Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 44 Tugas Baru Alia


__ADS_3

Alia pun segera masuk ke dalam kelas. Disana Rani dan Diana sudah menunggunya.


''Al, kamu kemana aja?'' tanya Rani.


''Aku habis dari kantin, Ran. Emang ada apa?''


''Dicari sama Pak Wahyu.''


''Pak Wahyu? ada apa Pak Wahyu nyari aku?''


''Mana aku tahu, Al. Pokoknya nanti jam mata kuliah pertama selesai, kamu di suruh ke ruangannya.''


''Ya udah deh nanti aku kesana. Kok perasaan aku nggak enak ya.''


''Tenang aja, Al. Nggak akan terjadi apa-apa kok. Lagian kan semua mata kuliah kamu nilanya A semua,'' timpal Diana.


-


Sementara Elvan yang tidak tahu kenapa enggan masuk ke kelasnya. Ia memilih menuju basecamp dan di ikuti oleh Sandra.


''El, kamu kenapa sih uring-uringan aja.''


''Ngapain elo buntutin gue, San.''


''Ya aku kan pingin temenin kamu, El. Kalau kamu bolos, aku juga mau ikutan.''


''Bukanya karir buat elo penting banget?''


''Penting sih tapi sekarang kamu yang lebih penting. Aku ingin kita sama-sama seperti dulu.''


''Tapi elo tahu kan perasaan gue gimana sama elo?''


''Iya gue tahu, El. Setidaknya kita bisa dekat seperti dulu dan kamu nggak jaga jarak sama aku. Sejak aku kembali lagi, kamu berubah. Kamu mau besok menemani aku pemotretan?'' kata Sandra yang mencoba merayu Elvan.


''Gue nggak janji.''

__ADS_1


''Besok pemotretannya siang kok, habis pulang kampus kita bisa langsung ke studio. Aku dapat tawaran pemotretan jadi mana mungkin aku tolak.''


''Ya udah lebih baik kamu keluar. Aku ingin sendiri.''


''Baiklah Elvan sayang. Aku keluar dulu ya.'' Kata Sandra sembari memberi kecupan di wajah tampan Elvan. Sandra pun tersenyum penuh kemenangan karena ia bisa merebut kembali perhatian Elvan.


Selepas jam istirahat, Fandi dan Leon menuju basecamp. Mereka mendapati Elvan sedang melamun di dekat jendela.


''Elo kemana aja, El? nggak masuk kelas,'' kata Fandi sambil menepuk pundak Elvan.


''Males ah.'' Singkat Elvan.


''Elo kenapa lagi sih? kemarin udah happy banget tapi sekarang murung lagi,'' kata Fandi yang merasa heran dengan mood sahabatnya itu.


''Oh ya, elo di panggil Pak Wahyu tuh di suruh ke ruangannya,'' sahut Leon.


''Emangnya ada apa?'' tanya Elvan.


''Yaelah, El. Elo ngomong gitu kayak nggak punya dosa aja. Elo kan nggak ikut ujian, kalau elo nggak perbaiki, elo pasti ngulang lagi. Emangnya elo mau apa jadi mahasiswa abadi disini? hah? hancurin reputasi Rich Man aja kalau sampe elo nggak lulus,'' oceh Leon.


''Belum lagi orang tua elo, kalau sampai tahu elo nggak lulus, mereka pasti marah, fasilitas semuanya akan di cabut. Mau elo miskin mendadak hah? nggak masalah nilai elo jelek, yang penting ada nilainya. Gue sama Fandi aja udah bersyukur dapat nilai C, ya setidaknya gue nggak di usir dari rumah.''


''Iya lah, kita kan udah di target sama orang tua kita buat full iku ujian. Nggak kayak tahun-tahun sebelumnya. Ancaman mereka serem sekali. Di coret dari ahli waris, gue ogah deh miskin mendadak. Setidaknya lulus dulu, barulah kita berulah lagi,'' kata Fandi dengan tawanya.


''Nah bener kata Fandi. Lulus aja dulu yang penting, nilai belakangan. Setelah lulus berulah lagi, happy lagi lah, bebas kita nggak ada beban,'' sambung Leon. Mendengar ocehan kedua sahabatnya, membuat Elvan setuju dengan pendapat merek.


''Iya, iya, gue kesana sekarang. Gue juga takut sih mendadak miskin,'' kata Elvan yang segera berlalu menuju ruangan Pak Wahyu.


''Kita ini emang nggak ada otak ya? bisa-bisanya menghasut temen sendiri,'' kata Leon sembari tertawa.


''Bukan lagi nggak otak kita tapi nggak ada akhlak,'' timpal Fandi. Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak dengan kekonyolan mereka sendiri.


...****************...


''Ini yang di tunggu baru kelihatan,'' gerutu Pak Wahyu yang melihat Elvan memasuki ruangannya. Disana pun sudah ada Alia.

__ADS_1


''Elvan?'' kata Alia dalam hati. Ia cukup terkejut bahwa yang di tunggu Pak Wahyu adalah Elvan.


''Alia? ngapain dia disini?'' tanya Elvan dalam hati.


''Duduk Elvan!" perintah Pak Wahyu.


''Jadi Alia, bapak minta tolong sama kamu ajari Elvan! bantu dia untuk mendapatkan nilai yang bagus. Dia ini salah satu mahasiwa paling malas dan ogah-ogahan di suruh kuliah. Jangan karena kamu anak orang kaya, kamu lalai akan kewajiban kami sebagai seorang mahasiswa.''


''Belajar sama dia, Pak?'' kata Elvan sambil menunjuk Alia.


''Iya. Dia ini mahasiswa berprestasi. Meskipun dia sakit beberapa hari lalu, saat dia masuk, dia ikut ujian susulan. Tapi kamu sampai detik ini tidak ada niat untuk ikut ujian,'' kata Pak Wahyu dengan suara meninggi.


''Ya udah lah terserah Bapak saja.'' Jawab Elvan pasrah.


''Saya beri waktu kamu satu bulan untuk memperbaiki semua nilai mata kuliah kamu yang hancur lebur seperti butiran debu.''


''Lah itu kan lagu Pak, butiran debu,'' celetuk Elvan yang memancing amarah Pak Wahyu semakin menjadi.


''Elvan! Kamu ini memang tidak punya tata krama ya. Nggak di ajarin apa sama orang tua kamu.''


''Kalau bapak mau nyuruh saya perbaiki nilai dengan bimbingan Alia, oke. Tapi nggak usah lah sebut nama orang tua. Orang tua saya juga nggak peduli, permisi!" ucap Elvan sembari berlalu meninggalkan ruangan.


''Pak, saya pasti akan membantu Elvan. Bapak tenang saja ya. Dia memang emosional.''


''Iya, Alia. Bapak serahkan semuanya sama kamu. Saya hanya ingin anak didik saya menjadi generasi yang cerdas. Apalagi saya juga tahu kalau dia pasti akan menjadi pewaris utama keluarganya. Tapi saya juga ingin dia menjadi orang yang cerdas karena mengurus perusahaan bukan pekara yang mudah. Setidaknya dia punya bekal sebelum menuju medan perang.''


''Saya mengerti maksud Bapak. Insya Allah saya pasti akan membantunya.''


''Terima kasih ya, Alia. Saya harap nanti kamu juga sabar hadapi sikap Elvan. Oh ya ini semua sola ujian Elvan dengan nilainya yang buruk. Dan juga beberapa soal yang sama sekali tidak mau ia kerjakan. Karena tidak ada yang berani menegurnya karena dia anak pemilik kampus ini.'' Sambil menyodorkan tumpukan kertas ujian.


''Siap, Pak! Saya akan berusaha keras. Kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum.''


''Waalikumsalam.''


bersambung... Jangan lupa like, komen dan vote ya terima kasih 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2