
dua orang wanita duduk manis setelah mengusir tiga anak ayam,wanita setengah baya mengelus rambut wanita yang tertidur di ranjang tatapan sendu menghiasi wajah ayunya meski sudah berumur.
tanpa sadar air matanya menetes mengenai tangan wanita muda yang tertidur,matanya membuka perlahan suara lembut membuatnya menoleh ke samping.
"sayang kamu bangun,ahran cepat panggil dokter"
ucap wanita setengah baya menangis terharu bersyukur karena wanita muda itu membuka matanya.
"ne oemma"
ujar wanita muda yang dipanggil ahran,ia berlari dan berteriak memanggil dokter tanpa perduli tatapan orang.
setelah diperiksa dokter bilang nadda sudah membaik tinggal sehari lagi nadda sudah boleh pulang,oemma dan oenni bersyukur karena besok nadda sudah bisa pulang.
"sayang kamu mau makan sesuatu atau kamu mau minum? bagaimana apa ada yang masih sakit"
tanya beruntun oemma membuat nadda dan ahran tersenyum mereka bersyukur memiliki martua yang menyayangi mereka seperti anak sendiri bahkan lebih dari anak kandungnya.
"oemma,kasian nadda jangan ditanya dulu biarkan dia istirahat nanti kalau nadda butuh sesuatu pasti bilang.iyakan nadd?"
ucap ahran tersenyum geli melihat tingkah mertuanya yang begitu perhatian ke sang menantu.
__ADS_1
"ne oemma benar kata oenni lebih baik oemma istirahat jangan sampai ikutan sakit"
ucap nadda tersenyum melihat tingkah mertuanya yang sayang kepadanya 'alhamdulillah ya Allah engkau telah memberikan ku keluarga yang bisa menerimaku dan menyanyangiku meski... aku tidak tahu dengan suamiku'.
"sayang oemma boleh tanya sesuatu?"
tanya oemma dengan penuh keraguan tatapannya beralih ke sang menantu pertama,ia yakin ahran juga ingin tahu namun ia takut nadda tersinggung dengan ucapannya.
"boleh,emang oemma mau tanya apa? ingsyAllah aku akan menjawab"
jawab nadda berusaha tenang walau dalam hati bergemuruh 'semoga bukan tentang pernikahannya' benak nadda.
"maaf sebelumnya kalau pertanyaannya oemma menyinggung,apa kamu bahagia menikah dengan seokjin"
mendengar pertanyaan oemma nadda tersenyum kaku ia mengutuk dalam hati 'apa yang harus gue katakan? sungguh s*** hidupmu nadd'.
"nadda bahagia pada akhirnya bisa menikah dengan seseorang... mungkin dulu nadda berpikir tidak akan pernah mungkin tapi... ternyata Allah menya..tu..kan ku dengan dia,oemma pasti tahu bagaimana rasanya memiliki seorang anak yang berprofesi sebagai idol"
nadda mengatur napasnya agar berbicara,"sejak aku tahu siapa suami yang menikahiku,aku pasrahkan semua kepada-nya sang pemilik kehidupan.oemma jangan khawatir kalau memang aku dan seokjin oppa berjodoh kita bisa melewatinya doakan yang terbaik untuk kita".
ucapan nadda membuat dua orang wanita menangis dan memeluknya erat seolah mereka tahu apa yang dirasakan nadda,ahran berpikir kalau nadda sakit karena berita yang dibuat seokjin mungkin nanti ia akan menghubungi jisso untuk datang.
__ADS_1
"sudah jangan nangis,malu dilihat suster ahran hapus air matamu lalu pulang lah kasihan min Jun mencarimu"
ucap oemma menyuruh ahran pulang,sambil menghapus air mata ia sangat bersyukur seokjin memilih nadda 'ku harap dia tidak menyakiti nadda terlalu lama' doa oemma.
"ne oemma,nadd oenni pulang dulu kamu dibawakan sesuatu?"
jawab ahran menyeka air matanya lalu bertanya ke nadda,dia menggelengkan kepala dan menjawab 'tidak oenni'.
ahran pamit pulang ia mencium pipi oemma dan nadda,nadda yang mendapatkan hal itu hanya terdiam lalu tersenyum menatap kepergian sang kakak ipar.
**
enam orang berbisik-bisik menanyakan seseorang yang sedang sibuk melamun,sedari tadi dia tidak fokus latihan hingga dia ditegur berkali-kali.tidak ada yang tahu apa dia pikirkan.
"nam Hyung,jin Hyung kenapa melamun terus? sebenernya dia punya masalah apa,tidak mungkin kan kalau jin Hyung diputusin sama jisso"
ujar Jungkook menatap seokjin mencaritahu apa yang sedang terjadi.
"mana ku tahu"
jawab namjoong singkat.
__ADS_1
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.