Jodoh Dan Takdir (end)

Jodoh Dan Takdir (end)
part 132


__ADS_3

setelah dokter memeriksa dan mencopot alat ditubuh nadda,dokter mengatakan kalau keadaan nadda sudah stabil.


seokjin memandang tajam keempat orang didepannya,rasa marah kecewa dan kesal bercampur aduk dihati sebegitu kejamnya mereka tidak memberitahu ku tentang istriku.


appa memberi penjelasan kenapa mereka tidak memberitahunya tentang nadda yang mengalami koma karena obat,ia tahu sang anak marah kepada mereka tapi ini sudah menjadi keputusan mereka.


"yang aku sesali kenapa kalian membohongiku setiap kali aku menghubungi kalian selalu membuat alasan"


seokjin menahan sesak didada saat mengingat kebohongan yang ia terima serta mimpi-mimpi yang ia dapat setiap malam menjadi petunjuk baginya.


tak beda dengan seokjin seorang Bryan menatap tajam kedua wanita yang sudah ia anggap sebagai saudara namun berbohong kepadanya,tanpa bicara Bryan menghampiri keluarga Kim ia pamit pulang dan meminta maaf ke seokjin.


"kamu bisa menginap disini ada kamar tamu sebelah kamarku dan nadda,tenangin diri dulu"


ucap seokjin menyuruh Bryan untuk tinggal ia tahu emosinya sedang tidak stabil apalagi jika ia harus bertemu dengan Mila dan Myung Soo.


dengan anggukan Bryan menyetujui usulan seokjin,ia pun pamit ke kamar untuk istirahat berbeda dengan Mila dan Myung Soo mereka pamit untuk pulang.


**


nadda yang sudah baikkan menyentuh pipi laki-laki disampingnya,laki-laki yang selalu ia rindu meski ada rasa sakit namun rasa cintanya lebih besar.


merasa terusik seokjin membuka mata melihat sosok wanita tersenyum manis menghiasi wajah cantiknya,sambil memeluk erat ia mengecup kening dan meminta maaf.lagi-lagi ia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi nadda.


perlahan nadda melangkah keluar kamar tapi saat ia baru dua langkah ia hampir terjatuh,nadda menengok kebelakang siapa orang yang menolongnya.

__ADS_1


"oppa kamu belum berangkat?"


tanya nadda setelah tahu siapa orang dibelakangnya,seokjin hanya tersenyum tanpa menghiraukan pertanyaan sang istri.ia membantu nadda berjalan karena nadda tidak mau digendong.


**


tentong.


tentong.


tentong.


cklek.


"annyeong oemmanim"


"annyeong silahkan masuk,kalian tidak diberitahu seokjin kalau hari ini dia sedang pergi bersama seok Jung dan ahran"


ucap oemma tersenyum tenang karena seokjin sedang pergi jadi mereka tidak tahu kalau seokjin sudah menikah 'maafkan oemmanim yang harus membohongi kalian.


"pergi,lalu kapan dia pulang oemma"


tanya namjoong mewakili member lain untuk mengetahui kapan seokjin pulang dan siapa istrinya 'hyung sampai kapan kau main petak umpet'.


"kemungkinan nanti malam,kenapa? bukannya kalian sedang libur? atau mau oemma hubungi seokjin untuk pulang"

__ADS_1


ucap oemma berharap mereka cepat pulang.


"kalau-"


Jungkook menyela ucapan namjoong "iya oemma tolong suruh jin Hyung pulang soalnya ada sesuatu yang harus di bahas"


namjoong yang mendengar ucapan Jungkook menatap tajam kearahnya.


oemma terdiam kala mendengar ucapan Jungkook 'ini anak maunya apa lagi bikin pusing aja'.


akhirnya oemma menghubungi seokjin kalau ada BTS dirumah,seokjin terdiam sejenak lalu memandang nadda.nadda menyengitkan dahi ketika tatapan seokjin seperti meminta maaf.


"iya aku akan pulang"


seokjin menutup telponnya lalu menggenggam tangan nadda"sayang apa-"


ponsel nadda berdering tertera nama Myung Soo ia pun menggeser warna hijau.


"oppa bisakah aku nginep di rumah Mila? kata Myung Soo Mila sedang sakit dan dia ada urusan,apa aku boleh minta ijin"


ucap nadda tersenyum menatap seokjin.


ya Allah apa memang belum waktunya' ucap seokjin dalam hati.


terima kasih sudah baca.

__ADS_1


jangan lupa like and koment.


__ADS_2