
Saat jam makan siang tiba, Alia pun berangkat menuju kantor Elvan untuk membawakanya makan siang.
''Assalamualaikum,'' sapa Alia saat membuka pintu ruangan Elvan.
''Waalaikumsalam, Alia. Masuk, istriku.'' Kata Elvan.
''Aku bawa makan siang untuk kamu. Kita makan siang dulu ya.'' Kata Alia. Elvan lalu beranjak dari tempat duduknya. Tak lupa Alia mencium tangan suaminya, sementara Elvan mengecup kening istrinya.
''Terima kasih ya sudah membawakan aku makan siang.''
''Sama-sama, El. Gimana hari pertama kerja?''
''Mmmm cukup membosankan. Aku ingin segera pulang bertemu kamu,'' goda Elvan.
''Dasar kamu ini.''
''Kamu sudah makan siang?''
''Belum, El. Aku sengaja ingin makan siang sama kamu.''
''Baiklah kalau begitu kita makan siang sama-sama ya.'' Saat keduanya sedang makan siang bersama, tiba-tiba saja Endrew masuk.
''El, ada berkas yang harus kamu pelajari.''
''Hai, Kak!" sapa Alia.
''Maaf ya, aku malah menganggu kalian makan siang.''
''Nggak apa-apa kok, Kak. Lagian cuma makan siang aja.''
''Mau gabung, Bang?'' sahut Elvan.
''Terima kasih untuk tawarannya. Karena aku juga janji pada Chelsea dan Milka untuk makan siang bersama. Kalian nikmati saja dan berkasnya aku letakkan di meja.''
''Oke.''
__ADS_1
''Alia, aku tinggal dulu ya.''
''Iya, Kak. Salam untuk Chelsea dan Mbak Milka.''
''Oke. Aku pasti sampaikan.'' Endrew pun segera berlalu meninggalkan ruangan Elvan. Setelah selesai makan siang, Alia mengajak Elvan untuk sholat jamaah bersama di mushola yang berada di kantor. Alia sangat bahagia, bisa sholat berjamaah bersama Elvan. Selesai sholat dan makan siang bersama, Alia lalu berpamitan untuk pulang.
''El, aku pulang dulu ya. Nanti malam mau di masakkin apa?''
''Apa aja, Al. Apapun masakan kamu, pasti aku makan kok. Kamu hati-hati ya.'' Elvan kemudian mengecup kening Alia dan Alia mengecup punggung tangan suaminya.
''Kamu semangat ya kerjanya. Jangan menyusahkan Kak Endrew. Assalamualaikum.''
''Pasti, sayang. Waalaikumsalam istriku.''
Alia kemudian pulang bersama supir. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba ban mobil pun bocor.
''Aduh, Non. Ban mobilnya bocor. Saya ganti sebentar ya.'' Kata Pak Tio.
''Iya, Pak.'' Jawab Alia. Pak Tio kemudian segera turun dari mobil. Pak Tio kebingungan mencari dongkrak mobilnya. Melihat Pak Tio yang tampak kebingungan, Alia memutuskan turun dari mobil.
''Aduh Non, dongkraknya nggak ada. Kayaknya di mobil satunya, soalnya dongkrak satunya rusak. Maaf ya, Non.''
''Ya udah nggak apa-apa, Pak. Saya naik taksi saja. Atau kita pinjam dongkrak taksi yang lewat saja ya. Semoga ada ya, Pak. Mana jalanannya sepi lagi.'' Kata Alia.
''Iya, Non. Sekali lagi maafkan kecerobohan saya.''
''Sudah tidak apa-apa, Pak. Namanya juga lupa mau di apain lagi.'' Sepuluh menit sudah Alia menunggu kendaraan lewat, sampai pada akhirnya sebuah mobil pajero putih terlihat. Alia melambaikan tangannya tanda meminta pertolongan. Ternyata itu adalah mobilnya Rendra.
''Itu kan Alia,'' gumamnya. Rendra pun segera menepi dan menghentikan mobilnya. Rendra kemudian turun dari mobilnya.
''Alia, kamu kenapa?''
''Rendra! Ya Allah syukurlah, ini kamu Ren. Ini ban mobil bocor tapi dongkraknya ketinggalan.''
''Ya udah, kamu tunggu ya biar aku bantu.''
__ADS_1
''Alhamdulillah, makasih ya Ren. Maaf sudah merepotkan.''
''Alia-Alia, kayak sama siapa saja. Sudah lama sekali sejak kamu menikah, kita tidak bertemu,'' kata Rendra sembari membantu mendongkrak ban mobil bersama Pak Tio.
''Iya, Ren. Aku sibuk di rumah aja. Gimana cafe kamu?''
''Alhamdulillah lancar, Al.''
''Lalu bagaimana kabar Sandra?''
''Sandra baik, Al. Dia sedang sibuk membantu perusahaan papanya.''
''Salam untuk Sandra ya, Ren.''
''Iya nanti aku sampaikan. Salam juga untuk Elvan.''
''Iya insya allah aku sampaikan. Kapan kalian menikah?''
''Belum tahu, Al. Doain aja ya.''
''Pasti, Ren. Doa terbaik untuk kalian berdua. Yang penting undangannya jangan lupa.''
''Pasti, Al,'' kata Rendra dengan senyumnya yang tidak pernah berubah. Akhirnya ban mobil itupun selesai di ganti. Alia buru-buru mengambil air minum kemasan botol di mobil untuk Rendra.
''Ini untuk kamu, Ren. Sekali lagi terima kasih ya.''
''Sama-sama Al. Aku juga terima kasih untuk minumannya.''
''Kalau begitu, aku duluan ya. Kamu hati-hati. Assalamualaikum.''
''Waalaikumsalam. Kamu juga hati-hati.'' Kata Rendra. Rendra terus memandangi kepergian Alia.
''Kamu semakin cantik dan kamu selalu perhatian, Al.'' Gumam Rendra yang masih diam mematung menatap Alia yang sudah menghilang dari pandangannya.
''Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan. Sadar Rendra,'' kata Rendra yang menyadari apa yang ia pikirkan tentang Alia.
__ADS_1
Bersambung... Maaf ya ceritanya menggantung, hehehe... Oh ya jangan lupa mampir di karya author yang lain ya, terima kasih 🙏❤️