
'tidak mungkin sederhana itu,pasti ada sesuatu dan hanya mereka yang tahu' pikir nadda ketika mendengar penjelasan dari Aris meski ada kejanggalan namun ia simpan sendiri.
setelah bertemu Aris ia memutuskan untuk kembali ke restoran,ia ingin melihat acara romantis apa berjalan dengan lancar atau tidak 'ku harap semua berjalan lancar aamin' ucap bathin nadda.
Dengan riang ia masuk dan tanpa terduga suatu kejadian hadir dihidupnya,seorang laki-laki menghampirinya dan memperkenalkannya sebagai kekasih laki-laki itu dalam seketika tubuh nadda menegang tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
nadda melihat senyum laki-laki disampingnya membuat ia menyesal terpesona bahkan bertemu dengan dia adalah sebuah musibah.
tidak terasa drama mulai berakhir dengan tatapan tajam nadda ingin memb**** laki-laki didepannya,ia tidak mengenal laki-laki ini dan tiba-tiba memperkenalkannya sebagai kekasih? jadi temannya saja gue ogah' gerutu bathin nadda.
"orang g*** lo itu sudah g*** ya? kita itu tidak saling kenal,kenapa? Lo tiba-tiba ngenalin gue sebagai pacar lo"
ucap kesal nadda ke laki-laki yang dikenalnya.
"oke kalau begitu kenalkan nama gue Fadil Alexander Barnett kalau lo siapa?"
ucap santai Fadil dengan senyum manis yang membuat semua gadis terpesona melihatnya namun tidak dengan nadda yang sedang kesal dengan makhluk didepannya.
"terus gue harus bilang wow begitu? heh nggak penting siapa lo yang penting sekarang kenapa? Lo tiba-tiba menarik gue dihidup lo"
__ADS_1
gerutu nadda yang sedang naik darah,'emang gue perduli siapa nama lo' pikirnya.
Fadil yang melihat sosok didepannya dengan ekspresi garang,justru terlihat senang karena biasanya perempuan selalu mencari perhatiannya dan perempuan didepannya ini bukannya senang dianggap kekasih malah ngomel-ngomel.
"ada pepatah bilang tidak kenal maka tidak sayang jadi kita kenalan dulu baru saling sayang"
ucap santai Fadil menggoda perempuan didepannya itu,entah kenapa ia senang melihat ekspresi nadda.
"Haha gue bukan anak sore yang terpesona dengan omongan lo,mending sekarang lo pergi sudah selesai kan acaranya bye"
ucap kesal nadda ketika mendengar gombalan receh dari Fadil,ia memilih pergi keruangannya untuk melakukan pekerjaannya.
ucap Fadil memanggil salah satu pegawai dan menanyakan siapa nadda.
"perempuan tadi manager restoran ini namanya..."
ucap salah satu pegawai namun dipotong oleh Ita yang menyuruhnya untuk bersih-bersih,ia pun kembali ke tempatnya dan Ita menghampiri Fadil.
"maaf kalau saya memotong ucapan pegawai tadi ada yang bisa saya bantu"
__ADS_1
ucap Ita meminta maaf.
"saya ingin tahu siapa nama manager restoran ini mungkin suatu saat nanti saya membutuhkannya"
ucap Fadil mencari alasan untuk mengetahui siapa perempuan yang ia anggap sebagai kekasihnya.
"nama nadda Aidah Fauziah atau kita sering panggil nadda atau ibu nadda,mungkin ada yang lain"
ucap sopan ita dengan Fadil sebagai pelanggannya.
"tidak ada,terima kasih dan saya sudah mentransfer biayanya kalau begitu saya permisi"
ucap Fadil mengakhiri pembicaraan dan pergi ke rumah sakit yang untuk mendapatkan pekerjaannya.
Ita yang tidak tahu apa yang terjadi pun hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanannya,namun berbeda dengan nadda ia sedang menatap sengit langit-langit ruangannya.banyak hal yang ada dipikirannya apalagi setelah bertemu dengan Aris.
tanpa disengaja suara yang telah menghilang mengisi ruangannya,suara yang dig**** semua orang bahkan nadda sendiri pun ikut terhanyut.sempat terlintas dibenaknya apa kabar dia sekarang? ku harap ia baik-baik saja'.
terima kasih sudah baca.
__ADS_1
jangan lupa like and koment.