
"an,gue mau ngomong"
ucap Adelia dan izza yang langsung masuk tanpa ketuk pintu.
"astaghfirullah lo pada gila ya,masuk tanpa pamit langsung duduk lagi untung gue nggak punya penyakit jantung.ada apa?"
omel Ani sambil mengelus dada karena kaget.
"itu,bagaimana rencana kemarin?"
tanya iza.
"kita batalkan,lagian belum tentu juga nadda bisa menerimanya"
ucap Ani memandang sahabatnya.
**
Aris menuju rumah nadda,di sepanjang jalan ia berfikir tentang kecelakaan nadda.'apa ada hubungannya dengan dia? kalau memang ia berarti semua ini terjadi karena ku'.
tidak sadar Aris sudah ada didepan rumah sesuai alamat yang dikirim Ani,ia memencet bel berkali-kali namun tidak ada jawaban.
"ka nadda kemana? kenapa sepi amat rumahnya?"
ucap Aris Kediri sendiri,lalu ia mencoba menelpon nadda dan ternyata alamat yang dikasih Ani adalah rumah nadda.sedanfkan nadda berada dirumah orang tuanya.
"ka ani! ya ampun lagi-lagi aku tertipu,sungguh terlalu"
sewot Aris yang lagi-lagi dijahili Ani.
akhirnya Aris menerima chat dari nadda ia pun bergegas kerumah nadda,disepanjang jalan ia selalu menyumpahi Ani yang selalu membuat ia kesal.
__ADS_1
ketika dirumah nadda ia lagi-lagi diketawain nadda karena ia sudah ditipu Ani,ia dan nadda ngobrol banyak.ingin rasanya ia bertanya tentang hubungan nadda dan sosok yang ia lihat di kertas namun ia urungkan.
tidak lama nadda memakan mie ayamnya,ia memegang perutnya nadda merasakan sakit yang teramat setelah makan mie ayam.
berhubung dirumah tidak ada orang Aris membawa nadda kerumah sakit,setelah doker memeriksa ternyata di mie ayamnya ada obat.
"bagaimana mungkin ada obat itu? gue kan belinya dipinggir jalan,nggak mungkin juga pedangnya dengan sengaja.kayaknya ada yang nggak beres"
ucap Aris setelah mendengar diagnosis dokter ia langsung menghubungi Rizal untuk meminta bantuan.
"hei,ngapain nyuruh gue kesini? siapa yang sakit? perasaan lo biasa aja"
tanya Rizal yang melihat keadaan Aris yang ternyata baik-baik saja.
"cerewet banget sih lo,bukan gue yang sakit.tapi kak nadda"
ucap Aris menjelaskan.
ucap Rizal yang kaget setelah tahu siapa yang masuk rumah sakit.
"tadi gue bawain mie ayam yang nggak pedes,lalu habis makan mie kak nadda pegang perut terus teriak sakit.akhirnya gue bawa kesini dan kata dokter di mie ayamnya ada obat pencuci perut"
ucap Aris menjambak rambutnya karena frustasi.
"oke gue tahu siapa pelakunya"
ucap santai rizal.
"siapa?"
tanya Aris yang penasaran.
__ADS_1
"tadi gue nggak sengaja ngeliat seseorang yang lo kenal dan berarti dugaan gue bener"
ucap Rizal setelah menganalisa apa yang ia lihat dengan apa yang terjadi.
"jangan bilang dia"
ucap lemas Aris setelah mengetahui siapa orangnya.
"Lo harus bertindak namun bukan sekarang,karena gue harus cari bukti dulu.lbih baik lo hati-hati jangan terlalu dekat sama cewek kasian ceweknya"
ucap Rizal dengan nada ngelawak mencoba mencairkan suasana yang tegang.
"ya sudah sana pergi cari buktinya,biar gue bisa bebas.lama-lama gue kayak tahanan"
ucap Aris mengusir Rizal.
"k****** bener gue diusir,tadi disuruh kesini sekarang diusir.sungguh nasibmu mas"
ucap Rizal menangis lebay tanpa air mata.
"lebay banget sih lo,malu dilihatin orang sana hus hus"
ucap Aris mengusir Rizal seperti mengusir kucing.
"Aris gila gue kutuk lo "
gerutu Rizal yang kesal,ia pergi tanpa pamit.
terima kasih sudah baca.
jangan lupa like and koment.
__ADS_1