh wajah.


"kamu beneran disini?"


teriak nadda kaget melihat sang suami didepannya.


"memang kamu pikir aku siapa? bayangan? ini kamu makan lalu kamu beritahu aku kenapa kamu tidur di restoran"


ucap seokjin menyuruh nadda untuk makan.

__ADS_1


terima kasih sudah baca.


jangan lupa like and koment.


__ADS_2