Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 20


__ADS_3

satu Minggu kemudian.


nadda sudah mulai bekerja di kantor Ani ia menjabat wakil direktur,berhubung Ani menjabat sebagai direktur utama ia pun mendapat asisten yang tidak lain adalah sepupu ani.aris umurnya di bawah nadda,meski begitu Aris adalah lulusan terbaik di universitas luar negeri.


"gimana sudah paham sampai disini?"


tanya Aris setelah menjelaskan apa yang harus dikerjakan nadda.


"iya gue paham"


ucap nadda mengerjakan tugasnya dengan fokus.


"oke gue keluar dulu nanti kalau ada yang tidak paham panggil aja"


ucap aris keluar menuju mejanya.


di salah satu ruangan staf ada karyawan yang bergosip tentang nadda,nadda yang notabennya bukan karyawan di kantor Ani pun menjadi bahan pembicaraan semua karyawan dan belum sampai ke telinga nadda maupun Aris.


"katanya ada karyawan baru yang menggantiin Bu Ani ?"


ucap salah satu karyawan.


"iya dan dengar-dengar dia bukan karyawan perusahaan"


ucap lagi salah satu karyawan.


"maksudnya dia bukan karyawan di perusahaan induk atau pun anak cabang? kok bisa sih emang dia itu siapa?"


karyawan lain yang mendengar pun kaget.


"iya,katanya dia itu sahabat Bu Ani.enak banget cuman gara-gara sahabatan bisa jadi wakil direktur gila gak?"


komentar salah satu karyawan yang iri dengan nadda.


"iya namanya juga orang.tapi,gimana dengan petinggi perusahaan emang mereka mau terima begitu aja?"

__ADS_1


ucap salah satu karyawan.


"sudahlah jangan gosip nanti kedengaran kita juga yang repot"


lerai salah satu karyawan.


ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka ia pun marah dan benci sama nadda.


"enak banget hanya karena sahabat langsung jadi wakil direktur,lah gue yang sudah bertahun-tahun belum naik pangkat.apalagi dia deket dengan Aris,awas aja seberapa lama lo bertahan di perusahaan ini"


ucap wanita berambut panjang dengan senyum manis tapi menyeramkan.


"di..Dian..DIANA"


teriak wanita yang menghampiri Diana.


"apaan sih lo teriak - teriak gak jelas"


ucap Diana memutar bola matanya.


ucap sewot perempuan tadi.


"Lo itu berisik banget sya,emang lo mau ngapain nyariin gue?"


ucap Diana yang kesal dengan perempuan yang dipanggil sya atau Tasya dia teman satu staf dengannya.


"laporan belum selesai lo malah keluyuran aja balik ke ruangan,mentang-mentang Bu Ani tidak ada.kalau bukan karena pak rey gue males nyariin lo"


gerutu Tasya yang sebenarnya tidak suka dengan Diana.


"iya gue balik awas"


ucap Diana melangkah ke ruangannya bersama Tasya yang terus mengoceh.


diruangan wakil direktur.

__ADS_1


"ka,sudah jam istirahat lo tidak makan? atau mau gue beliin?"


tanya Aris.


"Lo mau makan dimana?"


tanya balik nadda yang masih fokus ke laptopnya.


"gue mau makan di kantin emang kenapa? Lo mau ikut?"


ucap aris.


"iya gue ikut ke kantin,gue pusing lihat tumpukan kertas yang tidak abis-abis lama-lama gue bisa gila"


gerutu nadda.


"Haha kakak ini ada-ada aja,terus ngapain lo mau bantuin kak Ani ? kalau kakak tidak mau"


ucap aris menggelengkan kepala 'apa yang ada dipikiran kak nadda'.


"ayo turun gue sudah laper sama pusing"


ucap nadda yang memijit pelipisnya.


'kalau tahu gini mending gue tolak! Ani kapan kau pulang?'


teriak nadda dalam hati.


"kak..kak nadda.. NADDA!"


teriak Aris tepat di kuping nadda.


buk.


"Aris! Lo pikir gue bu*** apa pake teriak-teriak segala untung disini sepi"

__ADS_1


nadda menipuk tangan Aris karena Aris terlalu tinggi jadi ia tidak sampai.


__ADS_2